
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyerahkan palu sidang, usai melantik Ketua Komisi X DPR Agung Widyantoro yang baru di Komisi X DPR, Senayan, Jakarta.|Foto: Tari/jk
PARLEMENTARIA, Jakarta – Agung Widyantoro resmi dikukuhkan sebagai Ketua Komisi X DPR RI menggantikan Hetifah Sjaifudian untuk sisa masa jabatan 2024–2029. Pergantian pimpinan tersebut ditetapkan dalam agenda Komisi X DPR RI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan pergantian pimpinan komisi merupakan hal yang lazim dilakukan di DPR RI dan menjadi kewenangan masing-masing fraksi. Ia berharap kepemimpinan Agung dapat membawa Komisi X menuntaskan sejumlah agenda strategis, khususnya di bidang pendidikan.
“Hari ini kita kukuhkan pimpinan Komisi X yang baru dengan Ketua Pak Dr. Agung menggantikan Ibu Hetifah dari Fraksi Partai Golkar. Ini adalah pergantian biasa di DPR karena kewenangannya ada di fraksi semuanya,” ujar Cucun.
Menurut Cucun, salah satu agenda besar yang dihadapi Komisi X adalah menentukan arah pembangunan pendidikan nasional. Karena itu, pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) diharapkan tetap berjalan seiring dengan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Ada PR-PR besar, terutama sekarang ini yang paling di depan mata terkait bagaimana dunia pendidikan ini, arahnya kita mau dibawa ke mana. Dengan Undang-Undang Sisdiknas kami harap di masa persidangan ini tidak terganggu juga dengan mengatur waktunya tentang Undang-Undang APBN juga tetap berjalan, tapi Sisdiknas bisa berjalan,” jelasnya.
Cucun juga menyoroti persoalan nasib tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang sebelumnya telah dibahas dalam pertemuan pimpinan DPR dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. Ia berharap Komisi X dapat menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut secara konkret.
“Kita ingin semua Komisi X juga nanti semua pimpinan ini menyikapi bagaimana tindak lanjut daripada pertemuan tersebut. Dan semua problematika tentang pendidikan ini, terutama tenaga pendidik dan kependidikan, bisa secara bertahap sudah bisa diselesaikan,” tegasnya.
Sementara itu, Agung Widyantoro menyampaikan terima kasih atas kepercayaan pimpinan DPR dan pimpinan partai yang diberikan kepadanya untuk memimpin Komisi X. Ia menegaskan kepemimpinannya akan dijalankan dengan prinsip kolektif kolegial bersama seluruh pimpinan dan anggota komisi.
“Yang pertama saya mengucapkan terima kasih kepada pimpinan DPR yang sudah mengukuhkan. Dan kedua saya berterima kasih kepada pimpinan partai. Betapapun mandat dan kepercayaan ini harus kita jalankan dengan baik,” kata Agung.
Agung juga mengapresiasi kinerja Hetifah Sjaifudian selama memimpin Komisi X. Ia berkomitmen melanjutkan berbagai capaian dan kebijakan positif yang telah dilakukan pimpinan sebelumnya.
“Saya berterima kasih juga dengan pendahulu saya, Ibu Hetifah. Saya mengapresiasi hasil kerja yang sudah diraih dan insyaallah saya akan teruskan hal-hal yang kebaikan-kebaikan yang sudah ditempuh di Komisi X,” ujarnya.
Dalam kepemimpinannya, Agung menempatkan masa depan guru dan tenaga pendidik sebagai salah satu pekerjaan rumah utama Komisi X. Ia berharap persoalan tersebut dapat segera dituntaskan.
“Seperti yang diharapkan ketua tadi, nasib dan hari depan guru ini adalah PR berat kita. Dan insyaallah bisa selesai, mudah-mudahan di awal tahun selesai,” ungkapnya.
Selain kesejahteraan dan masa depan guru, Agung memastikan pembahasan RUU Sisdiknas menjadi salah satu agenda penting yang akan dikawal Komisi X. Menurutnya, RUU tersebut merupakan mandat dari para guru, dosen, pendidik, dan tenaga kependidikan.
“Insyaallah RUU Sisdiknas juga ini adalah mandat dari kawan-kawan guru, dosen, pendidik, dan tenaga pendidikan. Insyaallah teman-teman kompak untuk bisa kita selesaikan bersama-sama,” pungkas Agung. (fa/ssb)