E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|MBG|SPPG|Alutsista|TNI|BGN|Bakti Komdigi|Literasi Digital|Kepala BGN|RUU Statistik|Prabowo|RUU Polri
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 62%
Angin: 12 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|MBG|SPPG|Alutsista|TNI|BGN|Bakti Komdigi|Literasi Digital|Kepala BGN|RUU Statistik|Prabowo|RUU Polri
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 62%
Angin: 12 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|MBG|SPPG|Alutsista|TNI|BGN|Bakti Komdigi|Literasi Digital|Kepala BGN|RUU Statistik|Prabowo|RUU Polri
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 62%
Angin: 12 km/h
/
/
Berita/Industri dan Pembangunan

Tingginya Intensitas Presiden ke Luar Negeri terkait Urgensi Diplomasi Global

Diterbitkan
Rabu, 3 Jun 2026 16.34 WIB
Bagikan:
Tingginya Intensitas Presiden ke Luar Negeri terkait Urgensi Diplomasi Global

Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.|Foto: Farhan/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menilai tingginya intensitas kunjungan luar negeri Presiden RI Prabowo Subianto merupakan bagian dari strategi diplomasi global yang disesuaikan dengan dinamika geopolitik dan kondisi internasional saat ini. Karena itu, ia menilai intensitas lawatan Presiden tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan pemerintahan sebelumnya.

 

“Pertama saya ingin menekankan, setiap kepemimpinan di pemerintahan ini memiliki strategi dan urgensi masing-masing terkait dengan soal diplomasi dan membangun hubungan baik dengan negara-negara sahabat,” ujar Saan kepada awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026)

Lihat Juga :

DPR Tegaskan Kunjungan Luar Negeri Presiden Tak Bisa Dibatasi Jumlahnya

DPR Tegaskan Kunjungan Luar Negeri Presiden Tak Bisa Dibatasi Jumlahnya

Diplomasi Parlemen Berperan Penting Dukung Diplomasi Luar Negeri RI

Diplomasi Parlemen Berperan Penting Dukung Diplomasi Luar Negeri RI

 

Menurut Politisi Fraksi Partai NasDem itu, setiap pemerintahan memiliki pendekatan berbeda dalam menjalankan diplomasi luar negeri karena dipengaruhi situasi domestik maupun global yang terus berubah.

 

“Urgensi, kepentingan, dan strategi tentu setiap pemerintahan itu berbeda. Dan itu juga terkait dengan situasi dan perkembangan serta dinamika global,” kata Pimpinan DPR RI Koordinator Industri dan Pembangunan (Korinbang) itu.

 

Ia menjelaskan intensitas kunjungan luar negeri seorang presiden tidak bisa disamaratakan karena dipengaruhi kebutuhan masing-masing era pemerintahan. Dalam konteks pemerintahan Presiden Prabowo saat ini, Saan menilai kondisi global yang sangat dinamis menuntut Indonesia membangun hubungan internasional yang lebih intensif dan serius.

 

“Karena memang situasi hari ini mengharuskan Presiden untuk membangun hubungan baik secara lebih intensif dan lebih serius. Karena memang terkait dengan kondisi di dalam maupun juga kondisi global yang memang dinamikanya sangat tinggi,” jelasnya.

 

Oleh sebab itu, ia menolak anggapan yang membandingkan frekuensi kunjungan Presiden Prabowo dengan presiden-presiden sebelumnya secara sederhana.

 

“Jadi tidak bisa dikomparasikan, seakan-akan ini banyak ke luar negeri. Enggak bisa begitu. Jadi inilah urgensinya kenapa Presiden banyak melakukan kunjungan ke luar negeri,” tegas Saan.

 

Berdasarkan sejumlah data yang beredar, Presiden Prabowo tercatat telah melakukan sekitar 49 kunjungan luar negeri dalam kurun 1,5 tahun pertama pemerintahannya sejak Oktober 2024 hingga April 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pola kunjungan Presiden sebelumnya. Sementara Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono tercatat melakukan total 86 kunjungan luar negeri selama 10 tahun masa kepemimpinannya, sedangkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo melakukan sekitar 58 kunjungan selama dua periode pemerintahan.

 

Sebelumnya, Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengkritik tingginya intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo. Menurut Dino, diplomasi internasional tetap penting dilakukan, namun ia mengingatkan agar frekuensi perjalanan Presiden tetap mempertimbangkan efektivitas dan prioritas kebutuhan domestik. (rdn)

Berita terkait

DPR Tegaskan Kunjungan Luar Negeri Presiden Tak Bisa Dibatasi Jumlahnya
Politik dan Keamanan
DPR Tegaskan Kunjungan Luar Negeri Presiden Tak Bisa Dibatasi Jumlahnya
Diplomasi Parlemen Berperan Penting Dukung Diplomasi Luar Negeri RI
Politik dan Keamanan
Diplomasi Parlemen Berperan Penting Dukung Diplomasi Luar Negeri RI
Irma Suryani Prihatin Banyak Masyarakat Indonesia Berobat ke Luar Negeri
Kesejahteraan Rakyat
Irma Suryani Prihatin Banyak Masyarakat Indonesia Berobat ke Luar Negeri
Tags:#Prabowo#Kunjungan Presiden
Sebelumnya

Komisi I Dorong Modernisasi Alutsista Demi Perkuat TNI Hadapi Ancaman

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(855)
  • Industri dan Pembangunan(3117)
  • Isu Lainnya(1015)
  • Kesejahteraan Rakyat(3148)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3794)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Haji|timwas haji|MBG|SPPG|Alutsista|TNI|BGN|Bakti Komdigi|Literasi Digital|Kepala BGN|RUU Statistik|Prabowo|RUU Polri
Jakarta:
Cerah
31°C
Terasa: 35°C
Lembab: 62%
Angin: 12 km/h