E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Perampasan Aset|APBN|Rapat Paripurna|APBN 2027|Breaking news|DTSEN|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|BUMN|RAPBN 2027|RUU Migas|Gempa|NTT
Jakarta:
Sebagian Cerah
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 71%
Angin: 7 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Perampasan Aset|APBN|Rapat Paripurna|APBN 2027|Breaking news|DTSEN|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|BUMN|RAPBN 2027|RUU Migas|Gempa|NTT
Jakarta:
Sebagian Cerah
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 71%
Angin: 7 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Perampasan Aset|APBN|Rapat Paripurna|APBN 2027|Breaking news|DTSEN|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|BUMN|RAPBN 2027|RUU Migas|Gempa|NTT
Jakarta:
Sebagian Cerah
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 71%
Angin: 7 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Proyek Jangan Dikuasai Pemain Besar, Lokot Nasution Minta DJBK Ubah Skema Pemaketan

Diterbitkan
Rabu, 1 Jul 2026 10.10 WIB
Bagikan:
Proyek Jangan Dikuasai Pemain Besar, Lokot Nasution Minta DJBK Ubah Skema Pemaketan

Anggota Komisi V DPR RI, Lokot Nasution, dalam rapat kerja Komisi V DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen.|Foto: Oji/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI, Lokot Nasution, mendesak Direktorat Jenderal Bina Konstruksi (DJBK) Kementerian Pekerjaan Umum untuk melakukan pemerataan distribusi proyek infrastruktur kepada pengusaha kelas menengah dan lokal di daerah. Hal ini disampaikan dalam rapat kerja Komisi V DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen pada Selasa (30/6/2026).

 

Legislator dari Dapil Sumatera Utara I ini mengingatkan bahwa sektor konstruksi merupakan tulang punggung ekonomi yang menyerap hingga 10 juta tenaga kerja. Menurutnya, pemaketan proyek yang ada saat ini perlu dievaluasi agar tidak hanya dikuasai oleh pemain besar.

Lihat Juga :

Minta Skema Pergerakan Jemaah di Masyair Direvisi, Selly Andriany: Jangan Terlalu Siang, Ini Berbahaya

Minta Skema Pergerakan Jemaah di Masyair Direvisi, Selly Andriany: Jangan Terlalu Siang, Ini Berbahaya

Minim Proyek Infrastruktur, Subardi Minta BUMN Karya Aktif Cari Proyek Swasta

Minim Proyek Infrastruktur, Subardi Minta BUMN Karya Aktif Cari Proyek Swasta

 

"Kalau bicara kondisi pemaketan pekerjaan yang Bapak hadirkan hari ini, itu kalau untuk usaha menengah atas itu sudah banyak. Tetapi kelas menengah kita, mereka yang memberikan lapangan pekerjaan kepada banyak tenaga kerja konvensional, karena memang saudara-saudara kita yang tidak bersekolah sangat banyak bekerja di sektor infrastruktur," tegas Lokot.

 

Selain soal pemerataan, Lokot menyoroti fenomena kontraktor yang kerap melakukan wanprestasi namun tetap bisa memenangkan proyek dengan sekadar berganti nama perusahaan. Ia mendesak DJBK untuk bersikap tegas dengan menerapkan sistem daftar hitam (blacklist) berbasis individu, bukan hanya perusahaan.

 

"Seringkali mereka berganti wajah, berganti perusahaan. Saya berharap Binkon (Bina Konstruksi) bisa mem-blacklist pengusaha-pengusaha lokal ini by name. Nama tersebut tidak boleh terhubung dengan pekerjaan konstruksi dalam waktu tertentu agar saudara-saudara kita yang lain yang memang serius mau membangun bangsa ini bisa mendapatkan kesempatan," paparnya.

 

Menanggapi hal tersebut, Lokot mendorong DJBK untuk segera mengkaji ulang kebijakan pengadaan barang dan jasa. Ia optimis, dengan distribusi paket pekerjaan yang lebih adil dan penegakan sanksi yang tegas, sektor konstruksi tanah air akan tumbuh lebih sehat, profesional, dan berpihak pada pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan. (hvt/we)

Berita terkait

Minta Skema Pergerakan Jemaah di Masyair Direvisi, Selly Andriany: Jangan Terlalu Siang, Ini Berbahaya
Kesejahteraan Rakyat
Minta Skema Pergerakan Jemaah di Masyair Direvisi, Selly Andriany: Jangan Terlalu Siang, Ini Berbahaya
Minim Proyek Infrastruktur, Subardi Minta BUMN Karya Aktif Cari Proyek Swasta
Industri dan Pembangunan
Minim Proyek Infrastruktur, Subardi Minta BUMN Karya Aktif Cari Proyek Swasta
Skema Renegoisasi Jangan Hanya Selamatkan Whoos, tetapi untuk Perkuat Sistem Perkeretaapian Nasional
Industri dan Pembangunan
Skema Renegoisasi Jangan Hanya Selamatkan Whoos, tetapi untuk Perkuat Sistem Perkeretaapian Nasional
Tags:#Infrastruktur#Direktorat Jenderal Bina Konstruksi
Sebelumnya

Harmonisasi RUU Kepulauan Masih Tunggu DIM Delapan Kementerian

Selanjutnya

Mafirion Minta Konflik Lahan di Riau dan Kalbar Diusut Tuntas Lewat Tim Gabungan

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1076)
  • Industri dan Pembangunan(3747)
  • Isu Lainnya(1060)
  • Kesejahteraan Rakyat(3728)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4614)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Majalah Parlementaria Edisi 258
Parja
Parja
MAKLUMAT PELAYANAN
HUT RI 81

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Perampasan Aset|APBN|Rapat Paripurna|APBN 2027|Breaking news|DTSEN|Sidang Tahunan|Sidang Bersama|BUMN|RAPBN 2027|RUU Migas|Gempa|NTT
Jakarta:
Sebagian Cerah
28°C
Terasa: 32°C
Lembab: 71%
Angin: 7 km/h