E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 9 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 9 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 9 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Wujudkan Pemajuan Kebudayaan, Fikri Faqih Dorong Kesenian Lokal Berinovasi Tanpa Tinggalkan Tradisi

Diterbitkan
Selasa, 7 Okt 2025 10.42 WIB
Bagikan:
Wujudkan Pemajuan Kebudayaan, Fikri Faqih Dorong Kesenian Lokal Berinovasi Tanpa Tinggalkan Tradisi

Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, saat kegiatan pagelaran seni tari di Sekolah Islam Terpadu Yayasan Harapan Umat, Brebes, Sabtu (4/10/2025). Foto: Ridwan/vel.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Pengembangan seni tari tradisional di Brebes mendapat sorotan serius dari Komisi X DPR RI. Melalui kegiatan pagelaran seni tari di Sekolah Islam Terpadu Yayasan Harapan Umat, Brebes, pada Sabtu (4/10/2025), Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menegaskan bahwa kesenian lokal harus dikembangkan dengan inovasi agar mampu bersaing dan tidak hilang ditelan zaman.

Karena itu, Fikri Faqih menekankan pentingnya penerapan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Menurutnya, esensi undang-undang tersebut melampaui sekadar pelestarian, tetapi juga mengarah pada perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan secara berkelanjutan.

“Kita ini sering hanya berhenti pada pelestarian. Tari tradisional hanya ditampilkan seperti dulu, tanpa ada inovasi. Padahal undang-undangnya bukan Undang-Undang Kebudayaan biasa, tapi Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan. Artinya harus ada pembaruan dan kreativitas,” kata Abdul Fikri Faqih dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, di Jakarta, Minggu (5/10/2025).

Ia mencontohkan fenomena drakor (drama Korea) yang mudah diterima masyarakat Indonesia karena dikemas modern, menarik, dan disebarluaskan secara luas. Kontrasnya, banyak budaya Indonesia justru hilang karena hanya diwariskan tanpa pengembangan.

Dalam konteks Brebes, ia menilai kesenian lokal seperti tarian khas daerah sering kali hanya ditampilkan dalam bentuk asli. “Inovasi bukan berarti meninggalkan tradisi, tapi justru memperkuatnya agar tetap relevan dengan zaman,” tegas Politisi Fraksi PKS ini.

Fikri berharap, tari tradisional Brebes dapat mencontoh keberhasilan Tari Saman dari Aceh atau Tari Japin dari Riau yang berhasil mendunia berkat inovasi tanpa meninggalkan nilai aslinya. Pelaku seni tari dari Brebes, Nurhalimah, menyambut baik dorongan ini. Ia mengakui, kelompoknya masih terbatas menampilkan tari secara konvensional, sehingga anak-anak muda kurang tertarik.

“Kami sering tampil di acara-acara kecamatan atau kabupaten, tapi bentuknya masih itu-itu saja. Anak-anak muda kadang kurang tertarik karena tidak ada sentuhan baru. Kalau ada pelatihan inovasi tari, kami siap ikut,” tuturnya.

Nurhalimah berharap adanya program pembinaan dan kolaborasi dengan koreografer muda, termasuk pemanfaatan media digital. “Kalau tari kita bisa ditampilkan lewat media sosial dengan kemasan menarik, pasti banyak yang tertarik. Generasi muda itu kan visual banget,” ungkapnya.

Kementerian Kebudayaan RI dan Komisi X DPR RI terus mendorong revitalisasi tari tradisional dengan menyesuaikan koreografi dan penampilan, serta mengintegrasikannya ke dalam kegiatan ekonomi kreatif seperti festival kuliner dan pariwisata. •rdn

Berita terkait

Rembuk Budaya Tegal Saat Reses, Fikri Faqih Dorong Sastra Lokal Masuk Kurikulum Sekolah
Kesejahteraan Rakyat
Rembuk Budaya Tegal Saat Reses, Fikri Faqih Dorong Sastra Lokal Masuk Kurikulum Sekolah
Fikri Faqih Tolak Pemotongan Anggaran, Dorong Penambahan Rp3,965 Triliun untuk Kementerian Kebudayaan
Kesejahteraan Rakyat
Fikri Faqih Tolak Pemotongan Anggaran, Dorong Penambahan Rp3,965 Triliun untuk Kementerian Kebudayaan
Selamatkan PTS Kecil, Fikri Faqih Dorong Transformasi Dana Operasional Perguruan Tinggi
Kesejahteraan Rakyat
Selamatkan PTS Kecil, Fikri Faqih Dorong Transformasi Dana Operasional Perguruan Tinggi
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi X
Sebelumnya

Puan Harap TNI Makin Modern dan Selalu Setia Jaga Kedaulatan Negara di HUT ke-80

Selanjutnya

Dorong Pembentukan UU Makan Bergizi Gratis: Antisipasi Keracunan dan Jamin Keberlanjutan Program

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(935)
  • Industri dan Pembangunan(3349)
  • Isu Lainnya(1025)
  • Kesejahteraan Rakyat(3350)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4083)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 9 km/h