E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|UUPA|Haji|timwas haji|LPS|Batu Bara|Minerba|ICA-CEPA|Kanada|Aceh|APBN|HGU|Sensus Ekonomi
Jakarta:
Sebagian Cerah
30°C
Terasa: 35°C
Lembab: 70%
Angin: 9 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Gedung Nusantara II Lt.3 Jl. Jend. Gatot Subroto – Senayan Jakarta – 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|UUPA|Haji|timwas haji|LPS|Batu Bara|Minerba|ICA-CEPA|Kanada|Aceh|APBN|HGU|Sensus Ekonomi
Jakarta:
Sebagian Cerah
30°C
Terasa: 35°C
Lembab: 70%
Angin: 9 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|UUPA|Haji|timwas haji|LPS|Batu Bara|Minerba|ICA-CEPA|Kanada|Aceh|APBN|HGU|Sensus Ekonomi
Jakarta:
Sebagian Cerah
30°C
Terasa: 35°C
Lembab: 70%
Angin: 9 km/h
/
/
Berita/Kesejahteraan Rakyat

My Esti Usul Tes Minat Bakat Masuk TKA Demi Dorong Peminatan Jurusan Siswa SMA Jadi Efektif

Diterbitkan
Rabu, 20 Mei 2026 08.24 WIB
Bagikan:
My Esti Usul Tes Minat Bakat Masuk TKA Demi Dorong Peminatan Jurusan Siswa SMA Jadi Efektif

Wakil Ketua Komisi X DPR My Esti Wijayati, dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Kompleks Parlemen Senayan, Senayan, Jakarta.|Foto: Tari/Karisma

PARLEMENTARIA, Jakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR My Esti Wijayati mengusulkan agar pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tidak hanya berfokus pada penambahan mata pelajaran, tetapi juga memasukkan tes minat bakat dan kecerdasan emosional (EQ) bagi siswa sejak jenjang SMP. Sebab, nilainya, penerapan TKA perlu mempertimbangkan kondisi dan kualitas pendidikan di setiap daerah yang berbeda-beda.

 

Apalagi, menurutnya, standar penilaian tidak dapat disamaratakan antara daerah tertinggal dan daerah maju. “Berbicara mengenai TKA ini, tentu kita tidak bisa menyamakan daerah satu dengan daerah lain. Mungkin perlu dipikirkan soal grid-nya. Di daerah yang sangat tertinggal dengan daerah maju, pasti kemampuannya berbeda berikut dengan segala fasilitasnya,” ujar My Esti dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Kompleks Parlemen Senayan, Senayan, Jakarta, Selasa, (19/05/2025).

Lihat Juga :

Pendaftaran 2024 Resmi Ditutup, 12.883 Siswa SMA Mendaftar Jadi Caleg Parlemen Remaja

Pendaftaran 2024 Resmi Ditutup, 12.883 Siswa SMA Mendaftar Jadi Caleg Parlemen Remaja

Rocky Chandra Usul Hilirisasi Singkong Demi Dorong Roda Ekonomi Lampung

Rocky Chandra Usul Hilirisasi Singkong Demi Dorong Roda Ekonomi Lampung

 

Ia menjelaskan, saat ini TKA terdiri atas dua mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika untuk jenjang SD maupun SMP. Namun, ia mengingatkan evaluasi ke depan perlu diarahkan pada pemetaan minat dan bakat siswa, bukan justru menambah beban mata pelajaran.

 

Di sisi lain, My Esti menyoroti beban pelajaran di SMA kelas 10 yang masih mengharuskan seluruh siswa mempelajari mata pelajaran sains seperti Fisika, Kimia, Biologi, hingga materi Trigonometri dan Geometri, meskipun tidak seluruhnya relevan dengan jurusan yang dipilih siswa. “Kita melihat ketika di SMA kelas 10, mata pelajaran Fisika, Kimia, Biologi, Matematika sampai sinus, kosinus itu tidak akan digunakan anak-anak yang jurusan Bahasa atau IPS. Itu masih sangat berat karena harus mempelajari sekian banyak mata pelajaran,” katanya.

 

Oleh karena itu, dirinya mengusulkan agar pemerintah menambahkan tes EQ dan tes minat bakat pada jenjang SMP sebagai dasar penjurusan siswa saat memasuki SMA. “Tidak perlu ditambah mata pelajarannya yang SMP, tetapi ditambah tes EQ ataupun tes minat bakat. Sehingga nanti ketika masuk SMA mulai kelas 10, itu sudah sesuai dengan jurusan minat bakat dan EQ-nya,” tegasnya.

 

Menurut My Esti, langkah tersebut akan membuat proses pembelajaran di SMA lebih efektif karena siswa dapat langsung fokus pada bidang yang sesuai dengan potensi dan ketertarikannya.

 

“Tidak semua belajar Fisika, Kimia, Biologi. Tidak semua bicara detail yang kemudian tidak digunakan di kelas 11 dan 12,” pungkas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu. (RR/um)

Berita terkait

Pendaftaran 2024 Resmi Ditutup, 12.883 Siswa SMA Mendaftar Jadi Caleg Parlemen Remaja
Isu Lainnya
Pendaftaran 2024 Resmi Ditutup, 12.883 Siswa SMA Mendaftar Jadi Caleg Parlemen Remaja
Rocky Chandra Usul Hilirisasi Singkong Demi Dorong Roda Ekonomi Lampung
Industri dan Pembangunan
Rocky Chandra Usul Hilirisasi Singkong Demi Dorong Roda Ekonomi Lampung
Komisi X Dorong Transformasi SMA Soposurung Toba Jadi Sekolah Unggulan Nasional
Kesejahteraan Rakyat
Komisi X Dorong Transformasi SMA Soposurung Toba Jadi Sekolah Unggulan Nasional
Tags:#Pendidikan#TKA
Sebelumnya

Sidang Uji Materiil KUHAP Baru: Izin Penahanan Hakim Bukan Bentuk Kekebalan Hukum

Selanjutnya

Perjanjian Dagang RI-Kanada Harus Beri Keuntungan Nyata

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(829)
  • Industri dan Pembangunan(3038)
  • Isu Lainnya(1006)
  • Kesejahteraan Rakyat(2981)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(3686)
  • Populer(417)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi IV#BKSAP#Komisi VIII#Komisi IX#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Lomba Foto Kreatif SAPA Sayembara Parlementaria
LOKAS

PODCAST

IKUTI KAMI

E-Media DPR RI – Berita Resmi, Informasi Publik, dan Kegiatan Parlemen Indonesia
BerandaBeritaMedia Sosial DPRTVR ParlemenBukuMajalahBuletinAgenda Rapat DPRLainnya
TRENDING:
Pendidikan|UUPA|Haji|timwas haji|LPS|Batu Bara|Minerba|ICA-CEPA|Kanada|Aceh|APBN|HGU|Sensus Ekonomi
Jakarta:
Sebagian Cerah
30°C
Terasa: 35°C
Lembab: 70%
Angin: 9 km/h