
Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanul Haq, saat melakukan Kunjungan Kerja Reses di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang.
PARLEMENTARIA, Semarang — Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq menyoroti persoalan serius sanitasi di lingkungan pesantren saat melakukan Kunjungan Kerja Reses di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Rabu (22/4/2026). Ia bersama tim kunjungan, menemukan fakta lapangan yang memprihatinkan, di mana sejumlah pesantren dengan jumlah santri lebih dari seribu masih memiliki kondisi sanitasi yang jauh dari standar layak.
Menurut Maman, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan santri saat ini, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang yang dapat memengaruhi kualitas generasi pemimpin masa depan. Ia menegaskan bahwa perhatian Komisi VIII saat ini harus difokuskan pada perbaikan sanitasi, bukan sekadar pengembangan inkubasi pesantren.
Komisi VIII pun mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk segera membentuk pilot project sanitasi pesantren yang terintegrasi. "Program ini diharapkan tidak hanya memperbaiki fasilitas sanitasi, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi intervensi sosial lain seperti pengentasan kemiskinan di lingkungan pesantren, peningkatan kualitas hidup keluarga santri, serta penguatan fungsi pesantren sebagai pusat pemberdayaan masyarakat," katanya.
Lebih jauh, Komisi VIII mengusulkan agar pesantren dijadikan pusat layanan terpadu, mulai dari edukasi kesehatan, pusat halal, hingga penguatan ketahanan bencana. Model ini sebelumnya telah diuji di Jawa Barat melalui kolaborasi lintas lembaga, dan dinilai berhasil meningkatkan peran strategis pesantren di masyarakat.
Komisi VIII menegaskan bahwa langkah ini bukan hanya solusi jangka pendek, melainkan strategi nasional berbasis komunitas keagamaan. Jika berhasil di Jawa Tengah, model ini akan direplikasi secara nasional sebagai bagian dari transformasi pesantren menuju lembaga yang sehat, mandiri, dan berdaya saing. (man/aha)