E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 3 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 3 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 3 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Negara Harus Bertindak Cepat dan Tenang dalam Kasus Hilangnya Pesawat ATR 42-500 Yogya-Makassar

Diterbitkan
Senin, 19 Jan 2026 08.56 WIB
Bagikan:
Negara Harus Bertindak Cepat dan Tenang dalam Kasus Hilangnya Pesawat ATR 42-500 Yogya-Makassar

Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi. Foto: Oji/Mahendra.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Kabar hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar menimbulkan keprihatinan luas. Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, meminta negara hadir secara penuh dengan langkah cepat, terkoordinasi, dan terukur dalam menangani insiden penerbangan tersebut.

Pesawat milik maskapai Indonesia Air Transport itu dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 13.17 WITA. Pesawat tersebut seharusnya mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, namun tidak kunjung tiba sesuai jadwal.

Mori Hanafi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait penyebab hilangnya kontak pesawat, serta memberikan ruang bagi tim teknis serta otoritas terkait untuk bekerja secara profesional.

“Publik perlu menahan spekulasi dan memberi ruang bagi tim teknis bekerja. Negara harus hadir dengan tenang, komando yang jelas, dan langkah cepat. Bukan panik, tapi memberi kepastian,” ujar Mori dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, di Jakarta, Minggu (18/1/2026).

Politisi Fraksi Partai Nasdem tersebut menyatakan  keselamatan penerbangan merupakan tanggung jawab bersama antara operator maskapai, regulator penerbangan, dan negara. Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur transportasi tidak akan berarti tanpa jaminan rasa aman bagi masyarakat.

“Bandara, rute, dan pesawat baru tidak ada artinya jika rasa aman rakyat tidak terjamin,” tegasnya.

Selain itu, Mori juga menyampaikan doa dan empati mendalam kepada keluarga para penumpang yang terdampak atas insiden ini.

“Kepada keluarga penumpang, kami mendoakan agar diberi kekuatan dan kesabaran. Semoga pesawat dapat segera ditemukan dalam kondisi baik dan seluruh penumpang diberikan keselamatan,” tutupnya.

Sebuah pesawat jenis ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang berpenumpang tiga orang dengan kru tujuh orang dilaporkan hilang kontak di daerah antara Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulsel, Sabtu (17/1/2026) pukul 13.17 Wita. Saat hilang kontak, pesawat diperkirakan berada di daerah antara Maros dan Pangkep pada koordinat 04°57’08” S, 119°42’54” E.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Muhammad Arif Anwar menuturkan, pencarian pesawat hilang kontak difokuskan di Gunung Bulusaraung. Hal itu seiring dengan data yang telah ada sejauh ini. Sejumlah temuan warga mulai dari puing hingga kertas juga dikumpulkan. Upaya untuk mencapai lokasi yang diduga lokasi hilangnya pesawat ATR 42-500 masih terus dilakukan. •aas/rdn

Berita terkait

662 Ribu UMKM Terdampak Pascabanjir, Kebijakan Keuangan Negara Harus Lebih Cepat dan Tepat Sasaran
Ekonomi dan Keuangan
662 Ribu UMKM Terdampak Pascabanjir, Kebijakan Keuangan Negara Harus Lebih Cepat dan Tepat Sasaran
Komisi V Dapat Informasi Kerusakan Mesin Pesawat ATR 42-500 sebelum Insiden di Pegunungan Maros
Industri dan Pembangunan
Komisi V Dapat Informasi Kerusakan Mesin Pesawat ATR 42-500 sebelum Insiden di Pegunungan Maros
Komisi V Desak Audit Kelaikudaraan Usai Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Makassar
Industri dan Pembangunan
Komisi V Desak Audit Kelaikudaraan Usai Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Makassar
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi V
Sebelumnya

Natal Parlemen 2026: Ketika Iman, Keluarga, dan Kasih Menjadi Tindakan Nyata

Selanjutnya

Komisi V Desak Audit Kelaikudaraan Usai Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Makassar

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(758)
  • Industri dan Pembangunan(2695)
  • Isu Lainnya(981)
  • Kesejahteraan Rakyat(2576)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3195)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Dampak penutupan selat hormus

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 3 km/h