E-Media DPR RI – Berita DPR RI, Informasi dan Kegiatan DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Sisdiknas|Korupsi|Desa Wisata|PRSU|Haji|Kesehatan|layanan kesehatan|UMKM|RUU SDI|Kode Etik|TNKB|Pariwisata|Ekonomi
Jakarta:
Sebagian Cerah
34°C
Terasa: 35°C
Lembab: 31%
Angin: 9 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita DPR RI, Informasi dan Kegiatan DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Sisdiknas|Korupsi|Desa Wisata|PRSU|Haji|Kesehatan|layanan kesehatan|UMKM|RUU SDI|Kode Etik|TNKB|Pariwisata|Ekonomi
Jakarta:
Sebagian Cerah
34°C
Terasa: 35°C
Lembab: 31%
Angin: 9 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita DPR RI, Informasi dan Kegiatan DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Sisdiknas|Korupsi|Desa Wisata|PRSU|Haji|Kesehatan|layanan kesehatan|UMKM|RUU SDI|Kode Etik|TNKB|Pariwisata|Ekonomi
Jakarta:
Sebagian Cerah
34°C
Terasa: 35°C
Lembab: 31%
Angin: 9 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Saraswati Dalami Kepastian Hukum, Perizinan, dan Peran UMKM dalam RUU Kawasan Industri

Diterbitkan
Selasa, 30 Jun 2026 11.58 WIB
Bagikan:
Saraswati Dalami Kepastian Hukum, Perizinan, dan Peran UMKM dalam RUU Kawasan Industri

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja RUU Kawasan Industri Komisi VII DPR RI bersama Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), di Ruang Rapat Komisi VII DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto: Farhan/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menegaskan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kawasan Industri harus mampu memperkuat struktur industri nasional dengan melibatkan pelaku usaha lokal, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, keberadaan kawasan industri tidak boleh berkembang sebagai kawasan yang terpisah dari perekonomian daerah.

 

Menurut Saraswati, DPR menangkap berbagai aspirasi yang disampaikan HKI, terutama mengenai pentingnya kepastian hukum, kepastian berusaha, dan peningkatan daya saing kawasan industri. Namun, ia menegaskan seluruh masukan tersebut harus diterjemahkan ke dalam regulasi yang benar-benar mampu menyelesaikan persoalan tanpa menimbulkan tumpang tindih kewenangan.

Lihat Juga :

RUU Hukum Perdata Internasional Perkuat Kepastian Hukum dan Perlindungan WNI di Era Global

RUU Hukum Perdata Internasional Perkuat Kepastian Hukum dan Perlindungan WNI di Era Global

Serap Masukan di USU, Pansus RUU HPI Soroti Kepastian Hukum bagi WNI Beraktivitas Lintas Negara

Serap Masukan di USU, Pansus RUU HPI Soroti Kepastian Hukum bagi WNI Beraktivitas Lintas Negara

 

"Kami harus memastikan RUU ini menghasilkan regulasi yang sederhana, implementatif, dan seimbang sehingga benar-benar mampu menjadi solusi jangka panjang bagi Indonesia," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja RUU Kawasan Industri Komisi VII DPR RI bersama Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), di Ruang Rapat Komisi VII DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2026).

 

Politisi Fraksi Partai Gerindra itu menilai kawasan industri tidak hanya berfungsi menarik investasi, tetapi juga harus menjadi instrumen untuk memperkuat hilirisasi, menciptakan lapangan kerja, serta membangun rantai pasok nasional yang lebih kuat. Karena itu, ia mempertanyakan instrumen apa saja yang perlu diatur dalam RUU agar kawasan industri mampu meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, memperkuat keterlibatan industri lokal, serta memberi ruang bagi UMKM dan industri kecil untuk berkembang.

 

"Bagaimana kita memastikan kawasan industri tidak berkembang sebagai enclave yang terpisah dari perekonomian daerah. Masyarakat sekitar tentu berharap kawasan industri memberikan nilai tambah bagi daerahnya dan melibatkan UMKM," katanya.

 

Selain itu, Saraswati juga meminta penjelasan lebih mendalam terkait usulan pembentukan otoritas tunggal (one gate authority) yang disampaikan HKI. Menurutnya, pembentukan lembaga baru harus dipastikan tidak justru menambah lapisan birokrasi, melainkan mampu mempercepat pelayanan dan koordinasi antarlembaga.

 

Ia juga menggali pandangan HKI mengenai faktor yang paling menentukan keputusan investor, apakah insentif fiskal atau kepastian hukum dan kecepatan perizinan. Menurutnya, masukan tersebut penting sebagai dasar bagi DPR dalam menyusun regulasi yang benar-benar menjawab kebutuhan dunia usaha.

 

Di samping itu, Saraswati menyoroti pentingnya pengaturan mengenai industri hijau (green industry) dalam RUU. Ia meminta konsep penerapan industri hijau dirumuskan secara proporsional tanpa mengurangi komitmen Indonesia terhadap target pembangunan berkelanjutan.

 

Menurutnya, seluruh masukan dari HKI akan menjadi bahan penting bagi Komisi VII DPR RI dalam menyempurnakan substansi RUU Kawasan Industri agar mampu menciptakan iklim usaha yang lebih kompetitif sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional. "RUU ini tentu tidak hanya bertujuan mempermudah investasi, tetapi juga memperkuat struktur industri nasional sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh daerah, UMKM, dan masyarakat luas," pungkasnya. (tin/we) 

Berita terkait

RUU Hukum Perdata Internasional Perkuat Kepastian Hukum dan Perlindungan WNI di Era Global
Politik dan Keamanan
RUU Hukum Perdata Internasional Perkuat Kepastian Hukum dan Perlindungan WNI di Era Global
Serap Masukan di USU, Pansus RUU HPI Soroti Kepastian Hukum bagi WNI Beraktivitas Lintas Negara
Politik dan Keamanan
Serap Masukan di USU, Pansus RUU HPI Soroti Kepastian Hukum bagi WNI Beraktivitas Lintas Negara
Banyu Biru: RUU Kawasan Industri Harus Percepat Transformasi Ekonomi Rendah Karbon
Industri dan Pembangunan
Banyu Biru: RUU Kawasan Industri Harus Percepat Transformasi Ekonomi Rendah Karbon
Tags:#RUU Kawasan Industri
Sebelumnya

Daya Saing Industri Terkikis, Eva Monalisa Soroti Hambatan Logistik dan Perizinan

Selanjutnya

Nurdin Halid Minta Pelatihan SPPI Dievaluasi Usai Lima Peserta Meninggal

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(996)
  • Industri dan Pembangunan(3457)
  • Isu Lainnya(1029)
  • Kesejahteraan Rakyat(3479)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4236)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Syarat dan Ketentuan Umum

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita DPR RI, Informasi dan Kegiatan DPR RI
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RUU Sisdiknas|Korupsi|Desa Wisata|PRSU|Haji|Kesehatan|layanan kesehatan|UMKM|RUU SDI|Kode Etik|TNKB|Pariwisata|Ekonomi
Jakarta:
Sebagian Cerah
34°C
Terasa: 35°C
Lembab: 31%
Angin: 9 km/h