E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 4 km/h
Berita/Industri dan Pembangunan

Lampaui Golden Time Tolong Korban Bencana, Respons Basarnas Dinilai Lambat

Diterbitkan
Selasa, 9 Des 2025 14.47 WIB
Bagikan:
Lampaui Golden Time Tolong Korban Bencana, Respons Basarnas Dinilai Lambat

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus saat memimpin rapat di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (8/12/2025). Foto: Oji/vel.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menyoroti lambatnya respons awal Basarnas dalam penanganan bencana yang terjadi baru-baru ini. Ia menilai negara seharusnya belajar dari kejadian tersebut, terutama karena masa “golden time” untuk penyelamatan sudah terlewat. 

“Saya merasa seharusnya negara ini belajar banyak dari kejadian tahun ini. Golden time kita sudah lewat, Pak. Jadi jam emas yang masyarakat miliki harusnya bisa diselamatkan itu sudah lewat,” ujar politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (8/12/2025). 

Ia menjelaskan bahwa satu minggu pertama merupakan periode penting untuk menemukan korban selamat. Namun, respons Basarnas justru dinilai masih kebingungan menghadapi skala bencana yang besar. “Ini hari ke-14, Pak. Harusnya satu minggu pertama itu adalah masa krusial. Lebih krusial lagi adalah tiga hari pertama. Tapi tiga hari pertama posisi kita ini masih seperti orang bingung, Pak,” tegasnya.

Lasarus juga menyoroti masih adanya wilayah terisolasi hingga hari ke-14 bencana. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa upaya penjangkauan korban belum optimal. Ia mengingatkan bahwa masalah serupa telah berulang setiap tahun, terutama terkait keterbatasan dana operasi Basarnas. Kondisi ini kembali terjadi menjelang akhir tahun.

“Dana operasi di Basarnas ini kan dari tahun ke tahun kita teriak terus, Pak. Nah sekarang betul-betul kita kesulitan di akhir tahun ini,” ujarnya.

Lasarus menegaskan bahwa laporan dari lapangan menunjukkan masyarakat masih minim sentuhan bantuan. Ia menilai Basarnas perlu meningkatkan upaya evakuasi, terutama terhadap warga yang kini mengalami penyakit akibat dampak lanjutan bencana. “Situasi sekarang di lapangan, masyarakat masih minim sentuhan. Sekarang, efek dari bencana ini timbul penyakit-penyakit tertentu,” ucap Lasarus.

Ia menekankan bahwa fase tanggap darurat telat berser menjadi tahap mitigasi, sehingga Basarnas harus memastikan evakuasi medis dilakukan secara optimal. 

“Di lapangan, saya rasa memerlukan operasi lebih lanjut dari Basarnas untuk memastikan bahwa warga-warga yang memang belum tertangani ini masih bisa kita evakuasi ke rumah sakit terdekat. Ini terus dilakukan dengan seluruh potensi yang ada,” pungkasnya.

Menurut Lasarus, peluang menemukan korban selamat setelah 14 hari sangat kecil. Karena itu, fokus saat ini harus dikerahkan pada mitigasi dan penanganan lanjutan terhadap masyarakat terdampak. •fr/rdn

Berita terkait

“Pemerintah Tolong! Korban Bencana di Agam Sumbar Butuh Rumah Darurat, Mereka Trauma”
Kesejahteraan Rakyat
“Pemerintah Tolong! Korban Bencana di Agam Sumbar Butuh Rumah Darurat, Mereka Trauma”
Respons Bencana Dinilai Lambat, Pemerintah Diminta Perkuat Mitigasi
Industri dan Pembangunan
Respons Bencana Dinilai Lambat, Pemerintah Diminta Perkuat Mitigasi
Ruslan M Daud Minta Sinkronisasi Pusat dan Daerah Demi Tekan Ketimpangan Hunian Korban Bencana
Industri dan Pembangunan
Ruslan M Daud Minta Sinkronisasi Pusat dan Daerah Demi Tekan Ketimpangan Hunian Korban Bencana
Tags:#Berita Utama#Komisi V
Sebelumnya

Komisi V Minta BMKG Optimalkan Informasi Peringatan Dini Bencana hingga ke Pelosok Desa

Selanjutnya

Kunjungi PT PAL Surabaya, Komisi VII Dorong Kemandirian Industri Pertahanan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(817)
  • Industri dan Pembangunan(3018)
  • Isu Lainnya(1006)
  • Kesejahteraan Rakyat(2935)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3647)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI