
Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita, saat ditemui Parlementaria menjelang Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI - DPD RI di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta.|Foto: Safitri/Karisma
PARLEMENTARIA, Jakarta — Komisi XII DPR RI menegaskan komitmennya untuk mengawal pencapaian target Net Zero Emission (NZE) tahun 2060 yang dicanangkan oleh Presiden. Melalui fungsi pengawasan, Komisi XII meminta pemerintah memastikan arus investasi yang masuk, terutama di sektor energi dan hilirisasi industri, tetap memprioritaskan mitigasi dampak lingkungan dan tidak merugikan masyarakat sekitar.
Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita, saat ditemui saat mengikuti Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI - DPD RI di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Sesuai dengan arah Kebijakan Energi Nasional (KEN) terbaru serta Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, Indonesia saat ini gencar mendorong percepatan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) dan transisi menuju green energy. Namun, Komisi XII menyoroti bahwasanya kemudahan perizinan dan derasnya dorongan investasi nasional tidak boleh menyampingkan prinsip AMDAL serta perlindungan ekosistem.
"Untuk lingkungan hidup, kami berharap bahwa menuju net zero emission yang dicanangkan oleh Bapak Presiden di 2060, kita juga harus terus berkolaborasi memastikan bahwa adanya investasi di Indonesia ini tidak akan merugikan masyarakat terutama di bidang lingkungan hidup," tegas Politisi Fraksi PKB ini.
Ia menambahkan bahwa mitigasi dampak lingkungan oleh sektor industri harus diposisikan sebagai kewajiban tata kelola, bukan sekadar pemenuhan proses administratif belaka. Komisi XII mendorong adanya sinergi yang kuat antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, serta pelaku usaha melalui skema pengawasan ketat, pemberian insentif bagi industri hijau, hingga sanksi tegas bagi pelanggar regulasi lingkungan.
"Langkah-langkah konkret menuju net zero emission harus dipersiapkan secara matang dan konsisten. Dengan kolaborasi yang solid, keberlanjutan ekonomi dari investasi dan kelestarian lingkungan hidup dapat berjalan beriringan tanpa saling mengorbankan," tutup Ratna. (ndy/rdn)