E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Ekspor|Guru|PPPK|Gempa|NTT|Hunian|ekspor satu pintu|RAPBN 2027|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|BUMN|Pendidikan|RUU Migas
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 57%
Angin: 9 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Ekspor|Guru|PPPK|Gempa|NTT|Hunian|ekspor satu pintu|RAPBN 2027|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|BUMN|Pendidikan|RUU Migas
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 57%
Angin: 9 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Ekspor|Guru|PPPK|Gempa|NTT|Hunian|ekspor satu pintu|RAPBN 2027|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|BUMN|Pendidikan|RUU Migas
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 57%
Angin: 9 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Soroti Harga Komoditas, Anggia Erma: Kita Punya Barang, Negara Lain Tentukan Harga

Diterbitkan
Rabu, 19 Agu 2026 09.36 WIB
Bagikan:
Soroti Harga Komoditas, Anggia Erma: Kita Punya Barang, Negara Lain Tentukan Harga

Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini ditemui Parlementaria di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto: Septamares/Mahendra

PARLEMENTARIA, Jakarta – Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini menilai Indonesia perlu memperkuat posisi tawar dalam menentukan harga komoditas ekspor. Hal itu disampaikannya menanggapi pidato Presiden Prabowo Subianto terkait RAPBN 2027 yang menekankan pentingnya Indonesia mampu menentukan harga komoditasnya sendiri.

 

Anggia menilai, kemampuan menentukan harga komoditas merupakan bagian penting dari upaya memperkuat kedaulatan ekonomi nasional. Sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam dan produksi komoditas yang besar, Indonesia dinilai tidak semestinya terus bergantung pada harga yang ditentukan pusat perdagangan di negara lain. “Harus bisa. Oleh itu harus bisa,” ujar Anggia saat ditemui Parlementaria di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Lihat Juga :

Komisi VI Desak Reformasi Tata Niaga Timah: Kita Punya Tambang, Tetapi Tak Punya Kuasa!

Komisi VI Desak Reformasi Tata Niaga Timah: Kita Punya Tambang, Tetapi Tak Punya Kuasa!

Marinus Gea: Negara Tak Punya Hak Tentukan Siapa Aktivis HAM

Marinus Gea: Negara Tak Punya Hak Tentukan Siapa Aktivis HAM

 

Menurutnya, Indonesia memiliki kapasitas untuk memperkuat posisi tersebut karena merupakan salah satu negara penghasil berbagai komoditas strategis. Namun, selama ini harga sejumlah komoditas justru masih banyak ditentukan oleh pusat perdagangan internasional di luar negeri.

 

Politisi Fraksi PKB itu mencontohkan komoditas logam yang produksinya besar di Indonesia. Kendati menjadi salah satu negara penghasil, Indonesia belum memiliki posisi yang cukup kuat dalam menentukan harga komoditas tersebut.

 

“Misalnya contoh logam. Logam itu kita penghasil paling banyak. Tapi kita tidak bisa menentukan harganya yang menentukan orang lain. Yang ada di Singapura, di London, di Inggris. Mereka yang menentukan harganya. Itu tidak fair,” tegasnya.

 

Anggia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dalam strategi perdagangan Indonesia ke depan. Keinginan pemerintah agar Indonesia mampu menentukan harga komoditas harus diikuti dengan penguatan posisi tawar dalam perdagangan internasional.

 

Menurutnya, hal itu tidak cukup dilakukan melalui pembenahan tata kelola perusahaan atau kebijakan di dalam negeri. Indonesia juga membutuhkan kemampuan negosiasi yang kuat dalam hubungan perdagangan antarnegara. “Memang di sini dituntut negosiasi yang kuat di pihak Indonesia. Tidak hanya dalam proses perusahaannya, tetapi negosiasi antarnegara juga diperlukan,” jelas Legislator Dapil Jawa Timur VI itu.

 

Anggia mengatakan penguatan posisi tawar tersebut penting agar Indonesia dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari kekayaan sumber daya alamnya. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya berperan sebagai negara produsen, tetapi juga memiliki pengaruh lebih besar dalam pembentukan harga di pasar global.

 

Ia pun menilai arah kebijakan tersebut perlu dikawal secara konsisten agar cita-cita meningkatkan kedaulatan ekonomi dan memperbesar nilai tambah komoditas nasional dapat diwujudkan. (fa/we)

Berita terkait

Komisi VI Desak Reformasi Tata Niaga Timah: Kita Punya Tambang, Tetapi Tak Punya Kuasa!
Industri dan Pembangunan
Komisi VI Desak Reformasi Tata Niaga Timah: Kita Punya Tambang, Tetapi Tak Punya Kuasa!
Marinus Gea: Negara Tak Punya Hak Tentukan Siapa Aktivis HAM
Politik dan Keamanan
Marinus Gea: Negara Tak Punya Hak Tentukan Siapa Aktivis HAM
RUU Jabatan Hakim Dinilai Strategis, BK DPR RI Soroti Praktik Baik dari Negara Lain
Kesejahteraan Rakyat
RUU Jabatan Hakim Dinilai Strategis, BK DPR RI Soroti Praktik Baik dari Negara Lain
Tags:#Ekspor
Sebelumnya

Ekspor Satu Pintu Dibidik Tutup Celah Permainan Nilai Barang

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1080)
  • Industri dan Pembangunan(3757)
  • Isu Lainnya(1062)
  • Kesejahteraan Rakyat(3744)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4622)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

HUT RI 81
Majalah Parlementaria 258
Segera Daftar
Parja

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Ekspor|Guru|PPPK|Gempa|NTT|Hunian|ekspor satu pintu|RAPBN 2027|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|BUMN|Pendidikan|RUU Migas
Jakarta:
Gerimis
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 57%
Angin: 9 km/h