E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 91%
Angin: 4 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 91%
Angin: 4 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 91%
Angin: 4 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Komisi VI Desak Reformasi Tata Niaga Timah: Kita Punya Tambang, Tetapi Tak Punya Kuasa!

Diterbitkan
Selasa, 20 Mei 2025 15.50 WIB
Bagikan:
Komisi VI Desak Reformasi Tata Niaga Timah: Kita Punya Tambang, Tetapi Tak Punya Kuasa!
PARLEMENTARIA, Jakarta – Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini menyoroti buruknya tata kelola dan tata niaga komoditas timah nasional yang berujung pada kerugian besar bagi Indonesia di pasar global. Isu ini menjadi sorotannya lantaran adanya kasus korupsi tata niaga timah yang berpotensi membuat Indonesia rugi hingga mencapai Rp300 triliun, yang mana Rp 271 triliun di antaranya merupakan kerugian akibat kerusakan lingkungan.

Demikian hal ini menjadi pembahasan dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI dengan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Isy Karim, Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Tirta Karma Sanjaya dan Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Wakil Ketua Asosiasi Eksportir Timah Harwendro Adityo Dewanto di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (19/5/2025).

“Indonesia adalah negara penghasil timah terbesar ketiga di dunia, tapi kita tidak punya kuasa menentukan harga. Bahkan pasokan terbesar timah justru diakui berasal dari Malaysia dan Singapura — negara yang cadangan tambangnya jauh di bawah kita, malah diakui oleh dunia internasional,” ungkap Anggia saat memimpin agenda tersebut.

Baginya, fenomena ini mencerminkan keprihatinan mendalam Komisi VI DPR RI atas lemahnya regulasi dan pengawasan dalam industri timah nasional. Indonesia yang memiliki cadangan timah besar, jelasnya, terutama di Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Kalimantan, malah justru terpinggirkan dalam penentuan harga global.

“Ini bukan hanya masalah ekonomi, tapi juga soal citra dan kedaulatan. Timah ilegal masuk ke rantai pasok tanpa bisa dideteksi, lalu diselundupkan ke luar negeri. Negara dirugikan dua kali: dari sisi penerimaan dan dari sisi reputasi,” paparnya.

Tidak henti, Anggia menerangkan Komisi VI DPR RI juga menyoroti sebagian besar penambang ilegal berasal dari masyarakat lokal yang tidak memiliki akses legalitas maupun perlindungan kerja. Oleh karena itu, ia menyarankan pengelolaan melalui koperasi rakyat atau BUMDes sebagai jalan keluar yang lebih terorganisir dan adil.

Dukungan Legislasi

Anggia menyayangkan fakta bahwa negara dengan tambang besar seperti Indonesia justru tidak menjadi penentu harga. “Kita punya barangnya, tapi tidak punya suara. Kita hanya menyaksikan kekayaan kita diakui oleh negara lain. Ini bukan sekadar ironis, ini memalukan,” ungkapnya.

Sebagai langkah konkret, Komisi VI DPR RI, ucap Anggia, mendukung penuh penerbitan Peraturan Presiden tentang mineral kritis dan strategis. Dirinya juga mendesak pemerintah untuk mengevaluasi semua regulasi yang mengatur proses bisnis komoditas timah, guna mendorong tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel.

“Kita bukan sekadar menambang dan menjual. Kita harus bisa mengelola, mengawasi, dan menentukan harga. Kalau tidak, kita hanya jadi penonton yang merugi,” tegasnya.

Menutup pernyataan, Politisi Fraksi PKB itu berharap momentum penting ini bisa menggeser paradigma pengelolaan sumber daya nasional. Baginya, tata kelola timah tidak hanya sekadar eksploitasi, akan tetapi harus menuju pengelolaan berbasis kedaulatan ekonomi dan keadilan sosial. Maka dari itu, Komisi VI berkomitmen mengawal reformasi menyeluruh pada sektor strategis ini agar timah — sebagai salah satu kekayaan mineral Indonesia — tidak lagi jadi ironi nasional.

“Harus ada perubahan menyeluruh. Kita bukan hanya penghasil, kita harus menjadi penentu. Indonesia harus punya muka di pasar global,” tutup Anggia. •um/rdn

Berita terkait

Komisi VI Tinjau Kinerja PT Timah, Apresiasi Kenaikan Penguasaan IUP
Industri dan Pembangunan
Komisi VI Tinjau Kinerja PT Timah, Apresiasi Kenaikan Penguasaan IUP
Soroti Kebocoran Penjualan Mineral Darat, Komisi XII Desak Perketat Pengawasan Tata Niaga RI
Industri dan Pembangunan
Soroti Kebocoran Penjualan Mineral Darat, Komisi XII Desak Perketat Pengawasan Tata Niaga RI
Legislator Komisi VI Desak Perbaikan Tata Niaga Gula, Petani Jangan Jadi Korban
Industri dan Pembangunan
Legislator Komisi VI Desak Perbaikan Tata Niaga Gula, Petani Jangan Jadi Korban
Tags:#Seputar Parlemen#Komisi VI
Sebelumnya

Dewi Yustisiana Dorong KLH Harmonisasi Kebijakan Lintas Sektor Atasi Pencemaran Udara

Selanjutnya

Virus MERS-CoV Merebak di Saudi, Calon Jemaah Haji Harus Pelajari Betul Protokol Kesehatan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(758)
  • Industri dan Pembangunan(2695)
  • Isu Lainnya(981)
  • Kesejahteraan Rakyat(2576)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3195)
  • Populer(416)
  • Uncategorized(1)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Dampak penutupan selat hormus

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaSocial Media DPRTVR ParlemenE-BookE-MagazineE-BuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Seputar Parlemen|Berita Utama|Komisi X|Komisi III|Komisi IV|BKSAP|Komisi VIII|Komisi IX|Komisi II|Komisi VII|Komisi V|Komisi VI|Komisi I
Jakarta:
Berawan
26°C
Terasa: 32°C
Lembab: 91%
Angin: 4 km/h