E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 9 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 9 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 9 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Putra Nababan: Aspek Pendidikan Masuk dalam Pembahasan RUU Kepariwisataan

Diterbitkan
Kamis, 13 Mar 2025 10.22 WIB
Bagikan:
Putra Nababan: Aspek Pendidikan Masuk dalam Pembahasan RUU Kepariwisataan
PARLEMENTARIA, Jakarta – Komisi VII DPR RI meminta pemerintah untuk meningkatkan edukasi mengenai pentingnya pariwisata yang berkelanjutan di masyarakat. Hal itu guna mengangkat potensi destinasi wisata di setiap daerah.

“Sebagian dari mereka minim sekali sadar pariwisata, kesadaran berwisata, dan kesadaran menjaga keberlanjutan destinasi pariwisata. Inilah yang mendorong pembentukan Panja DPR (tentang RUU Kepariwisataan), agar pendidikan tentang pariwisata dimasukkan ke dalam Undang-Undang Pariwisata,” ungkap Anggota Komisi VII DPR RI Putra Nababan dalam Rapat Kerja Komisi VII bersama Menteri Pariwisata di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (10/03/2025).

Diketahui, saat ini, Komisi VII telah membentuk Panja RUU tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan (RUU Kepariwisataan). RUU ini merupakan Usul Inisiatif DPR yang termuat dalam Prolegnas Prioritas 2025.

Putra menyoroti kenyataan bahwa banyak masyarakat lokal di sekitar Destinasi Pariwisata Prioritas dan Super Prioritas (DPSP), yang hanya menjadi penonton dalam kegiatan pariwisata tersebut. Mereka belum sepenuhnya sadar akan pentingnya menjaga keberlanjutan destinasi wisata dan cara-cara pengelolaan yang baik. Salah satu indikatornya adalah masih kurangnya perhatian terhadap kebersihan di destinasi wisata.

Selain itu, Putra juga mengkritisi ketidakhadiran pariwisata secara jelas dalam beberapa undang-undang pendidikan, seperti Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 12 Tahun 2024 tentang penerapan Kurikulum Merdeka dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Hal ini menyebabkan banyak masyarakat, seperti di Manggarai, NTT, lebih memilih profesi di sektor PNS, kesehatan, atau pendidikan, sementara industri pariwisata di daerah mereka semakin berkembang.

“Kita ingin agar kesadaran tentang kebersihan dan keberlanjutan pariwisata dapat diterapkan dalam pendidikan formal dan informal. Namun, hal ini belum terhubung dengan baik, karena pemerintah hanya membahas pendidikan dalam konteks nasional secara umum,” ujar Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Untuk itu, ia meminta pemerintah untuk mempertimbangkan memasukkan pariwisata sebagai bagian dari pembelajaran di sistem pendidikan di Indonesia. Termasuk, juga usulan agar pemerintah Indonesia memperkuat diplomasi budaya.

“Ibu Menteri melakukan diplomasi budaya di pameran dagang pariwisata dunia di Berlin, dengan memperkenalkan Danau Toba, budaya Batak, dan lainnya. Sebagai pembuat undang-undang, kami ingin budaya Indonesia menjadi bagian dari soft diplomacy kita di kancah internasional, dan kami ingin memperkuat hal ini,” pungkasnya. •rnm/rdn

Berita terkait

Perlindungan Harta Bersama Jadi Substansi Penting dalam Pembahasan RUU Perampasan Aset
Politik dan Keamanan
Perlindungan Harta Bersama Jadi Substansi Penting dalam Pembahasan RUU Perampasan Aset
Safaruddin: Potensi Penyalahgunaan Vape Masuk Dalam Pembahasan RUU Narkotika
Politik dan Keamanan
Safaruddin: Potensi Penyalahgunaan Vape Masuk Dalam Pembahasan RUU Narkotika
Perlindungan Karya Tradisional dan Transparansi Pengelolaan Royalti Harus Masuk dalam Pembahasan RUU Hak Cipta
Politik dan Keamanan
Perlindungan Karya Tradisional dan Transparansi Pengelolaan Royalti Harus Masuk dalam Pembahasan RUU Hak Cipta
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi VII
Sebelumnya

Soroti Tata Kelola Energi, Mulyadi Dukung Upaya Bersih-Bersih Mafia Migas

Selanjutnya

Apresiasi LOBO I 2025, BAM: Gambaran Jelas Harapan Masyarakat pada DPR

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(935)
  • Industri dan Pembangunan(3349)
  • Isu Lainnya(1025)
  • Kesejahteraan Rakyat(3350)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4083)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Kesehatan|Bencana|SPMB|PTN|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 9 km/h