E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
petani|Perhutani|Perhutani KPH|Perhutani KPH Mojokerto|RUU Perampasan Aset|RUU|perampasan aset|Guru|ASN|Reses|Bali|Cagar Budaya|Siak
Jakarta:
Sebagian Cerah
30°C
Terasa: 32°C
Lembab: 48%
Angin: 10 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
petani|Perhutani|Perhutani KPH|Perhutani KPH Mojokerto|RUU Perampasan Aset|RUU|perampasan aset|Guru|ASN|Reses|Bali|Cagar Budaya|Siak
Jakarta:
Sebagian Cerah
30°C
Terasa: 32°C
Lembab: 48%
Angin: 10 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
petani|Perhutani|Perhutani KPH|Perhutani KPH Mojokerto|RUU Perampasan Aset|RUU|perampasan aset|Guru|ASN|Reses|Bali|Cagar Budaya|Siak
Jakarta:
Sebagian Cerah
30°C
Terasa: 32°C
Lembab: 48%
Angin: 10 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Kemitraan Petani dan Perhutani Perlu Dibangun Lebih Berkeadilan

Diterbitkan
Selasa, 28 Jul 2026 08.52 WIB
Bagikan:
Kemitraan Petani dan Perhutani Perlu Dibangun Lebih Berkeadilan

Anggota Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI Totok Hedi Santosa saat mengikuti Kunjungan Kerja BAM DPR RI di Mojokerto, Jawa Timur.|Foto: Estu/Mahendra

PARLEMENTARIA, Mojokerto – Anggota Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI Totok Hedi Santosa menyoroti pola kemitraan antara petani penggarap dan Perum Perhutani KPH Mojokerto yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada petani. Menurutnya, petani perlu diberikan ruang yang lebih besar untuk menentukan komoditas yang akan dibudidayakan sesuai potensi dan kemampuan yang mereka miliki. 


"Saya bertanya kepada mereka, itu ada jagung, ada tebu, ada kayu putih. Pertanyaan saya sederhana, tebu itu pesanan dari Perhutani atau inisiatif dari kawan-kawan petani yang tergabung dalam koperasi. Mereka akhirnya menjawab sebagian memang kami memesan," ujar Totok saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) BAM DPR RI di Mojokerto, Jawa Timur, Senin (27/7/2026).


Menurut Totok, jawaban tersebut menunjukkan bahwa pola kemitraan yang berjalan saat ini masih menempatkan petani sebagai pelaksana kebutuhan Perhutani. Padahal, petani merupakan pihak yang paling memahami karakteristik lahan yang mereka kelola sehingga seharusnya memiliki keleluasaan untuk menentukan komoditas yang dinilai paling sesuai dan produktif. Ia menilai pendekatan yang lebih partisipatif akan mampu meningkatkan kemandirian sekaligus kesejahteraan petani.

Lihat Juga :

Cellica Nurrachadiana: Pengawasan Kemitraan Perhutani Perlu Diperkuat

Cellica Nurrachadiana: Pengawasan Kemitraan Perhutani Perlu Diperkuat

BAM Tindak Lanjut Keluhan Petani soal Kemitraan dengan Perhutani KPH Mojokerto

BAM Tindak Lanjut Keluhan Petani soal Kemitraan dengan Perhutani KPH Mojokerto


"Yang saya kritik adalah kenapa tidak membiarkan petani punya inisiatif. Ini mengingatkan saya pada pola tanam paksa di zaman kolonial. Kalian bebas bertani, tetapi harus menanam komoditas tertentu. Jadi, itu yang saya sampaikan hanya supaya kulturnya sedikit berubah," tegasnya.


Ia berharap pola hubungan antara Perhutani, koperasi, dan kelompok tani dapat dibangun melalui dialog yang lebih terbuka dengan mengedepankan musyawarah. Dengan demikian, kemitraan tidak hanya berorientasi pada target produksi, tetapi juga memberikan ruang bagi petani untuk berkembang serta menciptakan sistem yang lebih adil dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan. (est/aha)

Berita terkait

Cellica Nurrachadiana: Pengawasan Kemitraan Perhutani Perlu Diperkuat
Kesejahteraan Rakyat
Cellica Nurrachadiana: Pengawasan Kemitraan Perhutani Perlu Diperkuat
BAM Tindak Lanjut Keluhan Petani soal Kemitraan dengan Perhutani KPH Mojokerto
Kesejahteraan Rakyat
BAM Tindak Lanjut Keluhan Petani soal Kemitraan dengan Perhutani KPH Mojokerto
Mekanisme Kenaikan Tarif Jalan Harus Melibatkan DPR Agar Lebih Objektif dan Berkeadilan
Industri dan Pembangunan
Mekanisme Kenaikan Tarif Jalan Harus Melibatkan DPR Agar Lebih Objektif dan Berkeadilan
Tags:#petani#Perhutani#Perhutani KPH#Perhutani KPH Mojokerto
Sebelumnya

Waka DPR Sari Yuliati Desak Sanksi Berat jika Guru ASN Tanjungbalai Terbukti Cabuli Anak

Selanjutnya

Kecam Keroyok Massa di Bali, Rofik Hananto Desak Penegakan Hukum dan Pendampingan Trauma Anak Korban

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1047)
  • Industri dan Pembangunan(3666)
  • Isu Lainnya(1037)
  • Kesejahteraan Rakyat(3659)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4491)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum
Majalah Parlementaria Edisi 258

Link Flipbook : https://online.anyflip.com/fhwbw/fndh/mobile/index.html

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
petani|Perhutani|Perhutani KPH|Perhutani KPH Mojokerto|RUU Perampasan Aset|RUU|perampasan aset|Guru|ASN|Reses|Bali|Cagar Budaya|Siak
Jakarta:
Sebagian Cerah
30°C
Terasa: 32°C
Lembab: 48%
Angin: 10 km/h