
Anggota Timwas Haji DPR RI sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa dalam rapat antara Timwas Haji DPR RI dan jajaran Daerah Kerja (Daker) Madinah yang berlangsung di Madinah, Arab Saudi.|Foto : Andri/Alma
PARLEMENTARIA, Madinah — Pergerakan hampir 100 ribu jemaah haji Indonesia dari Makkah menuju Madinah dalam beberapa hari ke depan menjadi perhatian serius Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI. Di tengah padatnya aktivitas ibadah di Kota Nabi, DPR menekankan pentingnya pemenuhan layanan spiritual yang menjadi dambaan para jemaah. Fokus tersebut mengemuka dalam rapat antara Timwas Haji DPR RI dan jajaran Daerah Kerja (Daker) Madinah yang berlangsung di Madinah, Arab Saudi, Senin (1/6/2026).
Anggota Timwas Haji DPR RI sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, mengatakan bahwa keberhasilan pelayanan di Madinah tidak hanya diukur dari aspek logistik, tetapi juga dari kemampuan penyelenggara memfasilitasi kebutuhan ibadah jemaah. Menurutnya, dua tujuan utama yang paling diharapkan jemaah saat berada di Madinah adalah dapat melaksanakan salat di Raudah dan berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW.
"Karena jemaah haji datang ke Madinah ini kan salah satu hal yang paling mereka dambakan itu mereka bisa salat di Raudah. Yang kedua, mereka bisa ziarah ke makam Nabi," kata Saan.
Sebab itu, pihaknya meminta Daker Madinah memastikan seluruh jemaah Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses kedua lokasi tersebut. "Tadi kita memastikan agar Kadaker ini bisa memastikan seluruh jemaah ini bisa masuk semua ke Raudah dan berkesempatan semuanya untuk ziarah ke makam Nabi," ujarnya.
Sebagaimana yang diketahui, permintaan itu menjadi penting mengingat jumlah jemaah Indonesia yang akan tiba di Madinah mencapai hampir 100 ribu orang. Pengaturan jadwal, koordinasi dengan otoritas setempat, serta pendampingan petugas menjadi faktor kunci agar seluruh jemaah dapat terlayani secara merata.
Di sisi lain, Saan menilai pengalaman Daker Madinah selama fase kedatangan jemaah pada awal musim haji telah memberikan banyak pelajaran. Berbagai catatan evaluasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan ketika gelombang jemaah dari Makkah mulai berdatangan.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, DPR optimistis pelayanan ibadah dan pendampingan jemaah di Madinah dapat berjalan lebih baik hingga akhir operasional haji tahun ini. (MAN/um)