
Anggota Komisi III DPR RI, Adang Daradjatun.|Foto: Devi/Karisma
PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI Adang Daradjatun menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya tiga anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) saat menjalankan operasi pemberantasan narkotika di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Menurut Adang, gugurnya ketiga personel tersebut merupakan kehilangan besar bagi institusi Polri, sekaligus menjadi pengingat bahwa kejahatan narkotika masih menjadi ancaman nyata yang harus dihadapi dengan keseriusan dan komitmen yang kuat.
"Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar Polri, khususnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga diberikan kekuatan, ketabahan, serta keikhlasan dalam menghadapi musibah ini," ujar Adang dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria di Jakarta, Senin (6/7/2026).
Legislator Fraksi PKS itu menegaskan bahwa pengorbanan ketiga personel tersebut merupakan bentuk dedikasi tertinggi dalam menjalankan amanah negara. Karena itu, pengabdian mereka patut memperoleh penghormatan setinggi-tingginya dari seluruh elemen bangsa.
"Mereka gugur saat menjalankan tugas melindungi masyarakat dari ancaman narkotika. Pengabdian seperti ini adalah kehormatan yang harus kita hormati bersama. Semoga semangat dan pengorbanan mereka menjadi inspirasi bagi seluruh aparat penegak hukum dalam menjalankan tugas," kata Mantan Wakapolri itu.
Adang juga mendorong agar peristiwa tersebut diusut secara menyeluruh, profesional, objektif, dan transparan. Menurutnya, seluruh rangkaian peristiwa harus diungkap untuk memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi keluarga korban maupun masyarakat.
"Peristiwa ini harus diusut hingga tuntas. Seluruh pihak yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Negara tidak boleh memberikan ruang bagi siapa pun yang melakukan kekerasan terhadap aparat penegak hukum," tegasnya.
Lebih lanjut, Adang menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa jaringan peredaran gelap narkotika masih memiliki kemampuan melakukan perlawanan yang membahayakan keselamatan aparat. Oleh karena itu, upaya pemberantasan narkotika harus terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas personel, dukungan sarana dan prasarana operasional, serta sinergi yang semakin kuat antaraparat penegak hukum.
"Narkotika merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang merusak masa depan bangsa. Penanganannya pun harus dilakukan secara luar biasa, terukur, dan berkelanjutan. Kita tidak boleh mundur dalam memerangi jaringan narkotika yang terus mengancam keselamatan masyarakat maupun aparat penegak hukum," ujarnya.
Adang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan kebijakan, fungsi pengawasan, serta langkah-langkah penegakan hukum yang profesional agar aparat yang bertugas memperoleh perlindungan dan dukungan yang memadai dalam menjalankan tugas negara.
"Pengorbanan ketiga anggota Polri tersebut tidak boleh sia-sia. Semoga menjadi amal ibadah dan semakin menguatkan komitmen kita bersama untuk memberantas peredaran gelap narkotika hingga ke akar-akarnya," pungkas Politisi asal Dapil DKI Jakarta III itu. (fa/rdn)