E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 78%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 78%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 78%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

Penegakan Hukum Harus Tegas dan Adil dalam Penanganan Konflik Agraria di Danau Toba

Diterbitkan
Selasa, 7 Okt 2025 10.11 WIB
Bagikan:
Penegakan Hukum Harus Tegas dan Adil dalam Penanganan Konflik Agraria di Danau Toba

Anggota Komisi XIII DPR RI Maruli Siahaan saat rapat dengar pendapat Komisi XIII DPR RI bersama perwakilan masyarakat, aparat hukum, dan pihak perusahaan di Medan. Foto: Nadya/vel.

PARLEMENTARIA, Medan – Anggota Komisi XIII DPR RI Maruli Siahaan menegaskan pentingnya penegakan hukum yang tegas, objektif, dan tanpa pandang bulu dalam menyelesaikan konflik agraria antara masyarakat dan PT. Toba Pulp Lestari (TPL) di kawasan Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara.

Dalam rapat dengar pendapat Komisi XIII DPR RI bersama perwakilan masyarakat, aparat hukum, dan pihak perusahaan di Medan, Maruli menekankan bahwa setiap tindak pidana, baik yang dilakukan oleh pihak perusahaan maupun masyarakat, harus ditangani secara hukum berdasarkan laporan resmi dan proses penyelidikan yang transparan.

“Kalau ada peristiwa penyerangan, pengerusakan, atau perampasan lahan, itu pidana murni. Hukum harus ditegakkan tanpa melihat siapa pelakunya, apakah perusahaan atau masyarakat. Polisi wajib turun ke lapangan menindaklanjuti laporan masyarakat,” tegas Maruli kepada Parlementaria di Medan, Sumatera Utara, Jumat (03/10/2025).

Ia meminta Kapolda Sumatera Utara agar menginstruksikan seluruh Kapolres dan intelkam di kabupaten kawasan Danau Toba untuk aktif memantau perkembangan di lapangan dan memastikan situasi keamanan terkendali tanpa kekerasan.

Maruli juga menyoroti perlunya peninjauan kembali izin konsesi PT. TPL, mengingat konflik telah berlangsung sejak lama. Berdasarkan data, perusahaan tersebut memperoleh izin konsesi sejak tahun 1992, sedangkan masyarakat telah bermukim dan bertani di wilayah tersebut jauh sebelum izin diterbitkan.

“Kita harus libatkan pemerintah pusat dan kepala daerah untuk memastikan status lahan. Apakah itu tanah adat atau tanah konsesi, supaya tata ruangnya jelas dan tidak menimbulkan tumpang tindih,” ujarnya.

Hasil kesimpulan rapat Komisi XIII DPR RI menegaskan bahwa terdapat dugaan pelanggaran HAM yang bersifat struktural dan sistematis dalam konflik agraria di wilayah PT. TPL. DPR RI meminta Kementerian HAM, Komnas HAM, dan LPSK untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), serta mendorong seluruh pihak menempuh pendekatan dialog dan non-represif.

Data menunjukkan bahwa konflik agraria di Sumatera Utara mencapai 33 kasus dengan total luasan 34.000 hektare, sebagian besar melibatkan klaim tumpang tindih antara masyarakat adat, perusahaan, dan pemerintah daerah.

Maruli menegaskan bahwa solusi hukum tidak boleh mengabaikan aspek sosial dan ekonomi masyarakat.

“Kalau perusahaan melanggar hukum atau merusak lingkungan, izinnya harus dicabut. Tapi kalau hanya ada kesalahan administratif, harus diperbaiki. Karena ada 4.000 pekerja di sana, yang berarti 12.000 jiwa bergantung hidup dari pabrik itu. Kita jangan sampai menimbulkan pertumpahan darah,” katanya.

Komisi XIII DPR RI menegaskan komitmennya untuk terus mengawasi penegakan hukum dan HAM di kawasan Danau Toba, serta memastikan seluruh pihak mematuhi prinsip keadilan, kemanusiaan, dan keberlanjutan lingkungan. •ndy/rdn

Berita terkait

Maruli Siahaan: Penegakan Hukum Wajib Junjung HAM dalam Dugaan Pemukulan Terdakwa Kasus Indramayu
Politik dan Keamanan
Maruli Siahaan: Penegakan Hukum Wajib Junjung HAM dalam Dugaan Pemukulan Terdakwa Kasus Indramayu
Era Baru Penegakan Hukum: Urgensi Kesiapan APH Di Daerah
Politik dan Keamanan
Era Baru Penegakan Hukum: Urgensi Kesiapan APH Di Daerah
Penegakan Hukum di NTT Harus Adil Tanpa Tebang Pilih
Politik dan Keamanan
Penegakan Hukum di NTT Harus Adil Tanpa Tebang Pilih
Tags:#Berita Utama#Komisi XIII
Sebelumnya

Komisi II Dorong BNPP Koordinasi untuk Fungsikan PLBN Sebatik

Selanjutnya

Komisi XIII Apresiasi Kinerja Mitra di Sumut atas Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(817)
  • Industri dan Pembangunan(3018)
  • Isu Lainnya(1006)
  • Kesejahteraan Rakyat(2935)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3647)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 78%
Angin: 4 km/h