E-Media DPR RI – Berita DPR RI, Informasi dan Kegiatan DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Desa Wisata|Guru|internet|Audit|UKT|BUMN|RUU Sisdiknas|Regulasi|Nelayan|Korupsi|SPMB|PTPIN|Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Jakarta:
Cerah
30°C
Terasa: 31°C
Lembab: 52%
Angin: 11 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita DPR RI, Informasi dan Kegiatan DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Desa Wisata|Guru|internet|Audit|UKT|BUMN|RUU Sisdiknas|Regulasi|Nelayan|Korupsi|SPMB|PTPIN|Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Jakarta:
Cerah
30°C
Terasa: 31°C
Lembab: 52%
Angin: 11 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita DPR RI, Informasi dan Kegiatan DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Desa Wisata|Guru|internet|Audit|UKT|BUMN|RUU Sisdiknas|Regulasi|Nelayan|Korupsi|SPMB|PTPIN|Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Jakarta:
Cerah
30°C
Terasa: 31°C
Lembab: 52%
Angin: 11 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Komisi X Tampung Masukan Akademisi, Legislator Soroti Rencana Induk hingga Penataan Guru

Diterbitkan
Sabtu, 11 Jul 2026 14.03 WIB
Bagikan:
Komisi X Tampung Masukan Akademisi, Legislator Soroti Rencana Induk hingga Penataan Guru

Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah Dalam Kunjungan Kerja Spesifik Panitia Kerja (Panja) Revisi UU Sisdiknas di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung.|Foto: SAR/Mahendra

PARLEMENTARIA, Bandung — Komisi X DPR RI terus memperkaya substansi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dengan menyerap masukan dari kalangan akademisi. Dalam Kunjungan Kerja Spesifik Panitia Kerja (Panja) Revisi UU Sisdiknas di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Kamis (09/7/2026), sejumlah usulan strategis mengemuka, mulai dari penyusunan Rencana Induk Pendidikan Nasional (RIPN) hingga penataan kebutuhan guru secara lebih terintegrasi. 


Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, menegaskan bahwa kunjungan kerja tersebut menjadi ruang dialog untuk menghimpun aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan menengah, hingga perguruan tinggi negeri dan swasta. 


"Kita ingin mendengarkan seluruh aspirasi, baik dari perguruan tinggi negeri maupun swasta, maupun dari jenjang pendidikan dasar, menengah, bahkan juga PAUD," ujar Legislator dari Dapil Jawa Barat XI itu . 

Lihat Juga :

Komisi III Himpun Masukan Akademisi, Safaruddin Soroti Peran Strategis Kompolnas

Komisi III Himpun Masukan Akademisi, Safaruddin Soroti Peran Strategis Kompolnas

Komisi X Soroti Kekurangan Guru Pendamping Khusus Siswa Inklusif di Kabupaten Semarang

Komisi X Soroti Kekurangan Guru Pendamping Khusus Siswa Inklusif di Kabupaten Semarang


Menurutnya, berbagai masukan yang disampaikan akademisi tidak hanya menyentuh aspek filosofis pendidikan, tetapi juga menawarkan solusi terhadap persoalan yang selama ini dihadapi sistem pendidikan nasional. Salah satu usulan yang dinilai penting adalah perlunya menghadirkan Rencana Induk Pendidikan Nasional sebagai arah pembangunan pendidikan jangka panjang yang mampu menjaga kesinambungan kebijakan lintas periode pemerintahan. 


"Menjadi penting dalam undang-undang ini adanya Rencana Induk Pendidikan. Masing-masing jenjang, jalur, dan jenis pendidikan harus memiliki arah yang jelas sehingga tujuan pendidikan nasional dapat tercapai," ujarnya. 


Usulan tersebut sejalan dengan pandangan akademisi UPI yang menilai Indonesia memerlukan peta jalan pendidikan nasional agar program-program strategis tidak terputus akibat pergantian kepemimpinan. Rektor UPI, Prof. Didi Sukyadi, juga mendorong agar RIPN menjadi acuan bersama bagi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem pendidikan yang konsisten dan berkelanjutan. 


Selain RIPN, penataan kebutuhan guru turut menjadi perhatian dalam pembahasan. Ferdiansyah mengatakan kalangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) menyoroti pentingnya sinkronisasi antara lembaga penghasil guru dengan kebutuhan riil di lapangan agar tidak lagi terjadi ketimpangan distribusi maupun kelebihan dan kekurangan guru di berbagai daerah. 


"Kita minta masukan bagaimana konteks antara output dan input harus sama. Jadi tidak ada lagi istilah kekurangan guru, tidak ada lagi istilah kelebihan guru," tegas Anggota Komisi X tersebut. 


Ferdiansyah menambahkan, penyusunan RUU Sisdiknas juga diarahkan untuk memperkuat nilai-nilai dasar pendidikan nasional, seperti keberagaman, keberlanjutan, kepedulian terhadap lingkungan, serta pendidikan yang inklusif bagi seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus. 


Ia menegaskan, pendidikan harus dipandang sebagai proses yang berlangsung sepanjang hayat. Karena itu, regulasi yang sedang disusun diharapkan mampu menjadi fondasi bagi sistem pendidikan yang adaptif sekaligus berkelanjutan. "Tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan sekadar memintarkan. Pendidikan itu untuk semua dan berlangsung sepanjang hayat," ungkapnya. 


Melalui penyerapan aspirasi dari kalangan akademisi, Komisi X berharap revisi UU Sisdiknas mampu menghadirkan kebijakan yang tidak hanya menjawab tantangan pendidikan saat ini, tetapi juga menjadi pijakan pembangunan sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang. (sar/aha)

Berita terkait

Komisi III Himpun Masukan Akademisi, Safaruddin Soroti Peran Strategis Kompolnas
Politik dan Keamanan
Komisi III Himpun Masukan Akademisi, Safaruddin Soroti Peran Strategis Kompolnas
Komisi X Soroti Kekurangan Guru Pendamping Khusus Siswa Inklusif di Kabupaten Semarang
Kesejahteraan Rakyat
Komisi X Soroti Kekurangan Guru Pendamping Khusus Siswa Inklusif di Kabupaten Semarang
Komisi X Soroti Permasalahan Distribusi Guru di Sulawesi Selatan
Kesejahteraan Rakyat
Komisi X Soroti Permasalahan Distribusi Guru di Sulawesi Selatan
Tags:#Guru
Sebelumnya

Siti Mukaromah: Replikasi Desa Wisata Harus Mengangkat Keunikan Daerah

Selanjutnya

Tingginya Biaya Kuliah Picu Calon Mahasiswa Gagal Daftar Ulang

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(997)
  • Industri dan Pembangunan(3463)
  • Isu Lainnya(1029)
  • Kesejahteraan Rakyat(3485)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4240)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita DPR RI, Informasi dan Kegiatan DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Desa Wisata|Guru|internet|Audit|UKT|BUMN|RUU Sisdiknas|Regulasi|Nelayan|Korupsi|SPMB|PTPIN|Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Jakarta:
Cerah
30°C
Terasa: 31°C
Lembab: 52%
Angin: 11 km/h