E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 89%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 89%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Program Pengentasan Kemiskinan Masyarakat Sekitar Hutan Harus Terlaksana dengan Baik

Diterbitkan
Selasa, 20 Jan 2026 11.25 WIB
Bagikan:
Program Pengentasan Kemiskinan Masyarakat Sekitar Hutan Harus Terlaksana dengan Baik

Anggota Komisi IV DPR RI, Adianus Asia Sidot dalam Rapat dengan Kemenhut di Kompleks Parlemen, Senin (19/1/2026).

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi IV Adianus Asia Sidot meminta agar pemerintah memastikan program pengentasan kemiskinan masyarakat sekitar hutan harus tepat. Ia menilai, pemilihan jenis tanaman dalam program perhutanan sosial harus dikaji secara, agar tidak berdampak pada kerusakan tutupan hutan.

Untuk itu ia menyoroti kebijakan perhutanan sosial dan pengembangan komoditas multiusaha kehutanan yang disampaikan pemerintah. Salah satunya tanaman seperti kopi, aren, kakao, kemiri, dan lada.

“Beberapa komoditas seperti lada, kakao, kopi, dan vanili berpotensi mendorong penebangan pohon karena membutuhkan ruang tumbuh tertentu. Ini harus dikaji ulang, jangan sampai perhutanan sosial justru menjadi pintu masuk degradasi hutan,” ujarnya dalam Rapat dengan Kemenhut di Kompleks Parlemen, Senin (19/1/2026).

Menurutnya, komoditas seperti kemiri, jambu mete, pala, dan kelapa dinilai lebih sesuai. Karena relatif bisa dikembangkan tanpa merusak tegakan hutan. 

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Rina Sa’adah mengapresiasi target perhutanan sosial seluas 1,1 juta hektare hingga 2029 yang dilakukan Kementerian Kehutanan. Namun pihaknya mengingatkan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh berhenti pada pembagian akses lahan semata.

“Realitas di lapangan menunjukkan mayoritas Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) masih rentan secara ekonomi. Menurut saya perhutanan sosial harus diarahkan untuk menjamin peningkatan pendapatan masyarakat,”  katanya.

Dan langkah ini harus melalui diversifikasi usaha, kepastian pasar, serta integrasi dengan rantai pasok nasional maupun global. “Alih fungsi atau pemberian akses lahan saja tidak cukup, tapi negara harus memastikan perhutanan sosial benar-benar menjadi instrumen kesejahteraan,” ucapnya. 

Rina mengingatkan bahwa kebijakan kehutanan nasional ke depan tidak boleh hanya terlihat baik secara normatif. Namun harus kokoh secara ekologis, adil secara sosial, dan berkelanjutan secara ekonomi.

Ia juga menyoroti kebijakan pemanfaatan kawasan hutan untuk pangan, energi, dan air yang disebut mencapai cadangan sekitar 20,06 juta hektare. Menurutnya, kebijakan tersebut harus dijalankan secara sangat hati-hati. •tn/aha

Berita terkait

Perkuat Pengawasan dan Sinergi dengan Masyarakat dalam Pengelolaan Hutan di Jatim
Industri dan Pembangunan
Perkuat Pengawasan dan Sinergi dengan Masyarakat dalam Pengelolaan Hutan di Jatim
Andi Yuliani Paris: Pengentasan Kemiskinan Harus Fokus ke Lapangan Kerja dan UMKM
Ekonomi dan Keuangan
Andi Yuliani Paris: Pengentasan Kemiskinan Harus Fokus ke Lapangan Kerja dan UMKM
Pimpinan Komisi VII Minta Dirjen Ketenagalistrikan Perbanyak Program yang Bersentuhan dengan Masyarakat
Industri dan Pembangunan
Pimpinan Komisi VII Minta Dirjen Ketenagalistrikan Perbanyak Program yang Bersentuhan dengan Masyarakat
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi IV
Sebelumnya

Syarif Fasha: Pengetatan RKAB Demi Perbaiki Setoran BUMN Tambang ke Negara

Selanjutnya

Program ‘Lemhanas Goes to Campus’ Perlu Diperluas hingga ke Daerah 3T

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(758)
  • Industri dan Pembangunan(2695)
  • Isu Lainnya(981)
  • Kesejahteraan Rakyat(2576)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3195)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Dampak penutupan selat hormus

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 89%
Angin: 4 km/h