
Anggota Komisi VI Sturman Panjaitan saat mengikuti Kegiatan Kunjungan Kerja Reses ke Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau pada Jumat (9/10/2026). |Foto: Della/jk
PARLEMENTARIA, Batam — Anggota Komisi VI DPR RI Sturman Panjaitan mendorong pemerataan investasi dan dukungan mitra kerja Komisi VI DPR RI hingga pulau-pulau terluar Kepulauan Riau (Kepri), tidak hanya terpusat di Batam. Ia meminta mitra kerja terkait melihat langsung kondisi masyarakat di daerah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dan layanan dasar.
“Semua mitra ini seyogianya bermanfaat bagi masyarakat Provinsi Kepulauan Riau, bukan hanya di Batam,” ujar Sturman saat Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI bersama BP BUMN, PT Danantara Asset Management (PT DAM), Kementerian Koperasi, BP Batam, serta sejumlah BUMN dan perbankan di Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat (9/10/2026).
Sturman menjelaskan, karakteristik Kepri sebagai wilayah kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan pembangunan. Berdasarkan data yang disampaikannya, Kepri memiliki 2.408 pulau, dengan 292 pulau berpenghuni dan 22 pulau berbatasan langsung dengan negara tetangga.
“Kepulauan Riau terdiri dari 2.408 pulau. Sebanyak 292 pulau berpenghuni, dan 22 pulau berbatasan langsung dengan negara tetangga. Oleh karena itu, pulau-pulau berpenghuni ini masih kekurangan infrastruktur,” jelas Politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut.
Ia menyoroti sejumlah kebutuhan dasar yang masih perlu mendapat perhatian, mulai dari listrik, air bersih, jalan, sarana komunikasi, hingga bahan bakar untuk kebutuhan rumah tangga. Keterbatasan tersebut, ditambah kondisi geografis wilayah kepulauan, turut menjadi tantangan dalam distribusi barang dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Karena itu, Sturman meminta mitra kerja Komisi VI DPR RI memperluas perhatian terhadap wilayah seperti Natuna, Anambas, Lingga, dan Bintan. Peninjauan langsung diperlukan untuk mengidentifikasi kebutuhan riil masyarakat dan merumuskan langkah konkret dalam mempercepat pembangunan daerah.
“Saya meminta mitra-mitra ini datang ke Natuna, Anambas, Lingga, Bintan, bersama-sama saya, untuk melihat bagaimana kondisi masyarakat di sana. Sehingga daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang menjadi prioritas pembangunan pemerintah dapat terus dikembangkan,” tegasnya.
Menurut Sturman, pembangunan Kepri tidak dapat hanya bertumpu pada pertumbuhan Batam sebagai pusat industri dan investasi. Dukungan infrastruktur, pendanaan, dan investasi perlu diperluas agar kabupaten dan kota lain di Kepri turut memperoleh kesempatan untuk berkembang.
Ia berharap sinergi Komisi VI DPR RI dengan mitra kerja dapat mendorong pemerataan investasi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan dasar dan peluang ekonomi. Dengan demikian, manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata, termasuk oleh masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terluar Kepri. (drl/um)