
Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat, saat audiensi dengan Aqsa Working Group (AWG) di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta.|Foto: Jaka/Karisma
PARLEMENTARIA, Jakarta — Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI bersama Aqsa Working Group (AWG) membahas rencana kolaborasi dalam rangka memperkuat solidaritas terhadap Palestina melalui kegiatan simposium dan Run for Palestine. Pembahasan tersebut berlangsung dalam audiensi AWG dengan Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat.
Syahrul mengatakan, salah satu kegiatan yang tengah dipersiapkan yakni simposium anti-zionisme yang rencananya digelar pada 25 November 2026 di Gedung DPR RI. Kegiatan tersebut akan menghadirkan pembicara dari kalangan Yahudi yang memiliki pandangan anti-zionisme, termasuk pembicara asal Eropa dan Israel.
“Alhamdulillah pada hari ini saya sebagai Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen menerima kunjungan dari AWG, di mana mereka akan melaksanakan kegiatan dengan kolaborasi BKSAP, yaitu simposium anti zionisme dengan menghadirkan pembicara orang Yahudi tetapi anti zionis, anti negara Israel,” ujar Legislator Fraksi PKS tersebut kepada Parlementaria di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/2026)
Menurutnya, kehadiran para pembicara tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih utuh mengenai persoalan Palestina dan Israel, sekaligus menunjukkan bahwa terdapat pula kelompok masyarakat Yahudi yang menolak ideologi zionisme dan mendukung kemerdekaan Palestina.
“Ini akan membawa persepsi yang utuh tentang pemahaman kita terhadap Palestina dan Israel. Ternyata tidak seluruh orang Yahudi pro negara zionis Israel,” jelas Anggota Komisi I DPR RI itu.
Selain simposium, BKSAP dan AWG juga membahas pelaksanaan Run for Palestine sebagai bagian dari rangkaian kegiatan bulan solidaritas Palestina. Syahrul menyebut kolaborasi tersebut merupakan bentuk komitmen DPR RI, khususnya BKSAP, dalam mendukung kemerdekaan Palestina sekaligus membuka ruang kerja sama dengan organisasi masyarakat dan lembaga terkait.
“Kerja sama ini adalah komitmen DPR, dalam hal ini BKSAP, untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan juga mengajak berkolaborasi dengan NGO dan lembaga-lembaga,” pungkas Syahrul (bit/rdn)