E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Komisi XIII|HAM|TPPO|Disabilitas|Mental|Imigrasi|TPPM|Komisi III|Komisi XI|Komisi VII|Komisi IX|MKD|Pansus
Jakarta:
Cerah
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 62%
Angin: 13 km/h
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Partner 1Partner 2

E-Media DPR RI

Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI - Gedung Nusantara II Lt.2, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan Jakarta – Indonesia 10270

© 2026 E-Media DPR RI. All rights reserved.

E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Komisi XIII|HAM|TPPO|Disabilitas|Mental|Imigrasi|TPPM|Komisi III|Komisi XI|Komisi VII|Komisi IX|MKD|Pansus
Jakarta:
Cerah
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 62%
Angin: 13 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Komisi XIII|HAM|TPPO|Disabilitas|Mental|Imigrasi|TPPM|Komisi III|Komisi XI|Komisi VII|Komisi IX|MKD|Pansus
Jakarta:
Cerah
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 62%
Angin: 13 km/h
/
/
E-Media DPR RI – Referensi Berita Parlemen Terkini
BerandaBeritaBukuBuletinMajalahTVR ParlemenMedia Sosial DPRAgenda DPRWebsite DPRMagang di DPR
TRENDING:
Komisi XIII|HAM|TPPO|Disabilitas|Mental|Imigrasi|TPPM|Komisi III|Komisi XI|Komisi VII|Komisi IX|MKD|Pansus
Jakarta:
Cerah
30°C
Terasa: 33°C
Lembab: 62%
Angin: 13 km/h
Berita/Kesejahteraan Rakyat

Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus, Atalia Praratya: Jangan Dinormalisasi!

Diterbitkan
Kamis, 23 Apr 2026 12.40 WIB
Bagikan:
Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus, Atalia Praratya: Jangan Dinormalisasi!

Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya usai menghadiri Seminar Perempuan yang diselenggarakan Kaukus Perempuan Republik Indonesia (KPPRI) bertema Dari Suara ke Aksi: Peran Strategis Perempuan dalam Dinamika Konflik Masa Kini di Gedung Nusantara II, DPR RI, Jakarta.|Foto : Mentari/mrs

PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya menyoroti maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan perguruan tinggi di Indonesia. Ia menilai fenomena tersebut menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak untuk tidak menormalisasi tindakan kekerasan seksual dalam bentuk apa pun.

 

Atalia mengaku prihatin terhadap terbukanya berbagai kasus kekerasan seksual di institusi pendidikan tinggi yang selama ini dianggap sebagai ruang intelektual.

Lihat Juga :

Tak Ada Kompromi bagi Pelaku Kekerasan Seksual di Dunia Pendidikan

Tak Ada Kompromi bagi Pelaku Kekerasan Seksual di Dunia Pendidikan

Cucun Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Lingkungan Pendidikan, Minta Pelaku Diberi Efek Jera

Cucun Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Lingkungan Pendidikan, Minta Pelaku Diberi Efek Jera

 

“Saya sedih sekali ketika institusi yang kita sebut intelektual justru terbuka dengan hal-hal seperti ini,” ujarnya disampaikan dalam Seminar Perempuan yang diselenggarakan Kaukus Perempuan Republik Indonesia (KPPRI) bertema Dari Suara ke Aksi: Peran Strategis Perempuan dalam Dinamika Konflik Masa Kini di Gedung Nusantara II, DPR RI, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

 

Meski demikian, ia menilai munculnya kasus-kasus tersebut ke ruang publik juga menjadi momentum penting untuk mendorong korban berani bersuara dan melaporkan kejadian yang dialami.

 

“Kita tidak boleh menormalisasi kekerasan seksual, apalagi dengan alasan bercanda. Bahkan catcalling pun itu adalah hal yang salah,” tegas Politisi Fraksi Partai Golkar tersebut.

 

Ia juga mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, yang mulai menunjukkan sikap tegas terhadap pelaku kekerasan seksual. Menurutnya, reaksi publik yang tidak mentoleransi tindakan tersebut menjadi langkah positif dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman.


“Atalia menilai ketika mahasiswa berani marah dan mengecam pelaku, itu hal yang bagus karena menunjukkan bahwa tindakan tersebut tidak ditoleransi,” imbuhnya.

 

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjadikan kasus-kasus yang mencuat sebagai pembelajaran bersama agar masyarakat memahami batasan perilaku yang dapat dikategorikan sebagai kekerasan seksual.

 

“Ini harus menjadi momentum untuk memahami mana yang boleh dan tidak boleh, serta bagaimana kita saling menjaga agar tidak ada lagi korban berikutnya,” pungkasnya. (alf,gal/rdn)

Berita terkait

Tak Ada Kompromi bagi Pelaku Kekerasan Seksual di Dunia Pendidikan
Politik dan Keamanan
Tak Ada Kompromi bagi Pelaku Kekerasan Seksual di Dunia Pendidikan
Cucun Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Lingkungan Pendidikan, Minta Pelaku Diberi Efek Jera
Kesejahteraan Rakyat
Cucun Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Lingkungan Pendidikan, Minta Pelaku Diberi Efek Jera
Legislator Desak Pemerintah Bentuk Satgas Penanganan Kekerasan Seksual di Ponpes
Kesejahteraan Rakyat
Legislator Desak Pemerintah Bentuk Satgas Penanganan Kekerasan Seksual di Ponpes
Tags:#Kartini
Sebelumnya

Peringati Hari Kartini, KPPRI Komitmen Perkuat Keberpihakan terhadap Perempuan di Parlemen

Selanjutnya

Lepas Kloter Perdana Haji 1447 H, DPR Apresiasi Peningkatan Layanan Jemaah

Kembali ke Berita

TAUTAN CEPAT

Berita Populer
Pencarian Lanjutan

KATEGORI

  • Semua Kategori
  • Buletin Parlementaria(5)
  • Ekonomi dan Keuangan(1161)
  • Industri dan Pembangunan(3994)
  • Isu Lainnya(1079)
  • Kesejahteraan Rakyat(3978)
  • Majalah Parlementaria(5)
  • Politik dan Keamanan(4826)
  • Populer(418)
  • Uncategorized(4)

TAG POPULER

#Seputar Parlemen#Berita Utama#Komisi X#Komisi III#Komisi VIII#Komisi IV#Komisi IX#BKSAP#Komisi II#Komisi VII

ARSIP BERITA

INFOGRAFIS

Laporan Kinerja DPR RI Tahun Sidang 2025-2026 DPR RI Berdampak : Wujudkan Daulat Rakyat Melalui Parlemen Modern, Demokratis, dan Responsif

Full Akses : https://anyflip.com/fhwbw/tjuv

Parlemen Remaja 2026
HUT DPR RI Ke-81
Majalah Parlementaria Edisi 259

Link: https://online.anyflip.com/fhwbw/eljp/mobile/index.html

Magang PPID Setjen DPR RI

Link: https://magang.dpr.go.id/register?lowongan=84

PODCAST

IKUTI KAMI