E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Imigrasi|SPMB|YTR|WNA|Optimalisasi Pendapatan Daerah|stunting|Anggaran|Pendidikan|Guru|Pariwisata|KUHP|HAM|RUU Sisdiknas
Jakarta:
Sebagian Cerah
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 84%
Angin: 5 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Imigrasi|SPMB|YTR|WNA|Optimalisasi Pendapatan Daerah|stunting|Anggaran|Pendidikan|Guru|Pariwisata|KUHP|HAM|RUU Sisdiknas
Jakarta:
Sebagian Cerah
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 84%
Angin: 5 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Imigrasi|SPMB|YTR|WNA|Optimalisasi Pendapatan Daerah|stunting|Anggaran|Pendidikan|Guru|Pariwisata|KUHP|HAM|RUU Sisdiknas
Jakarta:
Sebagian Cerah
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 84%
Angin: 5 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Gerakan Orang Tua Asuh Stunting Harus Berdampak Nyata dan Tepat Sasaran

Diterbitkan
Rabu, 24 Jun 2026 17.53 WIB
Bagikan:
Gerakan Orang Tua Asuh Stunting Harus Berdampak Nyata dan Tepat Sasaran

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.|Foto : Mares/Andri

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani meminta Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) memastikan program Gerakan Orang Tua Asuh Stunting (GENTING) tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata terhadap penurunan angka stunting di Indonesia.


Hal itu disampaikannya dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026).


Netty mempertanyakan praktik-praktik terbaik pelaksanaan program Orang Tua Asuh Stunting yang selama ini dijalankan di berbagai daerah. Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup diukur dari banyaknya pihak yang terlibat, melainkan dari sejauh mana program tersebut mampu mendampingi keluarga berisiko stunting secara berkelanjutan.

Lihat Juga :

Syaiful Huda Minta Program Dana Desa dan Transmigrasi Tepat Sasaran dan Transparan

Syaiful Huda Minta Program Dana Desa dan Transmigrasi Tepat Sasaran dan Transparan

Sigit Purnomo: Penanganan Pascabencana Palu Harus Tepat dan Berkelanjutan

Sigit Purnomo: Penanganan Pascabencana Palu Harus Tepat dan Berkelanjutan


"Saya masih menyimpan pertanyaan apakah kemudian program ini masih didominasi oleh selebrasi yang berlebihan ketimbang kemudian program pendampingannya," ujar Netty. 


Ia mencontohkan program Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang telah banyak memiliki regulasi di daerah, namun dalam implementasinya belum sepenuhnya menunjukkan hasil yang signifikan. Karena itu, ia mengingatkan agar Gerakan Orang Tua Asuh Stunting tidak mengalami hal serupa. "Jadi ini menurut saya perlu juga disampaikan seperti apa pola-pola best practice dari orang tua asuh stunting," katanya.


Politisi Fraksi PKS itu menilai perlu ada penjelasan yang lebih rinci mengenai bentuk pendampingan yang dilakukan para orang tua asuh kepada keluarga sasaran. Menurutnya, efektivitas program harus dapat diukur dari kontribusinya dalam memenuhi kebutuhan gizi dan pendampingan keluarga berisiko stunting.


"Apakah kemudian orang tua asuh stunting ini secara rutin memberikan asupan bergizi buat keluarga berisiko stunting atau kemudian sebagiannya memang memelihara secara khusus, merawat secara khusus seperti itu. Nah ini penting untuk diperjelas gerakan orang tua asuh stunting," tegasnya. 


Netty juga mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak bisa hanya diukur dari banyaknya orang tua asuh stunting yang terlibat. Menurutnya, program tersebut harus mampu menunjukkan hasil nyata melalui penurunan angka stunting di lapangan. "Jangan sampai kita euforia bahwa ada sekian orang tua asuh stunting tapi kemudian tidak berbanding lurus dengan penyelesaian stunting itu sendiri," pungkasnya. (als/ssb)

Berita terkait

Syaiful Huda Minta Program Dana Desa dan Transmigrasi Tepat Sasaran dan Transparan
Industri dan Pembangunan
Syaiful Huda Minta Program Dana Desa dan Transmigrasi Tepat Sasaran dan Transparan
Sigit Purnomo: Penanganan Pascabencana Palu Harus Tepat dan Berkelanjutan
Kesejahteraan Rakyat
Sigit Purnomo: Penanganan Pascabencana Palu Harus Tepat dan Berkelanjutan
Anis Byarwati: Insentif 12,8 Triliun Harus Tepat Sasaran dan Tak Sekadar Musiman
Ekonomi dan Keuangan
Anis Byarwati: Insentif 12,8 Triliun Harus Tepat Sasaran dan Tak Sekadar Musiman
Tags:#stunting#BKKBN#GENTING
Sebelumnya

My Esti Usulkan PTN Beri Ruang Khusus bagi Mahasiswa dari Daerah 3T

Selanjutnya

Legislator Soroti Kesenjangan Daya Tampung Perguruan Tinggi dengan Jumlah Lulusan SMA

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(923)
  • Industri dan Pembangunan(3309)
  • Isu Lainnya(1021)
  • Kesejahteraan Rakyat(3315)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4041)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

LOKAS
DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Imigrasi|SPMB|YTR|WNA|Optimalisasi Pendapatan Daerah|stunting|Anggaran|Pendidikan|Guru|Pariwisata|KUHP|HAM|RUU Sisdiknas
Jakarta:
Sebagian Cerah
27°C
Terasa: 32°C
Lembab: 84%
Angin: 5 km/h