
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim dalam agenda Kunjungan Reses Komisi VII DPR RI ke Manado.
PARLEMENTARIA, Manado – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim mendorong penguatan sinergi lintas sektor untuk memaksimalkan potensi ekonomi di Sulawesi Utara, khususnya di bidang pariwisata, industri, ekonomi kreatif (ekraf), dan UMKM. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar potensi besar yang dimiliki Sulut dapat dikembangkan secara optimal dan berkelanjutan.
“Kita melakukan koordinasi bersama bagaimana terutama agar potensi-potensi di Sulawesi Utara ini dari bidang pariwisata, industri, ekraf, dan UMKM lebih maksimal,” ujar Chusnunia kepada Parlementaria usai agenda Kunjungan Reses Komisi VII DPR RI ke Manado, Senin malam (27/4/2026).
Ia menjelaskan, dalam pertemuan tersebut, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus telah memaparkan berbagai potensi unggulan daerah, baik dari sisi industri maupun pariwisata. Sulut sendiri dikenal memiliki kekayaan alam yang menonjol, terutama wisata bahari yang telah lama menjadi daya tarik utama.
“Sulawesi Utara kan memang sudah sejak dulu dikenal sebagai daerah yang cantik, indah, dengan potensi pariwisata khusus alam, laut yang luar biasa,” tambahnya.
Selain sektor pariwisata, ia juga menyoroti pentingnya pengembangan ekonomi kreatif sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah. Ia mencontohkan keberhasilan Bangka Belitung yang terdongkrak melalui industri film, khususnya lewat karya Laskar Pelangi yang mampu memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi daerah tersebut.
“Bagaimana bisa seperti Bangka Belitung yang ada film Laskar Pelangi, menjadikan daerahnya bisa dapat berkahnya, manfaatnya sampai puluhan tahun, di mana ekonominya naik,” jelas Politisi Fraksi PKB ini.
Oleh karena itu, ia mengusulkan agar kementerian terkait memfasilitasi pertemuan antara pemerintah daerah yang memiliki potensi wisata dengan para pelaku industri film atau rumah produksi (production house). Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat menjadi strategi efektif untuk mempromosikan daerah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi lokal.
“Kita perlu pertemuan dengan daerah terutama yang punya potensi-potensi wisata, kita pertemukan dengan production house. Jadi kita ajak supaya filmnya maju, daerahnya bisa dapat benefit seperti Bangka Belitung,” pungkasnya. (we/um)