E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Perampasan Aset|ASN|El Nino|karhutla|TKD|Rupiah|Pelemahan Nilai Tukar Rupiah|Nilai Tukar Rupiah|MBG|Komisi III|Pendidikan|Komisi IX|Haji
Jakarta:
Gerimis
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 59%
Angin: 15 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Perampasan Aset|ASN|El Nino|karhutla|TKD|Rupiah|Pelemahan Nilai Tukar Rupiah|Nilai Tukar Rupiah|MBG|Komisi III|Pendidikan|Komisi IX|Haji
Jakarta:
Gerimis
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 59%
Angin: 15 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Perampasan Aset|ASN|El Nino|karhutla|TKD|Rupiah|Pelemahan Nilai Tukar Rupiah|Nilai Tukar Rupiah|MBG|Komisi III|Pendidikan|Komisi IX|Haji
Jakarta:
Gerimis
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 59%
Angin: 15 km/h
/
/
Berita/Ekonomi dan Keuangan

Amin Ak: Jangan Ratapi Rupiah Melemah, Perkuat Sektor Produktif Negara

Diterbitkan
Kamis, 6 Agu 2026 12.24 WIB
Bagikan:
Amin Ak: Jangan Ratapi Rupiah Melemah, Perkuat Sektor Produktif Negara

Anggota Komisi XI DPR RI, Amin Ak.|Foto: Arifman/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI Amin Ak menilai pelemahan nilai tukar rupiah perlu direspons dengan kebijakan yang mampu memperkuat sektor-sektor produktif, sehingga dapat meningkatkan daya saing perekonomian nasional. Hal ini menjadi sorotannya lantaran pengalaman sejumlah negara menunjukkan bahwa depresiasi mata uang bisa dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi apabila diiringi peningkatan devisa dan produktivitas.

 

Ia mengatakan Indonesia memiliki peluang memanfaatkan kondisi tersebut melalui penguatan sektor pariwisata, peningkatan ekspor, serta percepatan hilirisasi industri. “Fokus kita bukan meratapi rupiah yang melemah, melainkan mengejar ekonomi yang kuat. Ketika rupiah tertekan oleh dinamika global, kita harus mampu mengubah tantangan itu menjadi peluang ekonomi,” ujar Amin melalui rilis yang disampaikan kepada Parlementaria di Jakarta, Kamis (6/8/2026)

Lihat Juga :

Penerimaan Pajak Negara Turun, Amin AK Nilai Kondisi Keuangan Negara Mengkhawatirkan

Penerimaan Pajak Negara Turun, Amin AK Nilai Kondisi Keuangan Negara Mengkhawatirkan

Rupiah Melemah, Pemerintah Jangan Buru-buru Naikkan Harga BBM Bersubsidi

Rupiah Melemah, Pemerintah Jangan Buru-buru Naikkan Harga BBM Bersubsidi

 

Perlu diketahui, ketika rupiah melemah, Indonesia berpotensi menjadi destinasi yang lebih kompetitif bagi wisatawan mancanegara karena biaya hotel, kuliner, transportasi, dan berbagai layanan wisata menjadi relatif lebih murah jika dihitung menggunakan mata uang asing. “Pariwisata adalah ekspor yang datang ke Indonesia. Wisatawan membawa devisa tanpa kita harus mengirim barang ke luar negeri. Karena itu, pemerintah perlu menjadikan sektor ini sebagai mesin pertumbuhan ekonomi yang lebih agresif,” katanya.

 

Dirinya juga mendorong pengembangan destinasi wisata unggulan, seperti Labuan Bajo, Raja Ampat, Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Wakatobi, melalui peningkatan konektivitas, kebersihan, keamanan, kualitas pelayanan, serta promosi internasional. Selain pariwisata, ia menilai pelemahan rupiah juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ekspor nasional.

 

Baginya, berbagai produk seperti kelapa sawit, perikanan, kopi, kakao, furnitur, tekstil, alas kaki, hingga industri kreatif memiliki peluang lebih besar bersaing di pasar global apabila didukung peningkatan kualitas dan nilai tambah. “Hilirisasi harus terus dipercepat agar Indonesia tidak lagi hanya menjual bahan mentah. Semakin tinggi nilai tambah produk yang kita ekspor, semakin besar devisa yang masuk dan semakin kuat fondasi ekonomi nasional,” tegasnya.

 

Di sisi lain, ia menilai pemerintah perlu terus mengurangi ketergantungan terhadap impor, terutama untuk bahan baku strategis dan komponen industri, guna memperkuat daya tahan perekonomian terhadap gejolak nilai tukar. Menurutnya, berbagai strategi tersebut perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

 

“Nilai tukar yang terlalu lemah tetap berisiko memicu inflasi, menaikkan biaya produksi, dan mengurangi daya beli masyarakat. Karena itu, stabilitas ekonomi makro harus tetap menjadi prioritas,” imbuhnya.

 

Pun, Amin juga mendorong sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan pelaku usaha untuk menjaga inflasi tetap terkendali, memperkuat iklim investasi, mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperluas pasar ekspor Indonesia. Sebab, terangnya, kekuatan ekonomi suatu negara pada akhirnya tidak ditentukan oleh mahal atau murahnya mata uang, melainkan oleh kemampuan menghasilkan barang dan jasa yang mampu bersaing di pasar dunia.

 

“Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, bonus demografi, dan potensi pariwisata kelas dunia. Jika semua potensi itu dikelola secara optimal, pelemahan rupiah bukan sekadar menjadi tantangan, tetapi dapat menjadi momentum untuk mempercepat transformasi menuju ekonomi yang lebih produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” pungkas Politisi Fraksi PKS itu. (bit/um)

Berita terkait

Penerimaan Pajak Negara Turun, Amin AK Nilai Kondisi Keuangan Negara Mengkhawatirkan
Ekonomi dan Keuangan
Penerimaan Pajak Negara Turun, Amin AK Nilai Kondisi Keuangan Negara Mengkhawatirkan
Rupiah Melemah, Pemerintah Jangan Buru-buru Naikkan Harga BBM Bersubsidi
Industri dan Pembangunan
Rupiah Melemah, Pemerintah Jangan Buru-buru Naikkan Harga BBM Bersubsidi
Amin AK: APBN Harus Perkuat Daya Beli Demi Cegah Kelas Menengah Menyusut
Ekonomi dan Keuangan
Amin AK: APBN Harus Perkuat Daya Beli Demi Cegah Kelas Menengah Menyusut
Tags:#Rupiah#Pelemahan Nilai Tukar Rupiah#Nilai Tukar Rupiah
Sebelumnya

Ansari Ajak Masyarakat Pahami Tata Kelola Dana Haji secara Utuh

Selanjutnya

Muhammad Kholid Desak Pemerintah Segera Putuskan Tambahan TKD Demi Bayar Gaji ASN

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1052)
  • Industri dan Pembangunan(3680)
  • Isu Lainnya(1043)
  • Kesejahteraan Rakyat(3680)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4539)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
Majalah Parlementaria Edisi 258

Link Flipbook : https://online.anyflip.com/fhwbw/fndh/mobile/index.html

KELAS PARLEMEN

🚀 Halo Sobat Parlemen, Kelas Parlemen resmi dimulai! Kelas Parlemen mengajak kamu memahami bagaimana parlemen berperan dalam menjaga ruang digital di tengah perkembangan teknologi dan algoritma. 🎙️ Beyond the FYP: Peran Parlemen Menjaga Ruang Digital di Tengah Bias dan Jebakan Algoritma 📅 Jumat, 7 Agustus 2026 🕙 10.00 WIB – selesai 💻 Zoom Meeting 🎤 Narasumber: * Amelia Anggraini, S.I.Kom – Anggota Komisi I DPR RI * Dr. Suko Widodo, Drs., M.Si. – Dosen FISIP Universitas Airlangga ✨ Fasilitas peserta: ✔️ e-Sertifikat ✔️ Berbagai hadiah menarik 📌 Daftar sekarang melalui tautan berikut: https://s.dpr.go.id/KELASPARLEMEN Jadilah bagian dari Kelas Parlemen dan ikut berdiskusi mengenai isu digita

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Perampasan Aset|ASN|El Nino|karhutla|TKD|Rupiah|Pelemahan Nilai Tukar Rupiah|Nilai Tukar Rupiah|MBG|Komisi III|Pendidikan|Komisi IX|Haji
Jakarta:
Gerimis
32°C
Terasa: 36°C
Lembab: 59%
Angin: 15 km/h