E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 3 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 3 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 3 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Akselerasi Pariwisata Nasional: Menghapus Ketimpangan dan Mendorong Pertumbuhan Berbasis Desa

Diterbitkan
Selasa, 4 Nov 2025 13.47 WIB
Bagikan:
Akselerasi Pariwisata Nasional: Menghapus Ketimpangan dan Mendorong Pertumbuhan Berbasis Desa

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, saat memimpin pertemuan kunjungan kerja reses di Bali, Jumat (31/10/2025). Foto: Bianca/vel.

PARLEMENTARIA, Bali – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, menyoroti potensi besar pariwisata Indonesia yang dijuluki “surga pariwisata” namun masih menghadapi persoalan ketimpangan tata kelola dan ekosistem yang belum merata. Ia menekankan perlunya dorongan ekstra dari pemerintah untuk mengembangkan destinasi di luar Bali agar manfaat ekonomi dari sektor ini dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

Lamhot Sinaga mengungkapkan data devisa pariwisata pada tahun 2024 yang mencapai Rp243 triliun. Mirisnya, 44 persen dari angka tersebut masih terkonsentrasi di Bali, sementara 56 persen lainnya tersebar di seluruh Indonesia. “Artinya ini ada ketimpangan sama sekali,” ujar Lamhot, kepada Parlementaria, di Bali, Jumat (31/10/2025). Padahal, pada tahun 2019, sebelum sektor ini digarap serius, pariwisata sudah menghasilkan devisa yang mengalahkan sektor migas, tambang, dan ekspor.

Untuk mengatasi ketimpangan, pemerintah kala itu menetapkan 10 Destinasi Prioritas yang kemudian dikerucutkan menjadi 5 Destinasi Super Prioritas (DSP), seperti Labuan Bajo, Danau Toba, dan Borobudur. Bali tidak masuk dalam kategori 5 DSP karena dinilai sudah survive dan mendunia.

Untuk mendorong pemerataan, DPR melalui fungsi legislasi, telah mengesahkan revisi Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan bulan lalu. Salah satu poin penting dalam UU baru ini adalah klasifikasi pembangunan pariwisata yang didorong untuk tumbuh dari bawah, yakni melalui pengklasifikasian. Desa Wisata, Desa Rintisan, Desa Berkembang, Desa Maju, dan Desa Mandiri.

“Kita ingin mendorong bahwa pariwisata ini juga menjadi sumber ekonomi rakyat kita, rakyat kecil,” tegas Lamhot. Ia membandingkan kondisi Bali, di mana hampir 90 persen masyarakatnya hidup dari pariwisata, dengan kawasan lain seperti Danau Toba (meliputi 7 kabupaten), Labuan Bajo, dan Raja Ampat, di mana masyarakat di sekitarnya belum hidup dari pariwisata. Targetnya, UU baru ini diharapkan akan menciptakan sumber ekonomi baru bagi masyarakat di daerah wisata tersebut.

Selain itu, Politisi Fraksi Partai Golkar ini juga membandingkan capaian pariwisata Indonesia dengan negara tetangga, menurutnya persoalan mendasar rendahnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia adalah masalah aksesibilitas dan konektivitas.

Ia mencontohkan, wisatawan yang ingin ke Gili Trawangan sering memilih penerbangan melalui Bali, bukan Lombok, karena ketiadaan aksesibilitas.

Hal ini membuat Bali menjadi hub dan menyebabkan isu overtourism serta kenaikan harga tiket. “Sebenarnya adalah bukan overtourism, cuma dia mau ke Gili Trawangan harus lewat Bali,” jelasnya memberi salah satu contoh Bali menjadi hub bagi daerah lain.

Sementara itu, harga tiket yang mahal juga menjadi kendala. Ia mencontohkan harga tiket ke Maluku yang jauh lebih mahal daripada berwisata ke Thailand. Lamhot pun mendesak pihak terkait untuk memikirkan ekosistem pariwisata secara keseluruhan, termasuk mendukung UMKM dan ekonomi kreatif yang menopang pariwisata.

“Dukungan dari UMKM dan ekonomi kreatif ini juga sebagai penopang terhadap pariwisata. Wisata itu kan nggak boleh hanya melihat view,” tutup Lamhot, seraya menambahkan pentingnya orkestrasi dan koordinasi birokrasi antar-lembaga dalam pengembangan pariwisata nasional. •bia/aha

Berita terkait

Komisi X: Kenaikan Pajak Hiburan Perlambat Pertumbuhan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Kesejahteraan Rakyat
Komisi X: Kenaikan Pajak Hiburan Perlambat Pertumbuhan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang inklusif dan Berkelanjutan
Populer
Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang inklusif dan Berkelanjutan
Kementerian Desa Didorong Tingkatkan Kinerja Bumdes dan Desa Wisata
Industri dan Pembangunan
Kementerian Desa Didorong Tingkatkan Kinerja Bumdes dan Desa Wisata
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi VII
Sebelumnya

Dana Otsus Papua Dapat Digunakan untuk Perkuat Sektor Pertanian dan Ketahanan Pangan

Selanjutnya

Pembangunan Pelabuhan Kunci Pertumbuhan Ekonomi Pesisir Papua

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(758)
  • Industri dan Pembangunan(2695)
  • Isu Lainnya(981)
  • Kesejahteraan Rakyat(2576)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3195)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Dampak penutupan selat hormus

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 90%
Angin: 3 km/h