Anggota Komisi X DPR RI Sabam Sinaga dalam RDPU Panja Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru di Ruang Rapat Komisi X DPR RI.
PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota Komisi X DPR RI Sabam Sinaga menilai sistem penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dinilai tidak adil bagi keberlangsungan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Utamanya, mengenai durasi pendaftaran jalur mandiri yang terlalu panjang. Hal ini dilatarbelakangi oleh banyaknya keluhan dari pihak PTS yang merasa terhimpit oleh kebijakan jalur mandiri PTN.
“Banyak PTS merasa dirugikan akibat sistem penerimaan mahasiswa baru di PTN, padahal PTS dan PTN sama sama berkontribusi untuk meningkatkan sumber daya manusia,” tuturnya dalam RDPU Panja Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru di Ruang Rapat Komisi X DPR RI, Selasa (14/4/2026).
Ia melanjutkan, jalur masuk ke PTN ada berbagai macam. Seperti lewat tes, maupun tanpa tes, kemudian diperpanjang lagi ada jalur mandiri. Sehingga problematikanya adalah PTS menganggap ini tidak adil. Bila memang benar memberatkan, maka harus diluruskan.
“Jadi harus ada harmonisasi mengenai sistem penerimaan mahasiswa baru bagi PTN maupun PTS agar mendapatkan titik temunya jika memungkinkan digabungkan saja, agar pihak PTS ini tidak merasa dirugikan,” imbuhnya.
Selain masalah jalur masuk, ia menyoroti variabel waktu pendaftaran PTN yang sering molor hingga bulan Juli, bahkan Agustus. Hal ini dinilai menutup peluang PTS untuk mendapatkan calon mahasiswa baru secara proporsional. (tn/aha)