E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Pendidikan|Bencana|layanan kesehatan|Perguruan Tinggi|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS|Judi Online|Sumatra|PTS|PTN|YTR
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 72%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Pendidikan|Bencana|layanan kesehatan|Perguruan Tinggi|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS|Judi Online|Sumatra|PTS|PTN|YTR
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 72%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Pendidikan|Bencana|layanan kesehatan|Perguruan Tinggi|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS|Judi Online|Sumatra|PTS|PTN|YTR
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 72%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Perlu Langkah Strategis Penanganan Kebocoran Data Pribadi, Jangan Sekadar Reaktif!

Diterbitkan
Jumat, 27 Feb 2026 09.34 WIB
Bagikan:
Perlu Langkah Strategis Penanganan Kebocoran Data Pribadi, Jangan Sekadar Reaktif!

Anggota Komisi I DPR RI, Mahfudz Abdurrahman. Foto: Dok/Mahendra.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI Mahfudz Abdurrahman menyoroti berbagai laporan yang menunjukkan tingginya aduan masyarakat terkait pelindungan data pribadi, dengan proporsi signifikan. Hal itu disebabkan oleh sistem yang tidak mutakhir serta faktor kelalaian manusia (human error). 

Mahfudz menjelaskan dalam perspektif tata kelola pemerintahan, perlindungan data pribadi perlu ditempatkan sebagai bagian integral dari agenda keamanan nasional. Data pribadi memiliki nilai strategis yang, apabila disalahgunakan, dapat dimanfaatkan untuk kejahatan finansial, manipulasi informasi, pemerasan digital, hingga serangan siber. 

“Oleh karena itu, pendekatan reaktif pasca-insiden tidak lagi memadai. Diperlukan sistem mitigasi risiko yang terstruktur, audit keamanan siber secara berkala, serta mekanisme transparansi dan notifikasi publik yang akuntabel setiap kali terjadi pelanggaran data,” jelas Mahfudz dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Langkah-langkah strategis yang perlu diprioritaskan meliputi percepatan pembentukan otoritas pengawas pelindungan data pribadi yang independen sesuai mandat UU PDP; penerapan audit keamanan digital berkala pada seluruh K/L, Pemerintah Daerah, dan BUMN dengan standar enkripsi kuat dan multi-factor authentication; kewajiban pelaporan insiden dalam batas waktu tertentu; serta penegakan sanksi administratif dan pidana secara konsisten terhadap pengendali data yang lalai. 

“Penguatan kapasitas keamanan siber nasional, termasuk sinergi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BBSN RI), juga menjadi prasyarat untuk membangun sistem pertahanan siber yang terintegrasi dan adaptif,” tegas Politisi Fraksi PKS itu.

Di sisi lain, partisipasi masyarakat tetap merupakan variabel penting dalam ekosistem perlindungan data. Peningkatan literasi digital, penggunaan autentikasi berlapis, serta kehati-hatian dalam mendistribusikan data sensitif di ruang siber merupakan langkah preventif yang tidak dapat diabaikan. 

“Banyak insiden kebocoran berawal dari kelengahan individu yang dieksploitasi melalui teknik rekayasa sosial,” tambahnya.

Pada akhirnya, perlindungan data pribadi merupakan prasyarat fundamental bagi terbangunnya kepercayaan publik terhadap negara digital. Kebocoran data tidak hanya berdampak pada kerugian material, tetapi juga menggerus legitimasi institusi dan rasa aman warga negara. 

“Oleh karena itu, konsistensi implementasi regulasi, penguatan mekanisme pengawasan, dan komitmen tata kelola yang transparan menjadi nilai utama dalam memastikan bahwa transformasi digital berjalan seiring dengan perlindungan hak privasi sebagai bagian dari hak asasi manusia,” pungkasnya. •rdn

Berita terkait

Persoalan Sistemik, Kebocoran Data Pribadi Ujian Serius bagi Negara di Era Digital
Politik dan Keamanan
Persoalan Sistemik, Kebocoran Data Pribadi Ujian Serius bagi Negara di Era Digital
Abdul Kharis Harap Penanganan Kebocoran Data KPU Sudah Lebih Baik
Politik dan Keamanan
Abdul Kharis Harap Penanganan Kebocoran Data KPU Sudah Lebih Baik
Sukamta Pertanyakan Nasib Data Pribadi Akibat Serangan Siber PDNS 2
Politik dan Keamanan
Sukamta Pertanyakan Nasib Data Pribadi Akibat Serangan Siber PDNS 2
Tags:#Komisi I#Seputar Parlemen
Sebelumnya

Persoalan Sistemik, Kebocoran Data Pribadi Ujian Serius bagi Negara di Era Digital

Selanjutnya

Hadiri Sidang Pengujian UU Guru dan Dosen, DPR Tegaskan Jaminan Kesejahteraan Dosen

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(934)
  • Industri dan Pembangunan(3345)
  • Isu Lainnya(1023)
  • Kesejahteraan Rakyat(3344)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4079)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Pendidikan|Bencana|layanan kesehatan|Perguruan Tinggi|sekolah|Kekerasan Seksual|UU TPKS|Judi Online|Sumatra|PTS|PTN|YTR
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 34°C
Lembab: 72%
Angin: 4 km/h