E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RAPBN 2027|Ekonomi|Kesehatan|Bencana|RUU Sisdiknas|SPMB|PTN|Anggaran|Pendidikan|PHK|Perguruan Tinggi|fiskal|UU TPKS
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 69%
Angin: 8 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RAPBN 2027|Ekonomi|Kesehatan|Bencana|RUU Sisdiknas|SPMB|PTN|Anggaran|Pendidikan|PHK|Perguruan Tinggi|fiskal|UU TPKS
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 69%
Angin: 8 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RAPBN 2027|Ekonomi|Kesehatan|Bencana|RUU Sisdiknas|SPMB|PTN|Anggaran|Pendidikan|PHK|Perguruan Tinggi|fiskal|UU TPKS
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 69%
Angin: 8 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Habib Syarief: Peran Besar Pesantren di Sejarah dan Pendidikan Bangsa

Diterbitkan
Jumat, 7 Mar 2025 09.53 WIB
Bagikan:
Habib Syarief: Peran Besar Pesantren di Sejarah dan Pendidikan Bangsa
PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief Muhammad, menegaskan peran besar pesantren dalam perjalanan sejarah bangsa dan pendidikan di Indonesia. Menurutnya, sejak abad ke-18, pesantren telah menjadi pilar penting dalam membangun karakter kebangsaan serta melahirkan tokoh-tokoh negarawan.

“Dari tahun 1700, pesantren sudah ada di Indonesia. Sejak 1940, terjadi kemajuan luar biasa, dan kini jumlah pesantren hampir mencapai 40.000. Perannya dalam perjuangan kemerdekaan pun sangat signifikan, terutama melalui Resolusi Jihad yang melatarbelakangi peristiwa 10 November,” ujar Habib Syarief dalam Diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Mengawal Komitmen Kementerian Agama dalam Penerapan Kebijakan Pesantren Ramah Anak” di Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (6/3/2025).

Namun, ia menyoroti fenomena dalam satu dekade terakhir, di mana banyak orang tua yang awalnya menyekolahkan anak mereka ke sekolah unggulan atau eksklusif mulai merasa kecewa. Menurutnya, biaya mahal tidak selalu sebanding dengan pembentukan karakter yang baik.

“Banyak orang tua mengeluhkan perubahan karakter anak mereka yang menjadi egois, sulit bersosialisasi, introvert, arogan, keras hati, dan cenderung elitis. Ini membuat beberapa pemikir pendidikan mulai melirik pesantren sebagai solusi dengan mengombinasikan sistem pendidikan unggulan dan pesantren,” jelasnya.

Lebih lanjut, Habib Syarief menekankan bahwa sistem pendidikan pesantren memiliki keunggulan dalam membentuk karakter yang egaliter dan sosial. Ia pun mengkritisi minimnya perhatian pemerintah terhadap pesantren dan madrasah, terutama dalam hal kesejahteraan guru.

“Masih banyak guru madrasah, bahkan di Jawa, yang hanya menerima gaji Rp200-300 ribu per bulan. Ini bentuk ketimpangan yang harus segera diselesaikan. Kami di Komisi X mendorong Mendikbudristek dan Menteri Agama duduk bersama untuk membahas solusi,” tegasnya.

Ia juga menyoroti UU Sisdiknas yang tengah direvisi, dengan harapan agar pesantren dan madrasah mendapatkan perlakuan setara dengan sekolah formal lainnya. “Ada pesantren salaf yang fokus pada pendidikan agama, ada pula pesantren modern yang mengombinasikan sistem klasikal. Pesantren harus tetap berjalan dengan ciri khasnya,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Habib Syarief menegaskan bahwa pesantren tetap menjadi model pendidikan unik yang menarik perhatian banyak akademisi internasional. “Pesantren adalah lembaga pendidikan berbasis keikhlasan. Meski banyak tantangan, pesantren tetap bertahan dan berkontribusi besar bagi bangsa,” pungkasnya. •ssb/aha

Berita terkait

Kawal UU Pesantren, Cucun Dorong Lompatan Besar Pendidikan Santri di Tingkat Global
Kesejahteraan Rakyat
Kawal UU Pesantren, Cucun Dorong Lompatan Besar Pendidikan Santri di Tingkat Global
Fauzan Khalid: Harus Terapkan Pendidikan Karakter di Pondok Pesantren
Kesejahteraan Rakyat
Fauzan Khalid: Harus Terapkan Pendidikan Karakter di Pondok Pesantren
Maman Imanul Haq Dorong Integrasi Program Sosial dan Pendidikan Lewat Pesantren
Kesejahteraan Rakyat
Maman Imanul Haq Dorong Integrasi Program Sosial dan Pendidikan Lewat Pesantren
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi X
Sebelumnya

Legislator Minta Jawa Barat Pertahankan Belanja Tenaga PPPK

Selanjutnya

DPR Siap Prioritaskan Anggaran Penanganan Banjir Jabodetabek

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(935)
  • Industri dan Pembangunan(3349)
  • Isu Lainnya(1025)
  • Kesejahteraan Rakyat(3350)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4083)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RAPBN 2027|Ekonomi|Kesehatan|Bencana|RUU Sisdiknas|SPMB|PTN|Anggaran|Pendidikan|PHK|Perguruan Tinggi|fiskal|UU TPKS
Jakarta:
Berawan
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 69%
Angin: 8 km/h