Anggota Komisi VII DPR RI Mohammad Toha dalam mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), Medan.|Foto: DWK/Mahendra
PARLEMENTARIA, Medan – Anggota Komisi VII DPR RI Mohammad Toha menilai Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 dapat menjadi salah satu instrumen untuk menggerakkan ekonomi daerah sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, di tengah tantangan fiskal yang dihadapi sejumlah pemerintah daerah, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci agar aktivitas ekonomi tetap tumbuh.
Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), Medan, guna meninjau kesiapan penyelenggaraan PRSU 2026 sekaligus menyerap aspirasi terkait pengembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM di Sumatera Utara.
Toha menegaskan, pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen harus ditopang oleh penguatan ekonomi di daerah. Karena itu, setiap daerah perlu mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk menciptakan aktivitas ekonomi baru, salah satunya melalui penyelenggaraan event berskala besar seperti PRSU.
"Dan kita melihat pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan oleh Bapak Presiden Prabowo 8 persen ya, ini kita melihat peningkatan secara bertahap sudah terlihat. Akan tetapi kalau di daerah tidak kita tumbuhkan dengan situasi yang hari ini mungkin kita bisa melihat ada permasalahan mungkin dari sisi defisit anggaran, tetapi kalau kita tumbuhkan pihak swastanya, kita libatkan masyarakatnya, dan PRSU merupakan salah satu sarana yang sangat tepat," ujar Politisi Fraksi PKB tersebut.
Ia menilai keterlibatan sektor swasta dan masyarakat akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah. Melalui partisipasi pelaku usaha, industri kreatif, dan UMKM, PRSU diharapkan mampu meningkatkan transaksi ekonomi, memperluas peluang usaha, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Menurut Toha, sinergi antara DPR RI, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, PT PPSU, dan para pelaku usaha perlu terus diperkuat agar penyelenggaraan PRSU tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi benar-benar memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Sejalan dengan itu, Komisi VII DPR RI memandang keberhasilan PRSU tidak hanya diukur dari tingginya jumlah pengunjung, melainkan juga dari besarnya manfaat ekonomi yang dirasakan pelaku usaha dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, PRSU diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan sekaligus mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional. (dwk/we)