
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani saat Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto : Yohan/Andri
PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menekankan berbagai program yang diluncurkan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) harus disertai implementasi yang jelas, efektif, dan mudah dipahami masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program pembangunan keluarga tidak ditentukan oleh banyaknya nama atau slogan, melainkan sejauh mana masyarakat memahami, merasa memiliki, dan berpartisipasi dalam pelaksanaannya.
Pernyataan tersebut disampaikan Netty usai Rapat Kerja Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Netty mengapresiasi berbagai inovasi yang dihadirkan Kemendukbangga melalui sejumlah program baru. Namun, ia mengingatkan agar inovasi tersebut diimbangi dengan strategi komunikasi yang mampu memudahkan masyarakat memahami tujuan dan mekanisme setiap program.
"Tentu saja saya mengapresiasi jika ada kreativitas dan inovasi dari Kemendukbangga untuk menggulirkan program yang lebih dipahami masyarakat. Namun pertanyaannya, apakah ketika judul program semakin banyak dan semakin sulit dipahami, masyarakat akan memiliki respons yang baik untuk bersama-sama berpartisipasi dalam program tersebut?" ujarnya.
Ia mencontohkan sejumlah program, seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), dan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsyat). Menurutnya, pemerintah perlu memastikan seluruh program tersebut benar-benar berjalan efektif di lapangan dan tidak berhenti pada tahap peluncuran semata.
"Menurut saya ini perlu diperjelas, apakah ini kemudian hanya berhenti pada seremoni atau launching program, atau secara implementasi benar-benar bisa dijalankan oleh masyarakat. Nah, itu yang harus dijawab oleh Kemendukbangga," tegas Politisi Fraksi PKS tersebut.
Lebih lanjut, Netty menilai pembangunan keluarga memerlukan keterlibatan aktif masyarakat sebagai pelaku utama. Karena itu, setiap program perlu dirancang agar mampu menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) sehingga masyarakat terdorong berpartisipasi dan ikut menentukan keberhasilan program.
"Yang terpenting bagaimana masyarakat memiliki sense of belonging terhadap program tersebut. Sehingga masyarakatlah yang kemudian menentukan keberhasilan program tersebut. Karena keluarga dimulai dari masyarakat, setiap anak lahir dari masyarakat, dan kita semua adalah produk keluarga yang diharapkan dapat berkontribusi terhadap pembangunan bangsa," pungkasnya. (als/ssb)