E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h
/
/
Berita/Politik dan Keamanan

60 Persen Pilkada Bermasalah, Deddy Sitorus Kritik Keras Tidak Seriusnya Penyelenggara Pemilu

Diterbitkan
Jumat, 28 Feb 2025 14.52 WIB
Bagikan:
60 Persen Pilkada Bermasalah, Deddy Sitorus Kritik Keras Tidak Seriusnya Penyelenggara Pemilu
PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus melayangkan protes dan kritik keras menyusul banyaknya permasalahan dalam penyelenggaraan Pilkada. Ia  mengungkapkan kekecewaannya bahwa dari 545 daerah yang menggelar Pilkada, sebanyak 310 mengalami permasalahan, yang berarti hampir 60 persen dari total pelaksanaan Pilkada bermasalah. Ia menegaskan bahwa jumlah tersebut bukan berarti sisanya tidak memiliki kendala.

“Berarti yang tidak dipersoalkan itu hanya 235 daerah. Bukan berarti 235 daerah itu tidak ada masalah. Dari 235 daerah, 37 daerah itu (melawan) kotak kosong, berarti hanya 198 daerah (yang tidak melawan kotak kosong), 198 daerah itu bukan tidak bermasalah. Either pelanggarannya terlalu masif sehingga tidak bisa dibuktikan atau orang udah capek,” ujarnya dalam RDP Komisi II bersama Menteri Dalam Negeri, KPU, Bawaslu, dan DKPP di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (27/02/2025).

Politisi Fraksi Partai PDI-Perjuangan tersebut juga mengkritik keras tanggung jawab KPU terkait permasalahan administrasi, termasuk Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), ijazah, dan masa jabatan kepala daerah. Ia mempertanyakan lemahnya penegakan aturan oleh lembaga terkait dan mengkritik ketidakseriusan dalam memastikan kualitas Pemilu.

“Masalah SKCK, ijazah, administrasi yang tanggung jawab siapa? KPU dong. Keputusan MK jelas, semuanya habis. Kalau nggak ada yang tanggung jawab, yang jaga republik ini siapa? Masa iya urusan remeh begini (seperti) ijazah palsu, masa jabatan, secara administratif aja kita gagal. Gimana secara substantif? Ini keterlaluan kalau menurut saya,” tegasnya.

Padahal, lanjut Legislator Dapil Kalimantan Utara itu, anggaran pemilu terus membengkak akibat kelalaian penyelenggara. Ia menolak keras apabila rakyat dipaksa menanggung beban tambahan akibat kesalahan sistem, sementara seharusnya lembaga seperti Gakkumdu, Bawaslu, dan DKPP dapat bekerja lebih optimal dalam mencegah pelanggaran.

“Hampir 60 persen pilkada bermasalah. Rakyat disuruh bayar lagi. Apa yang mau kita sampaikan, Pak? Tidak adil kalau ini ditimpakan sama pemerintah daerah. Sudah anggaran dipangkas, suruh lagi dibayar ini (akibat) kelalaian kalian semua. Tidak akan ada gugatan kalau Gakkumdu itu benar-benar kerja. Tidak akan ada (PSU) yang masif kalau PJ-nya itu benar-benar punya marwah, Bawaslu-nya kerja benar, DKPP-nya kerja benar. Malu kita, Pak. Ini bukan cuma soal anggaran, ini soal peradaban,” pungkasnya. •gal/rdn

Berita terkait

Pertegas Kewenangan Bawaslu Tindak Penyelenggara Pemilu Tidak Profesional di Pemilu dan Pilkada
Politik dan Keamanan
Pertegas Kewenangan Bawaslu Tindak Penyelenggara Pemilu Tidak Profesional di Pemilu dan Pilkada
Partisipasi Pemilu 2024 Menurun, Legislator Minta Penyelenggara Pilkada Riau Giat Sosialisasi Tahapannya
Politik dan Keamanan
Partisipasi Pemilu 2024 Menurun, Legislator Minta Penyelenggara Pilkada Riau Giat Sosialisasi Tahapannya
Curah Hujan Tinggi Saat Pemilu, Komisi II Peringatkan Penyelenggara Pemilu
Politik dan Keamanan
Curah Hujan Tinggi Saat Pemilu, Komisi II Peringatkan Penyelenggara Pemilu
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi II
Sebelumnya

Komisi VII Tekankan Keberlanjutan dan Kualitas dalam Pembahasan RUU Kepariwisataan

Selanjutnya

Komisi II: Sistem Verifikasi Data Calon Jadi Titik Lemah Penyelenggaraan Pilkada

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(935)
  • Industri dan Pembangunan(3348)
  • Isu Lainnya(1025)
  • Kesejahteraan Rakyat(3349)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4081)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK
Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Bencana|SPMB|PTN|Kesehatan|Anggaran|Perguruan Tinggi|PTS|Backlog|Pendidikan|WNI|Infrastruktur|layanan kesehatan|OJK
Jakarta:
Berawan
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 65%
Angin: 15 km/h