E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Ekonomi dan Keuangan

Kinerja APBN Januari 2025 Tertekan, Anis Byarwati: Perlu Ditingkatkan

Diterbitkan
Selasa, 18 Mar 2025 09.41 WIB
Bagikan:
Kinerja APBN Januari 2025 Tertekan, Anis Byarwati: Perlu Ditingkatkan
PARLEMENTARIA, Jakarta – Setelah ditunggu sekian lama, akhirnya Kementerian Keuangan mengumumkan kinerja APBN sampai dengan Februari 2025. Biasanya peyampaian laporan kinerja APBN secara bulanan tidak jauh dari selesainya periode satu bulan.

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menyebut penyampaian APBN Januari 2025, mengalami keterlambatan lebih dari satu bulan. “Kondisi tersebut, tentu menimbulkan tanda tanya bagi masyarakat, apa yang sedang terjadi dengan kondisi APBN Januari 2025,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, di Jakarta, Minggu (16/3/2025).

Menurut Anis, pertanyaan publik tersebut akhirnya terjawab, kondisi APBN Januari hingga Februari 2025 tidak seperti biasanya, mengalami kontraksi baik dari sisi penerimaan maupun belanja negara. “Sejak awal Kementerian Keuangan harus mencegah pelebaran defisit APBN 2025 dari target, menyusul tren penurunan penerimaah pajak, dan belanja yang tinggi, sehingga tidak menambah beban APBN ke depan,” ungkapnya.

Politisi Fraksi PKS ini menyampaikan penerimaan perpajakan Januari 2025, terdiri atas Penerimaan Pajak senilai Rp88,89 triliun, 4,06% dari target atau turun 41,86% (yoy). “Sementara Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Rp26,29 triliun yang mencapai 8,72% dari target tercatat mengalami peningkatan sebesar 14,75%. Sedangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat telah masuk senilai Rp42,13 triliun atau 8,2% dari target atau turun 3,03% (yoy). Kemudian Penerimaan Hibah senilai Rp9,8 miliar,” ujarnya.

Dari sisi belanja, sampai dengan Januari 2025, belanja Pemerintah Pusat mencapai Rp86,04 triliun mengalami penurunan 10,75% dibandingkan tahun sebelumnya (yoy). Terdiri atas realisasi Belanja K/L Rp24,38 triliun atau turun sebesar 45,5% dan realisasi Belanja non-K/L Rp61,66 triliun meningkat 19,43% (yoy). Sedangkan belanja melalui Transfer ke Daerah (TKD) mencapai Rp94,73 triliun.

Doktor Ekonomi jebolan Unair ini menyebut posisi belanja yang lebih besar dari pendapatan membuat APBN Januari 2025 mengalami defisit. Defisit anggaran pada Januari 2025 tercatat senilai Rp23,5 triliun atau 0,10% terhadap PDB. “Posisinya berbalik jika dibandingkan dengan Januari 2024 ketika APBN mengalami surplus Rp35,1 triliun atau 0,16% terhadap PDB. Kondisi ini kali pertama APBN mengalami defisit lagi pada Januari. Pasalnya, pada 2022 hingga 2024 APBN masih mengalami surplus pada bulan pertama,” katanya.

Ia pun menyampaikan bahwa angka defisit ini kemudian menyebabkan pembiayaan anggaran pada Januari 2025 tercatat senilai Rp154 triliun atau meningkat sebesar 43,5% dari realisasi pembiayaan anggaran Januari 2024 senilai Rp107,3 triliun. Keseimbangan primer APBN Januari 2025 tercatat senilai Rp10,61 triliun, jumlahnya turun 83,7% (yoy) dari posisi keseimbangan primer Januari 2024 senilai Rp65,25 triliun.

Anis mengingatkan walaupun kinerja APBN sampai dengan Januari 2025 masih berada dalam frame APBN 2025, namun tekanan terhadap APBN di awal tahun harus tetap diwaspadai. “Beberapa kebijakan seperti Coretax, Kebijakan terhadap PPN, diduga mempengaruhi kinerja APBN. Oleh sebab itu, Kemenkeu dan kemnterian terkait perlu lebih waspada dan hati-hati dalam merumuskan kebijakan yang memberikan dampak terhadap kondisi perekonomian,” serunya. •we/rdn

Berita terkait

Anis Byarwati: Kinerja APBN Masih Belum Optimal
Ekonomi dan Keuangan
Anis Byarwati: Kinerja APBN Masih Belum Optimal
Dorong Pertumbuhan Ekonomi, APBN 2025 Perlu Sesuaikan dengan Regulasi Terbaru
Ekonomi dan Keuangan
Dorong Pertumbuhan Ekonomi, APBN 2025 Perlu Sesuaikan dengan Regulasi Terbaru
Anis Byarwati Sebut Pemerintah Baru Punya Peluang Rombak APBN 2025
Ekonomi dan Keuangan
Anis Byarwati Sebut Pemerintah Baru Punya Peluang Rombak APBN 2025
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi XI
Sebelumnya

Bawa 5.000 Pemudik, Dasco Lepas 100 Bus Pulang Basamo Gelombang Pertama ke Sumbar

Selanjutnya

Kejar Penerimaan Pajak, Puteri Komarudin Dorong DJP Siapkan Strategi

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(817)
  • Industri dan Pembangunan(3018)
  • Isu Lainnya(1006)
  • Kesejahteraan Rakyat(2935)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3647)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Reses|Haji|timwas haji|RUU Masyarakat Adat|Pendidikan|PPPK|Rapat Paripurna|Kesehatan|Judol|Hantavirus|energi|Judi Online|321 WNA
Jakarta:
Berawan sebagian
31°C
Terasa: 36°C
Lembab: 64%
Angin: 4 km/h