E-Media DPR RI – Berita DPR RI, Informasi dan Kegiatan tentang DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|RUU Ketenagalistrikan|BPJS Ketenagakerjaan|Diplomasi|Pendidikan|Guru|lahan|Ekonomi|SPPG|PSN|PPPK|RUU PFII|RUU Air Minum
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 56%
Angin: 7 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita DPR RI, Informasi dan Kegiatan tentang DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|RUU Ketenagalistrikan|BPJS Ketenagakerjaan|Diplomasi|Pendidikan|Guru|lahan|Ekonomi|SPPG|PSN|PPPK|RUU PFII|RUU Air Minum
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 56%
Angin: 7 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita DPR RI, Informasi dan Kegiatan tentang DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|RUU Ketenagalistrikan|BPJS Ketenagakerjaan|Diplomasi|Pendidikan|Guru|lahan|Ekonomi|SPPG|PSN|PPPK|RUU PFII|RUU Air Minum
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 56%
Angin: 7 km/h
/
/
Berita/Ekonomi dan Keuangan

Jangan Sekadar Narasi, Evaluasi Inpres Harus Lebih Terukur Dan Berdampak

Diterbitkan
Kamis, 9 Jul 2026 17.59 WIB
Bagikan:
Jangan Sekadar Narasi, Evaluasi Inpres Harus Lebih Terukur Dan Berdampak

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta.|Foto: Mahendra/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menekankan pentingnya evaluasi pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) dilakukan secara lebih terukur dan terstruktur. Menurutnya, laporan evaluasi tidak cukup hanya memuat capaian umum, tetapi juga harus menjelaskan pelaksana teknis, target, realisasi, hingga dampak pembangunan yang dihasilkan.

 

Misbakhun menjelaskan bahwa Inpres merupakan instrumen strategis pemerintah untuk mengintervensi pembangunan daerah, terutama setelah adanya penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD). Karena itu, pelaksanaannya harus dapat dipantau secara rinci agar fungsi pengawasan DPR berjalan optimal.

Lihat Juga :

Indonesia Masuk ke BOP Jangan Sekadar Simbolik, Harus Berani Evaluasi Jika Keluar dari Tujuan

Indonesia Masuk ke BOP Jangan Sekadar Simbolik, Harus Berani Evaluasi Jika Keluar dari Tujuan

Kebijakan BI Harus Lebih Berdampak ke Sektor Riil, Jangan Hanya Indah di Atas Kertas!

Kebijakan BI Harus Lebih Berdampak ke Sektor Riil, Jangan Hanya Indah di Atas Kertas!

 

"Inpres ini kan sebenarnya strategi yang dilakukan sebagai bentuk intervensi. Karena pemerintah melakukan pengurangan terhadap dana transfer ke daerah. Maka dilakukanlah sebuah intervensi policy yang diberi nama Inpres," ujar Misbakhun dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas yang membahas Evaluasi Instruksi Presiden Tahun 2026 Semester I di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (9/7/2026).

 

Menurut Politisi Fraksi Partai Golkar tersebut, laporan evaluasi ke depan perlu memuat informasi yang lebih detail, mulai dari pelaksana teknis, sebaran program, target, realisasi, hingga rekomendasi perbaikan agar setiap program dapat diukur efektivitasnya.

 

"Semester kedua kita ingin nanti ada, siapa sih pelaksana teknisnya? Sebarannya ke mana? Dengan anggaran yang ada targetnya berapa? Rekomendasinya apa perbaikannya? Sehingga kami tahu bahwa ujung dari itu adalah targetnya apa, realisasinya seberapa besar, dan rekomendasinya apa?" tegasnya.

 

Ia juga mengingatkan agar pelaksanaan Inpres tidak mengurangi peran pemerintah daerah dalam pembangunan. Menurutnya, program-program Inpres harus tetap memberi ruang bagi daerah untuk mengusulkan dan melaksanakan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat.

 

"Inpres itu jangan sampai mengurangi partisipasi daerah dalam melaksanakan pembangunan. Jangan sampai kemudian pemerintah pusat seakan-akan hanya program di daerah, pelaksananya, tendernya di pusat, semuanya di pusat," katanya.

 

Selain itu, Misbakhun menilai evaluasi pelaksanaan Inpres harus mampu menunjukkan dampak nyata terhadap pembangunan daerah, baik dalam meningkatkan konektivitas, memperlancar logistik, maupun mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia menilai penyajian data evaluasi perlu dilengkapi dengan informasi geospasial serta indikator hasil yang jelas agar dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan berikutnya.

 

"Untuk melakukan upaya-upaya evaluasi ke depan itu harus lebih terstruktur, kemudian ada kualitatifnya jalan, kuantitatifnya juga jalan. Sehingga outcome-nya itu ditemukan. Kalau berhasil topangannya berapa persen, kalau kurang perbaikannya apa, koreksinya apa, dan rekomendasi barunya untuk perbaikan itu apa," pungkasnya. (als/gal)

Berita terkait

Indonesia Masuk ke BOP Jangan Sekadar Simbolik, Harus Berani Evaluasi Jika Keluar dari Tujuan
Politik dan Keamanan
Indonesia Masuk ke BOP Jangan Sekadar Simbolik, Harus Berani Evaluasi Jika Keluar dari Tujuan
Kebijakan BI Harus Lebih Berdampak ke Sektor Riil, Jangan Hanya Indah di Atas Kertas!
Ekonomi dan Keuangan
Kebijakan BI Harus Lebih Berdampak ke Sektor Riil, Jangan Hanya Indah di Atas Kertas!
Pelatihan UMKM Jangan Sekadar Seremoni, Harus Berdampak Nyata Peningkatan Usaha
Industri dan Pembangunan
Pelatihan UMKM Jangan Sekadar Seremoni, Harus Berdampak Nyata Peningkatan Usaha
Tags:#TKD#Inpres
Sebelumnya

Kemantapan Jalan Daerah Perlu Ditingkatkan untuk Perkuat Konektivitas dan Ekonomi

Selanjutnya

Komisi III Dukung Usut Tuntas Korupsi Batu Bara, Polri Harus Berpegang Prinsip PRESISI

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(996)
  • Industri dan Pembangunan(3450)
  • Isu Lainnya(1029)
  • Kesejahteraan Rakyat(3464)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4228)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita DPR RI, Informasi dan Kegiatan tentang DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|RUU Ketenagalistrikan|BPJS Ketenagakerjaan|Diplomasi|Pendidikan|Guru|lahan|Ekonomi|SPPG|PSN|PPPK|RUU PFII|RUU Air Minum
Jakarta:
Cerah
29°C
Terasa: 32°C
Lembab: 56%
Angin: 7 km/h