
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh saat meninjau Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 5 Ranomeeto, Sulawesi Tenggara, Jumat (9/10/2026). |Foto: Puntho/mrs
PARLEMENTARIA, Konawe Selatan - Kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disambut antusiasme dan senyum keceriaan, khususnya bagi para siswa di SDN 5 Ranomeeto, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Momen kegembiraan para murid saat menikmati sajian MBG tersebut disaksikan langsung oleh Komisi IX DPR RI saat meninjau langsung proses pendistribusian makanan serta kesiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh kepada Parlementaria mengungkapkan kegembiraan para murid saat menyantap menu makanan hasil olahan dapur SPPG yang disajikan hangat dan segar.
"Respons sekolah dan anak-anak senang sekali menerima makanan itu. Ketika kita tanya menu apa yang paling mereka sukai, ternyata ayam goreng. Dan ternyata kebetulan tadi makanannya juga pas ayam goreng, jadi pas dengan menu yang mereka minta. Tapi ketika kita tanya biasanya order apa, ternyata biasanya minta susu dan sebagainya," ujar Nihayatul di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Jumat (9/10/2026).
Selain menyaksikan kegembiraan para siswa, Nihayatul mengungkapkan Komisi IX DPR RI meninjau langsung dapur SPPG yang berada tepat di samping sekolah. Hal ini guna memastikan standar kebersihan, kelayakan gizi, dan ketepatan waktu distribusi dari dapur pelayanan ke ruang kelas.
"Di Sultra ini, tadi kita sudah datang ke SPBG dan melihat langsung sekolah penerima manfaat MBG. Kita mengunjungi sekolah untuk melihat pembagian makanan bergizi, dan alhamdulillah responsnya bagus. Kita juga mengecek SPBG-nya untuk memastikan soal kebersihan dan sebagainya," tutur Nihayatul.
Terkait kualitas olahan makanan bagi tumbuh kembang anak, Legislator Fraksi PKB tersebut menekankan agar komposisi gizi tetap diperhatikan secara ketat oleh pengelola SPPG. "Kita menekankan tadi untuk makanannya dipastikan tidak banyak tepung, karena tepung itu kondisinya tidak bagus untuk kesehatan," tegasnya.
Selain itu, Nihayatul menerangkan bahwa Komisi IX DPR RI juga mengapresiasi ketepatan waktu pengiriman makanan dari SPPG yang dinilai sesuai dengan ketentuan batas aman konsumsi.
"Di samping itu, kita memastikan bahwa makanannya diberikan tidak melebihi waktu yang tertulis, karena yang tertulis di situ kan jam 11. Alhamdulillah tadi diberikan jam 09.30, jadi diberikan sebelum waktunya. Dan memang sekolahnya kan bersebelahan dengan SPBG, jadi itu yang harus kita pastikan," jelasnya.
Guna menjaga kelancaran koordinasi serta memfasilitasi kebutuhan gizi siswa yang memiliki kondisi khusus, Komisi IX DPR RI mendorong dibentuknya forum komunikasi berbasis digital antara pengelola dapur, pihak sekolah, dan orang tua murid.
"Saya tadi menyarankan untuk bikin grup WhatsApp bersama antara Kepala SPBG, lalu juga dengan sekolah, dan juga ada Komite Sekolah untuk bisa mereka berkomunikasi. Bila mungkin anaknya ada yang alergi makanan ini dan sebagainya, menunya bisa mereka lihat tiap harinya, sehingga anaknya tahu mana yang harus dimakan dan tidak. Dan ternyata alhamdulillah mereka sudah punya," pungkas Nihayatul. (pun/rdn)