
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunian Chalim, dalam RDP Panja Akses Pembiayaan dan Permodalan UMKM dan Ekonomi Kreatif, di Gedung DPR.|Foto: Yohanes/Karisma
PARLEMENTARIA, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunian Chalim menilai akses pembiayaan modal kerja sangat penting untuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia mengatakan akses terhadap modal kerja kini menjadi kebutuhan strategis bagi pelaku UMKM untuk menjaga keberlangsungan bisnis dan daya saing.
“Sekarang yang menjadi hambatan bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan modal adalah BI checking hingga kasus gagal bayar yang mengakibatkan pihak bank tidak mau memberikan pinjaman. Disisi lain, ketidakmampuan UMKM untuk mengelola asetnya juga menjadi hambatan untuk naik kelas”, tuturnya dalam RDP Panja Akses Pembiayaan dan Permodalan UMKM dan Ekonomi Kreatif, di Gedung DPR, Senin (13/7/2026).
Politisi yang akrab dipanggil Nunik ini menyampaikan pelaku UMKM masih menghadapi tantangan struktural, mulai dari keterbatasan permodalan, tekanan biaya hidup, pendapatan yang tidak stabil, hingga kemampuan mengelola keuangan rumah tangga dan usaha.
Kondisi ini menunjukkan, pertumbuhan ekonomi UMKM perlu didorong melalui akses keuangan serta ekosistem yang mampu memperkuat kesehatan finansial. Ia mengatakan, sebagian besar pelaku UMKM masih kesulitan menghadapi permasalahan ini, padahal permodalan menjadi salah satu cara untuk bisa tumbuh secara berkelanjutan.
“Masalah keuangan dan rumah tangga juga menjadi faktor penentu keberhasilan UMKM, sebab jika hal mendasar tersebut tidak stabil maka pihak bank juga tidak akan mau meminjamkan modalnya”, kata Politisi Fraksi PKB ini.
Pendekatan kesehatan finansial menjadi semakin penting untuk memastikan inklusi keuangan menghasilkan dampak yang lebih nyata bagi UMKM. “Kementerian UMKM juga harus memperbanyak latihan-latihan untuk memprofit keuangan UMKM, sehingga dapat kepercayaan bank”, tutupnya. (tn/we)