E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 69%
Angin: 8 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 69%
Angin: 8 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 69%
Angin: 8 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

234 Triliun Anggaran Daerah Mengendap di Perbankan, Kontradiksi Pemda Kurang Dana!

Diterbitkan
Jumat, 24 Okt 2025 09.46 WIB
Bagikan:
234 Triliun Anggaran Daerah Mengendap di Perbankan, Kontradiksi Pemda Kurang Dana!

Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli dalam agenda Dialektika Demokrasi secara virtual di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/10/2025). Foto: Runi/Andri.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia menyoroti pentingnya sinkronisasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengelola dana pembangunan, terutama terkait fenomena dana daerah yang tidak terserap. Diketahui, berdasarkan data Kementerian Keuangan, tercatat sekitar Rp234 triliun anggaran daerah yang mengendap di perbankan, baik pusat maupun daerah, sehingga belum digunakan secara optimal.

Hal ini disampaikannya dalam acara Dialektika Demokrasi bertajuk “Dari Mengendap ke Berdampak: Optimalisasi Anggaran Pemda untuk Pembangunan” yang diselenggarakan oleh Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Pemberitaan Parlemen DPR RI di Ruang PPIP, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/10/2025). Selain Ahmad Doli, Acara ini turut menghadirkan Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago dan Akmal Irawan (Jurnalis MNC Trijaya) sebagai moderator.

“Misinya adalah agar pembangunan di seluruh wilayah bisa berkesinambungan dan berkelanjutan. Kita berharap percepatan pembangunan daerah dapat mendukung percepatan pembangunan nasional. Namun, ironinya, masih ada ratusan triliun rupiah dana APBD yang mengendap di bank,” ujar Doli.

Politisi Fraksi Golkar ini menjelaskan bahwa kondisi tersebut menjadi kontradiktif ketika di satu sisi pemerintah daerah mengaku kekurangan dana, tetapi di sisi lain masih terdapat anggaran yang tidak terserap. Ia menilai hal itu perlu segera dijelaskan agar tidak menimbulkan kebingungan publik maupun distorsi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.

“Kalau tidak ada penjelasan yang jelas, ini bisa menimbulkan kebingungan dan kontraproduktif. Di satu sisi kepala daerah meminta tambahan anggaran, tapi di sisi lain ada dana besar yang belum digunakan. Ini harus disinkronkan dan dibahas bersama antara pemerintah pusat dan daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Doli mengingatkan agar pengelolaan dana transfer ke daerah dilakukan dengan tata kelola yang baik dan bersih dari praktik korupsi. Menurutnya, setiap rupiah anggaran yang diberikan pemerintah pusat harus berdampak langsung terhadap percepatan pembangunan yang dirasakan masyarakat.

“Tentu bagi pemerintah daerah harus ada jaminan bahwa dana transfer itu dikelola secara transparan dan akuntabel. Tidak boleh ada penyelewengan. Tujuannya jelas, agar masyarakat merasakan manfaat pembangunan,” tambahnya.

Ia juga mendorong Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri untuk segera berkoordinasi dengan para kepala daerah guna membahas penyebab tidak terserapnya anggaran tersebut. Doli menilai langkah ini penting untuk mencegah stagnasi pembangunan serta menjaga stabilitas fiskal nasional.

“Saya menyarankan agar Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri duduk bersama kepala daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, untuk mendudukkan persoalan ini. Jangan sampai ada kepala daerah yang tidak tahu ada anggaran mengendap sebesar itu,” ujarnya.

Menutup paparannya, Doli berharap hasil diskusi ini dapat menjadi masukan bagi pemerintah pusat agar kebijakan pengelolaan dana daerah dapat lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada hasil nyata di lapangan.

“Dengan koordinasi yang baik, kita bisa memastikan setiap anggaran yang dialokasikan benar-benar berdampak. Jangan sampai pembangunan nasional terganggu hanya karena persoalan teknis di daerah,” tutupnya. •wsp/rdn

Berita terkait

Gus Khozin Pertanyakan Efektivitas Pengawasan Kemendagri terkait Dana Pemda Mengendap di Bank
Politik dan Keamanan
Gus Khozin Pertanyakan Efektivitas Pengawasan Kemendagri terkait Dana Pemda Mengendap di Bank
Komisi II Akan Panggil Pemda dan Kemendagri terkait 234 Triliun Dana Mengendap di Bank
Politik dan Keamanan
Komisi II Akan Panggil Pemda dan Kemendagri terkait 234 Triliun Dana Mengendap di Bank
Komisi II Dorong Efisiensi Anggaran Daerah di Tengah Tekanan APBN
Politik dan Keamanan
Komisi II Dorong Efisiensi Anggaran Daerah di Tengah Tekanan APBN
Tags:#Berita Utama#Komisi II
Sebelumnya

Netty Aher Apresiasi Program Magang Nasional, Dorong Pemerataan dan Kualitas Pembelajaran Kerja

Selanjutnya

Komisi II Akan Panggil Pemda dan Kemendagri terkait 234 Triliun Dana Mengendap di Bank

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(935)
  • Industri dan Pembangunan(3349)
  • Isu Lainnya(1025)
  • Kesejahteraan Rakyat(3350)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4083)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 69%
Angin: 8 km/h