E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 88%
Angin: 3 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 88%
Angin: 3 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 88%
Angin: 3 km/h
/
/
Berita/Ekonomi dan Keuangan

Anis Byarwati: Kinerja APBN Masih Belum Optimal

Diterbitkan
Senin, 24 Nov 2025 10.10 WIB
Bagikan:
Anis Byarwati: Kinerja APBN Masih Belum Optimal

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati. Foto: Karisma/vel.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Kementerian Keuangan baru saja melaporkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) alami defisit Rp479,7 triliun di Oktober 2025, atau 2,02 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Selain itu pendapatan negara hingga akhir Oktober 2025 mencapai Rp2.113,3 triliun atau setara 73,7 persen terhadap outlook APBN 2025. Kemudian, realisasi belanja negara hingga Oktober 2025 mencapai Rp2.593 triliun atau 73,5 persen dari outlook 2025.

Merespons hal itu, Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati memberikan apresiasi atas capaian tersebut dan beberapa catatan atas kinerja APBN 2025. Menurutnya Kemenkeu harus bekerja lebih keras untuk mengejar target pendapatan negara ditengah melemahnya daya beli masyarakat. 

“Jika dibandingkan dengan Oktober tahun 2024 lalu, pendapatan negara Oktober 2025 menurun sebesar 6,5 persen, karena tahun lalu sebesar 80,2 bisa dicapai, sementara sekarang hanya 73,7 persen,” katanya dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, di Jakarta, Minggu (22/11/25).

Menurut anggota Badan Anggaran DPR RI ini penurunan juga terjadi pada realisasi belanja negara di Oktober 2025 yang sebesar 73,5 persen dari outlook 2025, lebih rendah dibandingkan realisasi Oktober 2024 sebesar 74,3 persen. “Ada penurunan 0,8 persen dibandingkan periode Oktober 2024, padahal seharusnya semangat Menteri Keuangan untuk melakukan percepatan belanja,  berdampak pada kenaikan realisasi belanja negara di Oktober, nyatanya data berkata lain,” ujarnya.

Politisi Fraksi PKS ini mengingatkan Kemenkeu RI untuk lebih mendorong realisasi belanja lebih cepat. “Realisasi dan eksekusi yang lemah akan mereduksi fungsi stimulus yang seharusnya akan lebih optimal ketika dieksekusi cepat. Pemeritah harus bekerja lebih ekstra, karena ini menyangkut kondisi ekonomi, harapan, dan kesejahteraan rakyat secara luas,” paparnya.

Terkait defisit APBN hingga Oktober 2025, anggota Komisi XI DPR RI ini menyebut terjadi kenaikan defisit yang signifikan jika dibandingkan tahun lalu, periode Oktober 2024 sebesar 1,37 persen terhadap PDB sementara Oktober 2025 mencapai 2,02 persen. “Defisit anggaran sendiri terjadi akibat realisasi pendapatan negara lebih rendah dibanding realisasi belanja negara, artinya Kemenkeu harus mendorong lebih ekstra agak pendapatan negara bisa optimal ditengah ketidakpastian global,” ujarnya.

Wakil Rakyat dari Dapil Jakarta Timur ini pun menambahkan defisit yang semakin mengecil merupakan amanat dari Presiden Prabowo yang disampaikan saat pemaparan RUU APBN dan Nota Keuangan di gedung DPR RI bulan Agustus lalu. “Sehingga menkeu harus mengupayakan amanat presiden tersebut seoptimal mungkin,” pungkasnya. •we/rdn

Berita terkait

Kinerja APBN Januari 2025 Tertekan, Anis Byarwati: Perlu Ditingkatkan
Ekonomi dan Keuangan
Kinerja APBN Januari 2025 Tertekan, Anis Byarwati: Perlu Ditingkatkan
Anis Byarwati: PNBP Belum Optimal Karena Keterlambatan Setor dan Belum Miliki Dasar Hukum
Ekonomi dan Keuangan
Anis Byarwati: PNBP Belum Optimal Karena Keterlambatan Setor dan Belum Miliki Dasar Hukum
Said Abdullah Sampaikan Catatan Akhir Tahun Kinerja APBN 2023, Apa Saja?
Ekonomi dan Keuangan
Said Abdullah Sampaikan Catatan Akhir Tahun Kinerja APBN 2023, Apa Saja?
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi XI
Sebelumnya

Sumsel Surplus Energi tetapi Warganya Banyak Belum Teraliri Listrik, Komisi XII: Sebuah Paradoks!

Selanjutnya

RUU Pangan Harus Perkuat Hilirisasi dan Kurangi Ketergantungan Impor

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(758)
  • Industri dan Pembangunan(2695)
  • Isu Lainnya(981)
  • Kesejahteraan Rakyat(2576)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3195)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Dampak penutupan selat hormus

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 88%
Angin: 3 km/h