
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras.|Foto : Oji/Alma
PARLEMENTARIA, Jakarta — Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, meyakini bahwa program diskon tarif transportasi yang digulirkan Pemerintah pada semester II 2026 akan menjadi penggerak roda ekonomi rakyat. Kebijakan ini dinilai sebagai instrumen strategis untuk meratakan mobilitas masyarakat sekaligus menjadi roda penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang efektif.
“Diskon tarif transportasi yang menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi semester-II tahun 2026 merupakan langkah baik yang dilakukan Pemerintah di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Tentunya kebijakan ini patut diapresiasi,” kata Andi Iwan, dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria pada Kamis (25/6/2026).
Program diskon tarif ini sendiri merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi senilai total Rp26,34 triliun yang disiapkan Pemerintah atas arahan langsung Presiden Prabowo untuk menjaga aktivitas ekonomi domestik. Khusus sektor transportasi, dialokasikan anggaran sebesar Rp1,54 triliun untuk memberikan potongan harga hingga 30 persen pada moda kereta api, kapal laut, dan pesawat terbang.
Kebijakan insentif ini berlaku secara bertahap mulai Juli mendatang, mencakup masa libur sekolah dari 20 Juni hingga 5 Juli 2026 serta berlanjut pada libur Natal dan Tahun Baru mulai 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027.
Lebih lanjut, Iwan menjelaskan bahwa keterjangkauan biaya transportasi memiliki dampak domino yang sangat luas karena langsung menyentuh sektor riil di berbagai daerah. “Mobilitas yang lebih terjangkau akan mendorong pergerakan sektor pariwisata, perdagangan daerah, UMKM, serta aktivitas ekonomi lokal yang selama ini bergantung pada arus kunjungan masyarakat,” ungkapnya.
Langkah ini juga dinilai sangat relevan untuk menjaga daya beli kelas menengah yang sedang tertekan biaya hidup. Menurutnya, efek psikologis dari bantuan ini sangat besar bagi perputaran uang di daerah.
“Ketika masyarakat tetap memiliki dana untuk melakukan perjalanan, berwisata, atau mengunjungi keluarga di daerah lain, maka aktivitas ekonomi di berbagai sektor ikut bergerak,” sambung legislator dari Dapil Sulawesi Selatan II tersebut.
Politisi Partai Gerindra ini juga berharap momentum stimulus tidak hanya berdampak sesaat, melainkan menjadi pemantik perbaikan sistem transportasi jangka panjang. “Momentum ini juga perlu dimanfaatkan untuk mengevaluasi biaya logistik dan transportasi nasional agar efisiensi yang tercipta tidak hanya bersifat sementara pada masa stimulus, tetapi dapat berlanjut menjadi peningkatan konektivitas yang lebih berkelanjutan,” paparnya.
Terakhir, pimpinan Komisi bidang Transportasi DPR ini mengingatkan seluruh operator moda transportasi agar tidak menurunkan kualitas pelayanan dan tetap memprioritaskan keselamatan penumpang. “Perhatikan juga unsur keamanan dan kenyamanan pelayanan transportasi demi menjaga keselamatan masyarakat yang bepergian,” pungkas Iwan. (hvt/aha)