
Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI saat melakukan peninjauan Kegiatan Belajar Mengajar dan menyalurkan bantuan di tenda darurat.|Foto : Chasbi/Alma
PARLEMENTARIA, Kab. Manggarai – Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati mendesak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) segera melakukan revitalisasi maupun pembangunan kembali sekolah-sekolah yang rusak akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 kemarin.
Menurut Esti, percepatan penanganan fasilitas pendidikan menjadi penting agar proses belajar mengajar tidak terhenti dan para siswa dapat kembali belajar dalam kondisi yang aman dan nyaman. Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan kondisi psikologis anak-anak pascagempa agar mereka dapat kembali mengikuti pembelajaran dengan baik.
“Kami hadir ingin mengetahui kondisi psikologis anak untuk belajar lagi. Kami juga mendesak Kemendikdasmen untuk melakukan revitalisasi pada sekolah yang terdampak,” ujar Esti saat diwawancarai Parlementaria dalam kunjungan kerja spesifik Komisi X DPR RI di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat (4/9/2026).
Ia melanjutkan, penanganan sekolah terdampak gempa tidak boleh dilakukan secara berlarut-larut. Keterlambatan pemulihan sarana pendidikan berpotensi menimbulkan kekosongan dalam kegiatan belajar mengajar yang pada akhirnya dapat memengaruhi kondisi psikologis dan keberlanjutan pendidikan para siswa.
“Intinya kita (Komisi X DPR RI) datang agar anak-anak lebih happy agar lebih siap menghadapi pembelajaran berikutnya meskipun masih di dalam tenda-tenda darurat,” jelas Esti.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi X DPR RI tidak hanya meninjau kondisi sekolah dan berinteraksi langsung dengan para siswa, tetapi juga memberikan sejumlah bantuan. Bantuan tersebut berupa school kit yang meliputi alat tulis, buku bacaan, tas dan sepatu, serta bantuan operasional sekolah.
Selain meninjau SD Inpres Kuwu, Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI juga melihat langsung kondisi SMPN 1 Cibal, SMKN 1 Cibal, serta Universitas Katolik Santu Paulus yang turut terdampak gempa bumi.
Komisi X berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan sarana dan prasarana pendidikan yang terdampak, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan secara optimal dan hak pendidikan anak-anak di Kabupaten Manggarai tetap terpenuhi. (cas/aha)