E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Kunjungi PT PAL Surabaya, Komisi VII Dorong Kemandirian Industri Pertahanan

Diterbitkan
Selasa, 9 Des 2025 14.47 WIB
Bagikan:
Kunjungi PT PAL Surabaya, Komisi VII Dorong Kemandirian Industri Pertahanan

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty saat memimpin kunjungan kerja ke PT PAL Indonesia (Persero) di Surabaya, Jawa Timur. Foto: Mar/vel.

PARLEMENTARIA, Surabaya – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty melakukan kunjungan kerja ke PT PAL Indonesia (Persero) di Surabaya, Jawa Timur. Kunjungan kerja ini dalam rangka untuk melihat langsung perkembangan transformasi industri pertahanan maritim nasional.

Dalam pertemuan tersebut, ia menilai potensi industri pertahanan Indonesia sangat besar dan telah menunjukkan kemajuan signifikan, baik dari sisi pemenuhan kebutuhan dalam negeri maupun peningkatan penetrasi ke pasar internasional.

“Transformasi yang dilakukan PT PAL telah menempatkan industri pertahanan maritim kita pada posisi yang sangat kuat, baik untuk domestik maupun ekspor. Pemerintah juga telah memberikan dukungan besar, dan kami mengapresiasi langkah Presiden dalam mendorong pengembangan industri ini,” ungkapnya kepada Parlementaria usai kunjungan kerja spesifik Komisi. VII ke Surabaya, Jawa Timur, Senin (8/12/2025).

Ia menekankan bahwa industri pertahanan maritim yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) perlu memperoleh dukungan kebijakan yang lebih memadai, termasuk kemudahan regulasi serta insentif seperti yang diterapkan pada kawasan ekonomi tertentu.

“Banyak perusahaan galangan kapal di Batam yang mendapatkan insentif karena berada di kawasan ekonomi khusus. Industri galangan nasional di luar Batam pun mengharapkan perlakuan yang sama. Ini menjadi perhatian kami di Komisi VII dan akan terus kami perjuangkan,” tegas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Selain itu, legislator Dapil Jawa Tengah III ini juga  menyoroti pentingnya memperluas kesempatan bagi perusahaan dalam negeri, khususnya anggota asosiasi industri  kapal dan sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo). Dengan jumlah 342 anggota, menurutnya kemampuan industri nasional tidak hanya sebatas perawatan (maintenance), tetapi mampu membangun kapal secara penuh.

“Pemerintah memiliki banyak kebutuhan kapal di BUMN seperti Pertamina, Pelni, dan ASDP. Kesempatan pembangunan kapal itu harus diberikan lebih besar kepada perusahaan dalam negeri. Kalau ada yang belum mampu, barulah melibatkan perusahaan asing. Tapi mereka tadi menegaskan: mereka mampu,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, ia mendorong agar pemerintah terus meningkatkan peran PT PAL dalam memproduksi alat utama pertahanan di sektor maritim sebagai bagian dari penguatan kemandirian industri pertahanan nasional.

Kunjungan kerja ini merupakan rangkaian kegiatan Panitia Kerja (Panja) Daya Saing Industri Komisi VII DPR RI. Berbagai temuan di lapangan akan dirangkum sebagai rekomendasi untuk mendorong penguatan dan perluasan industri pertahanan dalam negeri.

“Komisi VII sedang melakukan belanja masalah di industri pertahanan: tantangan, hambatan, dan apa kebutuhan mereka untuk tumbuh lebih besar. Semua masukan ini akan kami jadikan bahan dalam penyusunan rekomendasi Panja Daya Saing agar industri pertahanan kita benar-benar berkembang dan berdaulat,” pungkasnya. •mar/rdn

Berita terkait

Kunjungi STTAL Surabaya, Komisi I Dalami Pengembangan Teknologi Pertahanan Maritim
Politik dan Keamanan
Kunjungi STTAL Surabaya, Komisi I Dalami Pengembangan Teknologi Pertahanan Maritim
Komisi VII Dorong Pariwisata Berbasis Inovasi dan Hilirisasi Industri Lokal
Industri dan Pembangunan
Komisi VII Dorong Pariwisata Berbasis Inovasi dan Hilirisasi Industri Lokal
Komisi VII Dorong Tata Kelola Industri Air Mineral
Industri dan Pembangunan
Komisi VII Dorong Tata Kelola Industri Air Mineral
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi VII
Sebelumnya

Lampaui Golden Time Tolong Korban Bencana, Respons Basarnas Dinilai Lambat

Selanjutnya

Ilham Permana Dorong PAL Jadi Digital & Green Defence Shipyard Pertama di Asia Tenggara

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(935)
  • Industri dan Pembangunan(3348)
  • Isu Lainnya(1025)
  • Kesejahteraan Rakyat(3349)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4081)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h