
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulistio, saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang atau Grand Batang City.| Foto: Pun/Karisma
PARLEMENTARIA, Batang — Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulistio menekankan bahwa keberhasilan kawasan industri harus diukur dari kontribusinya terhadap program hilirisasi pemerintah dan peningkatan ekspor nasional. Menurutnya, kawasan industri harus mampu menjadi pusat produksi yang efisien dan kompetitif dalam mendukung penguatan ekonomi nasional.
Hal tersebut disampaikan Adisatrya usai memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang atau Grand Batang City, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah. Kunjungan tersebut mengangkat tema “Peninjauan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Pembahasan Rencana Konsolidasi BUMN Kawasan Industri.”
“Kami harapkan kawasan industri ini mendukung program pemerintah pusat terkait hilirisasi dan menyumbang angka ekspor yang besar untuk penguatan ekonomi nasional,” ujar Adisatrya saat wawancara dengan Parlementaria usai pertemuan di KEK Industropolis Batang, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (21/5/2026).
Legislator Dapil Jateng VIII tersebut juga menyoroti tantangan keterbatasan lahan industri di Pulau Jawa, khususnya kawasan Pantai Utara (Pantura). Karena itu, inovasi pengembangan kawasan seperti reklamasi dinilai dapat menjadi salah satu alternatif strategis untuk mendukung ekspansi industri di masa mendatang.
“Program hilirisasi membutuhkan lahan yang besar agar investasi semakin banyak masuk ke Indonesia. Pengembangan kawasan industri ke depan memang membutuhkan inovasi,” pungkas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.
Sementara itu, President Director PT Kawasan Industri Wijayakusuma (PT KIW) Ahmad Fauzie Nur menilai KITB telah menunjukkan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. Ia menyebut keberhasilan kawasan industri tersebut terlihat dari peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta keterlibatan pelaku UMKM lokal.
Menurut Fauzie, keberadaan KITB sejalan dengan target pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang mencapai sekitar 7,7 persen dan berada di atas rata-rata nasional. Salah satu kontributor utamanya adalah KITB,” ungkap President Director PT KIW itu kepada Parlementaria saat wawancara.
Turut hadir diantaranya Anggia Erma Rini (Ketua Komisi VI DPR RI / Fraksi PKB), Dewi Juliani (Anggota Tim / Fraksi PDI-Perjuangan), Doni Akbar (Anggota Tim / Fraksi Partai Golkar), Asep Wahyuwijaya (Anggota Tim / Fraksi NasDem), M. Nasim Khan (Anggota Tim / Fraksi PKB), Rizal Bawazier (Anggota Tim / Fraksi PKS), serta Zulfikar Hamonangan (Anggota Tim / Fraksi Partai Demokrat).
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Endra Gunawan selaku Deputi Bidang Peningkatan Nilai BUMN, Badan Pengawasan BUMN; M. Syaiful Anam selaku Vice President Business Performance and Asset Optimization PT Danantara Asset Management; Yadi Jaya Ruchandi selaku Direktur Utama PT Danareksa (Persero) beserta jajaran;
Kemudian Ahmad Fauzie Nur selaku Direktur Utama PT Kawasan Industri Wijayakusuma beserta jajaran; Indri Septa Respati selaku Direktur Pemasaran dan Pengembangan PT Kawasan Industri Terpadu Batang beserta jajaran; serta Pemerintah Kabupaten Batang yang hadir diwakili oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Sri Purwaningsih beserta jajaran. (pun/aha)