
Anggota Komisi X DPR RI, Stevano Rizki Adranacus, saat meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).|Foto: Ist/Karisma
PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi X DPR RI Stevano Rizki Adranacus meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam kunjungan tersebut, Stevano menyerap aspirasi warga sekaligus menyalurkan bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat terdampak.
Kunjungan tersebut dilakukan pada Senin (17/8/2026) dengan menyambangi sejumlah titik terdampak. Stevano melihat kondisi rumah warga yang mengalami kerusakan serta mendengarkan kebutuhan masyarakat dalam penanganan dan pemulihan pascabencana.
Bantuan kebutuhan pokok disalurkan melalui posko di Kecamatan Kuwus Barat kepada 83 kepala keluarga (KK), dengan 14 KK terdampak sebagai penerima prioritas.
“Kita akan terus berjuang bersama saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Sebagai wakil rakyat yang mewakili NTT, tentu saya ikut merasakan apa yang dirasakan masyarakat NTT saat ini,” kata Stevano dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria di Jakarta, Rabu (19/8).
Selain menyalurkan bantuan, Legislator Fraksi PDI-Perjuangan tersebut juga mengerahkan mobil ambulans ke wilayah Flores untuk membantu menjangkau warga terdampak sekaligus mendukung penanganan di lokasi bencana.
“Semoga warga terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses pemulihan berjalan cepat,” ujarnya.
Dalam peninjauan tersebut, Stevano mengunjungi dua lokasi di Kecamatan Kuwus Barat. Di Kampung Landong, Desa Tueng, tercatat 21 rumah warga mengalami kerusakan parah.
Sementara itu, di Kampung Landong, Desa Golo Lewe, terdapat 14 rumah mengalami kerusakan berat dan 21 rumah mengalami kerusakan ringan.
Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum turut mengalami kerusakan akibat gempa. Fasilitas tersebut meliputi tiga gedung sekolah dasar, yakni SDN Golo Lewe, SDK Rawuk, dan SDN Golo Binsar, satu gedung PAUD St. Thomas, serta Kantor Desa Golo Lewe.
Politisi dari Dapil NTT II itu menilai penanganan masyarakat terdampak perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga pemulihan fasilitas umum yang rusak. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak perlu terus diperkuat agar proses pemulihan masyarakat dapat berjalan cepat.
Kepala Desa Golo Lewe Fransiskus Nala menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan kepada warga terdampak. Ia berharap dukungan dari berbagai pihak dapat terus mengalir untuk membantu penanganan darurat dan proses pemulihan pascagempa. (fa/ssb)