E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTT|Gempa|Haji|RAPBN 2027|Pendidikan|Anggaran|RUU Migas|PPPK|RUU Penyiaran|Guru|literasi|sekolah|karhutla
Jakarta:
Cerah
26°C
Terasa: 30°C
Lembab: 77%
Angin: 6 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTT|Gempa|Haji|RAPBN 2027|Pendidikan|Anggaran|RUU Migas|PPPK|RUU Penyiaran|Guru|literasi|sekolah|karhutla
Jakarta:
Cerah
26°C
Terasa: 30°C
Lembab: 77%
Angin: 6 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTT|Gempa|Haji|RAPBN 2027|Pendidikan|Anggaran|RUU Migas|PPPK|RUU Penyiaran|Guru|literasi|sekolah|karhutla
Jakarta:
Cerah
26°C
Terasa: 30°C
Lembab: 77%
Angin: 6 km/h
/
/
Berita/Ekonomi dan Keuangan

DPR dan LPS Bahas Tantangan BPR: Fraud hingga Modal Minimum

Diterbitkan
Jumat, 31 Jan 2025 15.40 WIB
Bagikan:
DPR dan LPS Bahas Tantangan BPR: Fraud hingga Modal Minimum
PARLEMENTARIA, Tangerang Selatan – Komisi XI DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Tangerang Selatan, Banten, guna membahas dan memetakan kondisi Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di wilayah tersebut. Dalam rapat dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), terungkap sejumlah permasalahan yang menjadi tantangan umum bagi BPR di berbagai daerah.

Anggota Komisi XI DPR RI, Andreas Eddy Susetyo, menyoroti kontribusi BPR di Banten terhadap sektor perbankan nasional yang mencapai sekitar 4,5%. Namun, ia juga menegaskan perlunya perhatian serius terhadap rasio Non-Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah yang dilaporkan mencapai 12%.

“Kalau kita bandingkan, kontribusi BPR di Banten secara nasional sekitar 4,5%. Namun, yang perlu dicermati adalah kenaikan NPL yang cukup tinggi, yakni sekitar 12%. Ini harus diwaspadai,” ujar Andreas saat ditemui Parlementaria usai pertemuan pada Kamis (30/1/2025) di Tangerang Selatan, Banten.

Selain tingginya rasio kredit bermasalah, politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini juga menyoroti penyebab utama penutupan sejumlah BPR di Banten dan daerah lainnya. Ia mengungkapkan bahwa banyak kasus penutupan BPR disebabkan oleh indikasi praktik kecurangan atau fraud yang dilakukan oleh pengurus maupun pemilik.

“Permasalahan yang menyebabkan BPR tutup masih berkutat pada hal yang sama, yaitu terjadinya fraud oleh pengurus atau pemilik, selain juga masalah sumber daya manusia dan teknologi,” tambahnya.

Berdasarkan data LPS, sejak mulai beroperasi pada 2005 hingga 31 Desember 2024, terdapat delapan BPR di Banten yang dicabut izin usahanya oleh OJK dan dilikuidasi oleh LPS. Sepanjang 2024, tercatat 21 BPR/BPRS di berbagai daerah yang berstatus Bank Dalam Resolusi, termasuk PR EDC Cash di Provinsi Banten, yang kemudian dicabut izin usahanya (CIU) dan masih dalam proses likuidasi.

Masalah lain yang menjadi perhatian adalah ketidakmampuan sejumlah BPR dalam memenuhi ketentuan Modal Inti Minimum sebesar Rp6 miliar, sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 5/POJK.03/2015 Pasal 13.

“Selain itu, ada juga BPR yang belum memenuhi ketentuan Modal Inti Minimum sebesar Rp6 miliar. Ini perlu diperhatikan, termasuk dalam penerapan pencadangan dana,” lanjut Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara DPR RI itu.

Melalui Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), Andreas menegaskan bahwa BPR diharapkan dapat lebih berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Undang-Undang P2SK mengamanatkan agar BPR dapat lebih berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian, terutama di daerah,” tutupnya.

Dalam UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, BPR kini merujuk pada Bank Perekonomian Rakyat, menggantikan istilah sebelumnya, yakni Bank Perkreditan Rakyat. Perubahan ini diharapkan dapat mendorong BPR untuk lebih berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat. •uc/aha

Berita terkait

Refleksi HUT ke-79 DPR RI: Antara Harapan dan Tantangan
Isu Lainnya
Refleksi HUT ke-79 DPR RI: Antara Harapan dan Tantangan
Saksi Yakin Tak Ada Pembahasan Kenaikan Gaji Anggota DPR Dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD
Isu Lainnya
Saksi Yakin Tak Ada Pembahasan Kenaikan Gaji Anggota DPR Dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD
HUT ke-79 DPR: Tantangan Membangun Citra DPR melalui Jurnalisme Positif
Isu Lainnya
HUT ke-79 DPR: Tantangan Membangun Citra DPR melalui Jurnalisme Positif
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi XI
Sebelumnya

Komisi XI Tinjau Proses Pencetakan Uang di PERURI, Soroti Maraknya Peredaran Uang Palsu

Selanjutnya

Komisi X Kawal Persiapan Sensus Ekonomi 2026

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1086)
  • Industri dan Pembangunan(3779)
  • Isu Lainnya(1064)
  • Kesejahteraan Rakyat(3798)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4640)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Segera Daftar
Parja

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
NTT|Gempa|Haji|RAPBN 2027|Pendidikan|Anggaran|RUU Migas|PPPK|RUU Penyiaran|Guru|literasi|sekolah|karhutla
Jakarta:
Cerah
26°C
Terasa: 30°C
Lembab: 77%
Angin: 6 km/h