E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuMajalahBuletinTVR ParlemenLensa ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPR
TRENDING:
Komisi XII|Komisi VII|Komisi III|Komisi II|Komisi IX|Bencana|Sufmi Dasco Ahmad|Komisi X|RUU Perampasan Aset|SNI|Bambang Patijaya|Paripurna|Pansus
Jakarta:
Berawan sebagian
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 72%
Angin: 5 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuMajalahBuletinTVR ParlemenLensa ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPR
TRENDING:
Komisi XII|Komisi VII|Komisi III|Komisi II|Komisi IX|Bencana|Sufmi Dasco Ahmad|Komisi X|RUU Perampasan Aset|SNI|Bambang Patijaya|Paripurna|Pansus
Jakarta:
Berawan sebagian
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 72%
Angin: 5 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuMajalahBuletinTVR ParlemenLensa ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPR
TRENDING:
Komisi XII|Komisi VII|Komisi III|Komisi II|Komisi IX|Bencana|Sufmi Dasco Ahmad|Komisi X|RUU Perampasan Aset|SNI|Bambang Patijaya|Paripurna|Pansus
Jakarta:
Berawan sebagian
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 72%
Angin: 5 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuMajalahBuletinTVR ParlemenLensa ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPR
TRENDING:
Komisi XII|Komisi VII|Komisi III|Komisi II|Komisi IX|Bencana|Sufmi Dasco Ahmad|Komisi X|RUU Perampasan Aset|SNI|Bambang Patijaya|Paripurna|Pansus
Jakarta:
Berawan sebagian
28°C
Terasa: 33°C
Lembab: 72%
Angin: 5 km/h
Berita/Industri dan Pembangunan

Bambang Patijaya Desak BAPETEN Tutup Pintu Uji Coba Teknologi Nuklir Unproven di Indonesia

Diterbitkan
Rabu, 9 Sep 2026 22.18 WIB
Bagikan:
Bambang Patijaya Desak BAPETEN Tutup Pintu Uji Coba Teknologi Nuklir Unproven di Indonesia

Anggota Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat dengan Bapeten dan BIG di Gedung Nusantara I, Jakarta.|Foto : Mentari/MRI.

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mendesak Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) memperketat perizinan dan menutup ruang bagi masuknya teknologi nuklir yang belum teruji keandalannya di Indonesia. Menurutnya, Indonesia tidak sepatutnya dijadikan ajang eksperimen bagi teknologi nuklir komersial yang belum terbukti keberhasilannya di negara asal.

 

Sikap tersebut disampaikan Patijaya menyusul munculnya wacana pengoperasian reaktor nuklir berbasis thorium oleh pihak swasta asing di wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Hal itu dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI bersama jajaran pimpinan BAPETEN dan Badan Informasi Geospasial (BIG) di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Lihat Juga :

Bambang Patijaya Desak BPK Audit Proyek Pemetaan BIG

Bambang Patijaya Desak BPK Audit Proyek Pemetaan BIG

Komisi XII dan Uni Eropa Samakan Persepsi terkait Perdagangan Karbon di Indonesia

Komisi XII dan Uni Eropa Samakan Persepsi terkait Perdagangan Karbon di Indonesia

 

Karena itu, dirinya menekankan agar pemerintah dan regulator memprioritaskan teknologi pembangkit listrik tenaga nuklir berbasis uranium yang telah matang dan diakui secara global.

 

“Jangan beri ruang orang untuk melakukan uji coba di Indonesia. Kalau untuk uranium silakan, karena pengembangannya sudah proven di dunia, bahkan sudah mencapai generasi 3+ dan generasi 4. Tapi kalau untuk thorium, jangan dulu,” kata Patijaya.

 

Legislator daerah pemilihan Bangka Belitung tersebut juga menggarisbawahi pentingnya pembenahan regulasi secara menyeluruh untuk mengatasi persoalan kelembagaan nuklir nasional pascapeleburan sejumlah lembaga riset ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Menurutnya, kesiapan regulasi menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan energi nuklir sebagai bagian dari transisi energi nasional.

 

Berdasarkan paparan BAPETEN, pemerintah menargetkan operasional komersial (Commercial Operation Date/COD) PLTN pertama pada 2032 sebagai bagian dari upaya mencapai kapasitas 35 GW pada 2060. Di sisi lain, pengembangan energi nuklir nasional masih menghadapi persoalan pengelolaan limbah radioaktif.

 

Kapasitas fasilitas penyimpanan limbah radioaktif nasional di BRIN tercatat telah terisi 88,5 persen. Selain itu, terdapat ancaman kontaminasi zat radioaktif Cesium-137 dari aktivitas industri manufaktur yang turut menjadi perhatian dalam pengelolaan keselamatan nuklir nasional. (Ndy/um)

Berita terkait

Bambang Patijaya Desak BPK Audit Proyek Pemetaan BIG
Industri dan Pembangunan
Bambang Patijaya Desak BPK Audit Proyek Pemetaan BIG
Komisi XII dan Uni Eropa Samakan Persepsi terkait Perdagangan Karbon di Indonesia
Industri dan Pembangunan
Komisi XII dan Uni Eropa Samakan Persepsi terkait Perdagangan Karbon di Indonesia
Kebijakan Buka-Tutup Impor Berikan Ketidakpastikan Investasi di Indonesia
Politik dan Keamanan
Kebijakan Buka-Tutup Impor Berikan Ketidakpastikan Investasi di Indonesia
Tags:#Komisi XII#BAPETEN#Bambang Patijaya#Nuklir
Sebelumnya

Imigrasi Bandung Harus Jadi Benteng Pencegah TPPO di Jawa Barat

Selanjutnya

Produk China Membanjiri Pasar, Bane Pertanyakan Kesiapan Mobil Listrik Nasional

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1160)
  • Industri dan Pembangunan(3989)
  • Isu Lainnya(1079)
  • Kesejahteraan Rakyat(3974)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4811)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi VIII#Komisi IV#Komisi IX#BKSAP#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Laporan Kinerja DPR RI Tahun Sidang 2025-2026 DPR RI Berdampak : Wujudkan Daulat Rakyat Melalui Parlemen Modern, Demokratis, dan Responsif

Full Akses : https://anyflip.com/fhwbw/tjuv

Majalah Parlementaria 258
Parlemen Remaja 2026
HUT DPR RI Ke-81

PODCAST

IKUTI KAMI