E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RAPBN 2027|TKD|Transportasi|PMN|AMDK|imunisasi|APBN|PLN|Wakaf|RUU Pengelolaan Air Minum dan Sanitasi|Industri Air Minum|petani|KUHP
Jakarta:
Hujan Deras
25°C
Terasa: 30°C
Lembab: 93%
Angin: 3 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RAPBN 2027|TKD|Transportasi|PMN|AMDK|imunisasi|APBN|PLN|Wakaf|RUU Pengelolaan Air Minum dan Sanitasi|Industri Air Minum|petani|KUHP
Jakarta:
Hujan Deras
25°C
Terasa: 30°C
Lembab: 93%
Angin: 3 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RAPBN 2027|TKD|Transportasi|PMN|AMDK|imunisasi|APBN|PLN|Wakaf|RUU Pengelolaan Air Minum dan Sanitasi|Industri Air Minum|petani|KUHP
Jakarta:
Hujan Deras
25°C
Terasa: 30°C
Lembab: 93%
Angin: 3 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
RAPBN 2027|TKD|Transportasi|PMN|AMDK|imunisasi|APBN|PLN|Wakaf|RUU Pengelolaan Air Minum dan Sanitasi|Industri Air Minum|petani|KUHP
Jakarta:
Hujan Deras
25°C
Terasa: 30°C
Lembab: 93%
Angin: 3 km/h
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Anggaran Imunisasi Kurang 4,91 Triliun, Komisi IX Minta Kemenkes Beri Penjelasan

Diterbitkan
Selasa, 23 Jun 2026 16.22 WIB
Bagikan:
Anggaran Imunisasi Kurang 4,91 Triliun, Komisi IX Minta Kemenkes Beri Penjelasan

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari dalam Rapat Kerja bersama Kementerian Kesehatan.|Foto : Mentari/Alma

PARLEMENTARIA, Jakarta — Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Putih Sari menyoroti kesenjangan anggaran dalam roadmap penguatan Program Imunisasi Nasional tahun 2025–2029. Dari total kebutuhan biaya sebesar Rp44,49 triliun, dana yang tersedia baru mencapai Rp39,58 triliun.

 

Data tersebut dipaparkan oleh Kementerian Kesehatan dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama Menteri Kesehatan RI, Selasa (23/6/2026). Berdasarkan paparan itu, terdapat kesenjangan (gap) sebesar Rp4,91 triliun atau sekitar 11 persen dari total kebutuhan. Putih Sari meminta Kementerian Kesehatan merinci dari mana sumber pemenuhan kekurangan anggaran tersebut.

Lihat Juga :

Komisi IX Minta Evaluasi Menyeluruh Pendidikan Kedokteran dan Magang Dokter

Komisi IX Minta Evaluasi Menyeluruh Pendidikan Kedokteran dan Magang Dokter

Sulit Capai 90 Persen, Komisi IX Minta Pendekatan Baru Imunisasi

Sulit Capai 90 Persen, Komisi IX Minta Pendekatan Baru Imunisasi


"Gap-nya disampaikan ada 4,91 persen. Itu sekarang perlu di breakdown Pak Menteri untuk setiap komponen pembiayaan ini, termasuk potensi sumber pemenuhan kebutuhannya supaya kita bisa memastikan semua program imunisasi ini bisa terjaga keberlangsungannya," ujar Putih Sari.


Ia juga menyinggung capaian imunisasi HPV yang melampaui 90 persen pada 2025 dan mendorong agar rencana perluasan imunisasi HPV kepada anak laki-laki yang semula dijadwalkan pada 2027 mendapat kejelasan apakah akan dipercepat pada 2026. Selain itu, Putih Sari meminta penjelasan soal koordinasi vaksinasi polio bagi jemaah haji menyusul peralihan pengelolaan kesehatan haji dari Kemenkes ke Kementerian Haji dan Umrah.


Merespons hal tersebut, dalam Rapat Kerja yang sama Kementerian Kesehatan memaparkan bahwa 83 persen dari total anggaran program imunisasi dialokasikan untuk vaksin dan logistik, sementara komponen lainnya mencakup pelayanan, surveilans, pelatihan, rantai dingin, dan imunisasi tambahan.


Rapat Kerja menyepakati bahwa Kementerian Kesehatan wajib menyampaikan secara tertulis roadmap pembiayaan penguatan program imunisasi nasional 2025–2029, mencakup kebutuhan anggaran, sumber pembiayaan, strategi pemenuhan kesenjangan pendanaan, serta langkah menjamin keberlanjutan program, paling lambat 30 Juni 2026. (ndy/aha)

Berita terkait

Komisi IX Minta Evaluasi Menyeluruh Pendidikan Kedokteran dan Magang Dokter
Kesejahteraan Rakyat
Komisi IX Minta Evaluasi Menyeluruh Pendidikan Kedokteran dan Magang Dokter
Sulit Capai 90 Persen, Komisi IX Minta Pendekatan Baru Imunisasi
Kesejahteraan Rakyat
Sulit Capai 90 Persen, Komisi IX Minta Pendekatan Baru Imunisasi
Komisi IX Minta Rapat Gabungan Lintas Komisi terkait Hak Pekerja MNA
Kesejahteraan Rakyat
Komisi IX Minta Rapat Gabungan Lintas Komisi terkait Hak Pekerja MNA
Tags:#imunisasi
Sebelumnya

Perlindungan Konsumen AMDK Perlu Diperkuat Lewat Pengawasan Terpadu

Selanjutnya

Neng Eem Minta Kemenkes Buka Informasi Kandungan Vaksin, Demi Kepercayaan Publik

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(915)
  • Industri dan Pembangunan(3301)
  • Isu Lainnya(1020)
  • Kesejahteraan Rakyat(3285)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4025)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

LOKAS
DPR RI Buka Pendaftaran, Seleksi, dan Pemilihan Anggota Badan Supervisi OJK

PODCAST

IKUTI KAMI