E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Anggaran|Komisi III|Komisi VII|RUU Perampasan Aset|RUU Kawasan Industri|Komisi XII|Komisi V|karhutla|Komisi X|Komisi IV|Komisi II|Pendidikan|KORKESRA
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 66%
Angin: 10 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Anggaran|Komisi III|Komisi VII|RUU Perampasan Aset|RUU Kawasan Industri|Komisi XII|Komisi V|karhutla|Komisi X|Komisi IV|Komisi II|Pendidikan|KORKESRA
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 66%
Angin: 10 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Anggaran|Komisi III|Komisi VII|RUU Perampasan Aset|RUU Kawasan Industri|Komisi XII|Komisi V|karhutla|Komisi X|Komisi IV|Komisi II|Pendidikan|KORKESRA
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 66%
Angin: 10 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Soroti Insentif Industri, Saleh Daulay: Kontribusi ke Masyarakat Harus Terukur

Diterbitkan
Rabu, 2 Sep 2026 17.18 WIB
Bagikan:
Soroti Insentif Industri, Saleh Daulay: Kontribusi ke Masyarakat Harus Terukur

Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, saat dengan pakar terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kawasan Industri di Ruang Rapat Komisi VII, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto: Devi/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta — Kinerja dan kontribusi industri terhadap masyarakat serta lingkungan dinilai perlu menjadi dasar dalam pemberian insentif di kawasan industri. Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menilai pelaku usaha yang mampu menciptakan lapangan kerja, menjalankan tanggung jawab sosial, menjaga konservasi, dan memenuhi tata kelola dengan baik layak memperoleh insentif lebih besar.

 

Menurutnya, skema insentif tidak semestinya diberikan secara seragam kepada seluruh pengelola maupun pelaku usaha. Besaran insentif perlu dikaitkan dengan kinerja dan dampak positif yang dihasilkan industri bagi daerah dan masyarakat sekitar.

Lihat Juga :

Ketimpangan Kawasan Industri Disorot, Saleh Daulay Ingin Industri Lebih Banyak di Luar Jawa

Ketimpangan Kawasan Industri Disorot, Saleh Daulay Ingin Industri Lebih Banyak di Luar Jawa

Saleh Daulay Soroti Ketimpangan Beban Daerah dengan Manfaat Fiskal Kawasan Industri Karawang

Saleh Daulay Soroti Ketimpangan Beban Daerah dengan Manfaat Fiskal Kawasan Industri Karawang

 

“Jangan sembarang memberikan insentif. Kalau ternyata bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, TJSL-nya bagus, konservasi alamnya bagus, kemudian semua laporan pertanggungjawaban dan lain-lainnya bagus, kita kasih insentif lebih,” kata Saleh saat mengikuti RDPU Komisi VII DPR RI dengan pakar terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kawasan Industri di Ruang Rapat Komisi VII, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

 

Menurutnya, penciptaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar perlu menjadi salah satu indikator dalam menentukan pemberian insentif. Keberadaan kawasan industri diharapkan tidak hanya menghasilkan aktivitas ekonomi bagi investor, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitar kawasan.

 

Selain ketenagakerjaan, Politisi dari Fraksi PAN itu menyoroti pentingnya tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan atau TJSL. Menurutnya, manfaat keberadaan industri perlu dirasakan oleh masyarakat sekitar melalui program sosial yang tepat sasaran.

 

Ia juga memasukkan aspek konservasi lingkungan sebagai pertimbangan. Pengembangan industri, menurutnya, harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan agar aktivitas ekonomi tidak menimbulkan kerusakan yang justru menjadi beban masyarakat dan pemerintah di kemudian hari. “Jangan sampai mereka berusaha di situ, mengambil sumber daya alamnya, tetapi masyarakat di situ tidak dapat apa-apa,” ujarnya.

 

Saleh menilai pendekatan berbasis kinerja tersebut dapat menjadi salah satu materi yang diperjelas dalam RUU tentang Kawasan Industri. Dengan demikian, pemberian insentif dapat diarahkan untuk mendorong pelaku industri memenuhi indikator manfaat ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata kelola.

 

Ia berharap pengaturan tersebut dapat menciptakan hubungan yang lebih seimbang antara kepentingan investasi dan kepentingan masyarakat. Industri tetap memperoleh dukungan untuk berkembang, sementara pemerintah memiliki dasar yang jelas dalam memberikan insentif berdasarkan kontribusi yang dapat diukur. “Bagaimana mengatur itu supaya lebih rapi lagi dan bisa mendapatkan perhatian khusus di dalam pembahasan undang-undang ini,” pungkas Legislator Dapil Sumatra Utara II itu. (fa/we)

Berita terkait

Ketimpangan Kawasan Industri Disorot, Saleh Daulay Ingin Industri Lebih Banyak di Luar Jawa
Industri dan Pembangunan
Ketimpangan Kawasan Industri Disorot, Saleh Daulay Ingin Industri Lebih Banyak di Luar Jawa
Saleh Daulay Soroti Ketimpangan Beban Daerah dengan Manfaat Fiskal Kawasan Industri Karawang
Industri dan Pembangunan
Saleh Daulay Soroti Ketimpangan Beban Daerah dengan Manfaat Fiskal Kawasan Industri Karawang
BKSAP Bawa Hasil Sidang WAIPA ke Kampus: Diplomasi Parlemen Harus Kembali ke Masyarakat
Politik dan Keamanan
BKSAP Bawa Hasil Sidang WAIPA ke Kampus: Diplomasi Parlemen Harus Kembali ke Masyarakat
Tags:#Komisi VII#RUU Kawasan Industri#Saleh Daulay
Sebelumnya

Gus Khozin Minta Penguatan Ombudsman Sejalan dengan Dukungan Anggaran

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1145)
  • Industri dan Pembangunan(3894)
  • Isu Lainnya(1074)
  • Kesejahteraan Rakyat(3899)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4738)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi VIII#Komisi IV#BKSAP#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Parja
HUT DPR RI Ke-81

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Anggaran|Komisi III|Komisi VII|RUU Perampasan Aset|RUU Kawasan Industri|Komisi XII|Komisi V|karhutla|Komisi X|Komisi IV|Komisi II|Pendidikan|KORKESRA
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 33°C
Lembab: 66%
Angin: 10 km/h