
Anggota BKSAP DPR RI Anisah Syakur saat mengikuti kunjungan BKSAP DPR RI ke Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Tangerang, Banten.|Foto: Zulfikar/jk
PARLEMENTARIA, Tangerang – Anggota BKSAP DPR RI Anisah Syakur mendorong penguatan kolaborasi antara BKSAP DPR RI dan perguruan tinggi agar diplomasi parlemen tidak berhenti pada pertemuan internasional, tetapi menghasilkan tindak lanjut yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Anisah saat kunjungan BKSAP DPR RI ke Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Tangerang, Banten, Senin (5/10/2026). Menurutnya, diplomasi parlemen dan pemerintah merupakan jalur yang saling melengkapi dalam memperjuangkan kepentingan nasional.
“Jadi, jalur yang saling melengkapi antara satu dengan yang lain untuk memperjuangkan kepentingan nasional. Cuma, kita perlu bisa memastikan bahwa berbagai pertemuan, jejaring, kesepakatan, dan delegasi parlemen itu tidak hanya terhenti sebagai diplomasi di tingkat internasional,” ujar Anisah.
Ia menilai, perguruan tinggi dapat menjadi mitra strategis BKSAP melalui kolaborasi di bidang riset, penguatan SDM, dan kajian kebijakan. Pertemuan dengan UMT diharapkan menjadi awal bagi program kolaborasi yang lebih konkret.
Lebih lanjut, Anggota BKSAP DPR RI Sigit Purnomo menjelaskan, diplomasi pemerintah yang berjalan melalui hubungan government-to-government dapat diperkuat melalui diplomasi parlemen yang membangun hubungan antarlembaga legislatif dan jejaring politik. Menurutnya, kedua jalur tersebut saling melengkapi dalam membuka ruang dialog dan membangun kepercayaan politik.
“Pemerintah bergerak dari jalur government-to-government, sedangkan BKSAP DPR RI masuk melalui jalur parlemen—yaitu hubungan antarlembaga legislatif dan jejaring politik antara pemimpin masyarakat. Kedua jalur ini saling melengkapi untuk membuka ruang dialog tambahan dan membangun kepercayaan politik,” jelas Sigit.
Legislator Fraksi PAN, juga pastikan diplomasi parlemen harus tetap berorientasi pada kepentingan nasional sekaligus responsif terhadap perkembangan geopolitik, geoekonomi, teknologi, dan transisi energi. Ia berharap akademisi dan mahasiswa UMT turut memberikan gagasan untuk memperkuat diplomasi Indonesia di kancah global. (upi/rdn)