
Anggota Komisi X DPR RI Muslimin Bando saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI Ke Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.|Foto : Anju/Alma
PARLEMENTARIA, Makassar – Anggota Komisi X DPR RI Muslimin Bando mengapresiasi capaian sektor pendidikan di Provinsi Sulawesi Selatan yang dinilai menunjukkan kinerja menggembirakan. Berdasarkan paparan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, daerah tersebut berhasil menempatkan diri sebagai salah satu dari lima provinsi dengan capaian pendidikan terbaik di Indonesia.
Hal itu disampaikan Muslimin kepada Parlementaria usai mengikuti Kunjungan Kerja Masa Reses Komisi X DPR RI di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, data yang dipaparkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menunjukkan angka partisipasi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang melanjutkan ke perguruan tinggi telah mencapai lebih dari 90 persen. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi di luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
"Yang membanggakan Provinsi Sulawesi Selatan ini adalah, kalau kita lihat tadi laporan Ibu Wakil Gubernur tentang capaian pendidikan di Provinsi Sulawesi Selatan, kita berada pada urutan yang masuk ke dalam lima besar di Indonesia. Tingkat angka partisipasi kuliah alumni SMA dan SMK di Provinsi Sulawesi Selatan itu sudah di atas 90 persen," ujar Muslimin.
Legislator Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan III itu menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, pemerintah kabupaten/kota, hingga jajaran dinas pendidikan yang secara konsisten memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Selain itu, Muslimin mengungkapkan bahwa target wajib belajar 13 tahun di Sulawesi Selatan juga telah melampaui target. Menurutnya, capaian tersebut dipengaruhi tingginya partisipasi anak usia dini yang telah mengakses layanan pendidikan sebelum memasuki usia sekolah dasar.
"Hampir memenuhi tuntutan wajib belajar 13 tahun itu, Provinsi Sulawesi Selatan sudah mencapai. Malah sudah di atas 100 persen. Karena ada anak-anak yang usianya belum masuk sekolah dasar tetapi sudah terserap ke jenjang pendidikan," jelasnya.
Meski memberikan apresiasi, Politisi Fraksi PAN itu mengingatkan bahwa keberhasilan Sulawesi Selatan masih berbanding terbalik dengan kondisi pendidikan di sejumlah daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), yang hingga kini masih menghadapi rendahnya angka partisipasi pendidikan.
Oleh karena itu, ia berharap praktik baik yang diterapkan di Sulawesi Selatan dapat menjadi referensi bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan untuk memperluas pemerataan akses pendidikan di berbagai wilayah Indonesia, sehingga kualitas pendidikan nasional dapat meningkat secara lebih merata. (aas/ssb)