E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|RUU Daerah Kepulauan|Diplomasi|RUU PFII|Kesehatan|petani|PHK|layanan kesehatan|RUU Penyadapan|RUU Sisdiknas|karbon|Agrinas Palma Nusantara|PT. Freeport
Jakarta:
Sebagian Cerah
31°C
Terasa: 34°C
Lembab: 63%
Angin: 12 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|RUU Daerah Kepulauan|Diplomasi|RUU PFII|Kesehatan|petani|PHK|layanan kesehatan|RUU Penyadapan|RUU Sisdiknas|karbon|Agrinas Palma Nusantara|PT. Freeport
Jakarta:
Sebagian Cerah
31°C
Terasa: 34°C
Lembab: 63%
Angin: 12 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|RUU Daerah Kepulauan|Diplomasi|RUU PFII|Kesehatan|petani|PHK|layanan kesehatan|RUU Penyadapan|RUU Sisdiknas|karbon|Agrinas Palma Nusantara|PT. Freeport
Jakarta:
Sebagian Cerah
31°C
Terasa: 34°C
Lembab: 63%
Angin: 12 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Antisipasi Gelombang PHK Harus Diiringi Perlindungan Pekerja dan Penciptaan Lapangan Kerja

Diterbitkan
Selasa, 7 Jul 2026 14.56 WIB
Bagikan:
Antisipasi Gelombang PHK Harus Diiringi Perlindungan Pekerja dan Penciptaan Lapangan Kerja

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris. |Foto : Mares/Andri

PARLEMENTARIA, Jakarta – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menegaskan pemerintah harus memastikan perlindungan hak-hak pekerja apabila gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi. Di tengah tekanan ekonomi yang berpotensi meningkatkan angka PHK, ia juga mendorong pemerintah memperluas program padat karya sebagai upaya menciptakan lapangan kerja baru dan menjaga daya beli masyarakat.

 

Charles mengatakan Komisi IX DPR RI telah meminta Kementerian Ketenagakerjaan bersama BPJS Ketenagakerjaan menyiapkan langkah antisipatif agar pekerja yang terdampak PHK dapat memperoleh seluruh haknya secara cepat, mudah, dan sesuai ketentuan.

Lihat Juga :

Satgas PHK Segera Bergerak Antisipasi Gelombang Pemutusan Kerja

Satgas PHK Segera Bergerak Antisipasi Gelombang Pemutusan Kerja

Achmad Ru’yat Dorong Revisi UU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja Ojol dan Outsourcing

Achmad Ru’yat Dorong Revisi UU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja Ojol dan Outsourcing

 

"Kami sudah meminta kepada Kementerian Ketenagakerjaan dan juga BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan bahwa apabila memang terjadi badai PHK di Indonesia dalam beberapa waktu ke depan ini, para pekerja yang terdampak harus bisa mendapatkan haknya sesuai dengan aturan tanpa bertele-tele, harus bisa mendapatkannya dengan cepat," ujar Charles kepada Parlementaria di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

 

Menurutnya, kepastian pemenuhan hak pekerja merupakan bentuk perlindungan negara terhadap masyarakat yang kehilangan mata pencaharian akibat kondisi ekonomi. Karena itu, mekanisme pencairan berbagai hak pekerja harus dipercepat sehingga dapat membantu pekerja memenuhi kebutuhan hidup selama mencari pekerjaan baru.

 

Charles mencontohkan percepatan penyaluran hak pekerja saat terjadi PHK massal di sejumlah perusahaan besar, seperti Sritex, sebagai praktik baik yang perlu kembali diterapkan apabila terjadi gelombang PHK dalam waktu mendatang.

 

"Kami mendorong pemerintah untuk kembali memberlakukan seperti yang pernah diberlakukan ketika PHK terjadi di pabrik-pabrik besar seperti Sritex, di mana ribuan pekerja bisa mendapatkan haknya dalam waktu yang singkat," lanjut Legislator Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

 

Selain memperkuat perlindungan bagi pekerja terdampak, Charles menilai pemerintah perlu mengantisipasi potensi meningkatnya pengangguran dengan memperluas program-program padat karya. Menurutnya, ketika sektor swasta mengalami perlambatan, pemerintah harus mengambil peran lebih besar dalam membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.

 

"Saya berharap pemerintah bisa mendorong program-program padat karya yang bisa mempekerjakan masyarakat. Harus ada terobosan-terobosan yang dilakukan oleh pemerintah untuk memastikan bahwa rakyat Indonesia tetap bisa mendapatkan pekerjaan dan tentunya penghasilan yang tetap. Jadi ke depan memang harus ada solusi yang komprehensif dan tidak bisa dipukul rata karena setiap sektor pasti punya permasalahan yang berbeda," tegasnya.

 

Charles menambahkan, penanganan potensi gelombang PHK tidak cukup hanya berfokus pada pemberian hak-hak pekerja setelah terjadi pemutusan hubungan kerja, tetapi juga harus disertai langkah-langkah pencegahan agar perusahaan tetap mampu mempertahankan tenaga kerjanya.

 

Karena itu, ia mengapresiasi pembentukan Satgas Mitigasi PHK yang diinisiasi pemerintah bersama DPR RI. Menurutnya, satgas tersebut diharapkan mampu mendeteksi lebih dini perusahaan yang berpotensi melakukan PHK serta memfasilitasi berbagai solusi agar pemutusan hubungan kerja dapat dihindari.

 

"Kami mengapresiasi yang dilakukan oleh pimpinan DPR dengan pemerintah, mendirikan Satgas PHK yang tentunya akan datang ke perusahaan-perusahaan yang sudah berniat untuk melakukan PHK dan mencari jalan keluar sehingga mereka mengurungkan niatnya untuk melakukan PHK terhadap para pekerjanya," pungkas Charles. (als/ssb)

Berita terkait

Satgas PHK Segera Bergerak Antisipasi Gelombang Pemutusan Kerja
Ekonomi dan Keuangan
Satgas PHK Segera Bergerak Antisipasi Gelombang Pemutusan Kerja
Achmad Ru’yat Dorong Revisi UU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja Ojol dan Outsourcing
Kesejahteraan Rakyat
Achmad Ru’yat Dorong Revisi UU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja Ojol dan Outsourcing
PHK Capai 23 Ribu Orang, Legislator: JKP Harus Jadi Instrumen Perlindungan Pekerja
Kesejahteraan Rakyat
PHK Capai 23 Ribu Orang, Legislator: JKP Harus Jadi Instrumen Perlindungan Pekerja
Tags:#PHK
Sebelumnya

Delapan Fraksi DPR Soroti Kualitas Belanja Negara dan Fiskal Berkelanjutan dalam APBN 2025

Selanjutnya

KUNJUNGAN KENEGARAAN PERDANA MENTERI INDIA

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(979)
  • Industri dan Pembangunan(3434)
  • Isu Lainnya(1027)
  • Kesejahteraan Rakyat(3424)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4180)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Parlemen Remaja

Parlemen Remaja

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|RUU Daerah Kepulauan|Diplomasi|RUU PFII|Kesehatan|petani|PHK|layanan kesehatan|RUU Penyadapan|RUU Sisdiknas|karbon|Agrinas Palma Nusantara|PT. Freeport
Jakarta:
Sebagian Cerah
31°C
Terasa: 34°C
Lembab: 63%
Angin: 12 km/h